
"Jangan pura - pura nggak tau deh. Kamu pasti tau rendah yang aku maksud itu kaya apa" kata laki - laki itu bukannya menjawab ucapan ku malah bertanya kembali pada ku.
"Kalau yang Anda maksud rendah karena aku izinin orang buat nyentuh wajah aku. Anda salah besar karena maksud saya semua orang itu adalah orang yang berjenis kelamin perempuan dan kecuali orang seperti Anda maksud saya orang yang berjenis kelamin laki - laki. Apa salah saya bicara seperti itu. Dan apa itu juga bisa buat saya di sebut rendah. Sangat - sangat luar biasa ya ucapan Anda." kata ku yang menjelaskan ucapan ku pada laki - laki itu.
"Hem... bisa juga ya kamu membalik kan omongan mu secepat itu. Sangat menarik." kata laki - laki itu menjawab ucapan ku.
"Terserah mu lah mau nyimpulin apa kepada ku. Tapi yang jelas apa yang aku ucapin itu memang kenyataannya." kata ku pada laki - laki itu.
"Kenyataan yang tak akan pernah ku percaya sama sekali. Ucapan yang keluar dari bibir janda kaya kamu." kata laki - laki itu masih tetap menyebutkan aku janda.
__ADS_1
"Dan aku sangat kurang beruntung hari ini. Bisa ketemu kaya orang seperti Anda ini. Duda tak tau diri." kata ku yang tak ingin kalah dengan laki - laki itu. Hingga akhirnya aku pun mulai menyebutkan laki - laki itu duda.
"Oho... apa, kamu bilang duda. Nggak salah apa sejak kapan aku ini duda" kata laki - laki itu bertanya kepada ku karena tak terima aku panggil dia dengan sebutan duda.
"Sejak tadi dan saat ini aku memanggil Anda duda. Kenapa nggak terima." kata ku langsung menjawab ucapannya dengan tegas pada laki - laki itu.
"Hah... nggak salah apa yang Anda ucapkan itu. Sekali pun tak pernah terpikir oleh ku untuk bersatu dengan diri Anda lagi. Setelah Anda toreh kan luka terhadap hati ku dan perasaan ku beberapa tahun lalu. Apa Anda sebegitu ingin kah kembali dengan ku." kata ku menjawab ucapan laki - laki itu dengan apa adanya yang kurasakan saat ini.
"Jangan mimpi dan membolak balik kan lagi ucapan ku. Sudah sangat jelas terlihat bahwa kamu masih mengharapkan aku biar bisa kembali sama kamu." kata laki - laki itu.
__ADS_1
"Dari ucapan yang manakah yang membuat Anda begitu yakin bahwa aku masih mengharapkan Anda kembali. Ingat masih banyak laki - laki di sekitaran aku yang mau sama aku. Bahkan banyak juga yang berusaha mendapatkan hati ku. Tapi apa aku tak pernah sekali pun memberikan sedikit harapan pada mereka buat mendapatkan dan mengisi hati ku. Aku takut. Takut di kecewakan lagi. Kaya seperti Anda yang pergi begitu aja tanpa pamit dan kejelasan. Dan lebih parah lagi Anda melepas tanggung jawab atas apa yang Anda perbuat pada diri ku ini." kata ku menjawab ucapan laki - laki itu.
"Itu karena kamu tak menarik sama sekali. Dan aku udah bosan liat muka mu itu." kata laki - laki itu menjawab ucapan ku.
"Jadi hanya karena itu Anda meninggalkan aku dan anak Anda sendiri" kata ku pada laki - laki itu.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1