Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Berteriak Histeris


__ADS_3

"Apa tadi kamu bilang. Kamu mau bawa putra ku nggak salah apa. Emangnya apa hak kamu hah. Jawab" Kata ku yang sudah tak bisa menahan emosi ku lagi.


"Kau tanya hak aku apa. Hak ku ya tentu saja nanti putramu akan memanggilku ibunya. Dan ku pastikan dia nggak akan pernah tau tentang kamu p.....r" Kata wanita itu dengan sadis.


"Kau gila apa. Jangan harap aku akan memberikan dan membiarkan kalian berdua membawa putraku dari ku saat ini" Kata ku tak kalah sadis dari ucapan wanita itu.


"Caranya?" yang dijawab wanita itu dengan nada yang nyebelin menurutku kala itu.


"Aku akan teriak sekarang juga bahwa kalian akan menculik putraku dari ku. Apa kau sudah puas dengan jawabannya" Kata ku yang menjawab dengan lantang.


"Hu sayang aku takut"(Sambil bermanja dan memelas ditangan laki - laki itu).


Tapi detik berikutnya ia malah tertawa dengan sangat keras setelah mengucapkan perkataannya itu.


Haha... haha... haha...

__ADS_1


"Sayang, liat mantan istrimu begitu percaya diri sekali mengancam kita" Kata wanita itu kemudian.


Yang di respon laki - laki itu dengan senyum mengejek kepada ku.


Tak lama setelah wanita dan laki - laki itu puas tertawa. Mereka pun kemudian berbicara kembali.


"Asal kau tau p.....r putramu itu sudah berada di tangan kami dan kami sudah membawanya ke tempat yang tak bisa kau ketahui" Kata wanita itu.


"Bukannya rencana kami itu bagus" Kata wanita itu kembali.


"Kami tak punya waktu menanggapi ucapan mu itu. Benarkan sayang" Kata wanita itu yang kemudian melihat laki - laki itu.


"Hem" Laki - laki itu pun menjawabnya singkat.


"Ya udah sayang kita pergi aja yuk. Aku udah nggak tahan berada disini terus apa lagi liat muka dia yang tak enak untuk di lihat." Kata wanita itu kepada laki - laki itu dan kemudian melihat kepada ku.

__ADS_1


"Ya udah yuk sayang. Aku juga udah muak liat mukanya" Kata laki - laki itu.


Ketika mereka sudah memegang pintu untuk keluar aku pun histeris meneriaki wanita itu dan laki - laki itu agar memberitahukan ku keberadaan putra ku itu.


Setelah mereka menghilang dari pandanganku. Aku lalu menatap kosong ke arah mereka menghilang dan aku lalu berbicara sendiri dengan suara - suara yang keluar aneh dari bibir ku untuk di dengar oleh siapa pun orang yang mendengar ucapan yang ku ucapkan itu.


Oh iya mereka bisa langsung bertindak seperti itu terhadapku tak kala mereka sudah memprediksikan waktu yang pas untuk mereka bisa menjalankan rencananya terhadap ku.


Dimana mereka menunggu ibuku pulang ke rumah dengan masih bersikap manis kepada ibu ku. Hingga ibu ku pun tak mengkhawatirkan aku di sini.


Namun, ternyata itu lah yang membuat aku merasa tak bisa mengontrol diriku lagi. Yang akhirnya aku mengalami stres berlebih. Hingga akhirnya aku mengalami gangguan jiwa.


Karena tak adanya orang yang menemaniku hingga tatapan ku menjadi kosong dan aku pun tak sanggup lagi mendengar dan mengingat kenyataan yang ada bahwa aku harus mendapatkan status janda, j....g, dan harus kehilangan putra yang ku lahir kan beberapa jam lalu dari tangan ku sendiri.


Next Episode...

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2