
Laki - laki itu adalah papah dari putri ku. Yang sudah tak aku liat lagi semenjak satu Minggu kami menikah sampai sebelum aku bertemu dengan dia saat ini.
Rasa tak percaya ketika melihat laki - laki itu. Yang kini berada di hadapan ku pun membuat aku tak bisa mengucapkan kata - kata sedikit pun. Dan hanya bisa terdiam membeku.
Hingga akhirnya aku mendengar laki - laki itu pun memanggil nama ku "Risna. Kau Risna kan"
Aku tak langsung menjawab panggilannya itu pada ku. Sampai aku pun mendengar lagi panggilannya dan laki - laki itu pun sedikit menyentuh tangan ku.
"Risna" panggilan laki - laki itu lagi.
karena reflek oleh sentuhan tiba - tiba itu akhirnya aku pun menjawab dengan spontan panggilan laki - laki itu.
__ADS_1
"Iya. Apakah Anda memiliki keperluan dengan saya" kata aku pada laki - laki itu.
"Wih... sekarang kamu sombong sekali ya. Tapi tak apa lah itu pantas kau lakukan saat ini. Berbeda kalau dulu kamu bicara kaya gini nggak pantes sama sekali. Hahahaha..." kata laki - laki itu pada ku yang diakhiri dengan gelak tawa tak tau dirinya.
"Maksud Anda" kata ku pada laki - laki itu.
"Lupakan. Kalau di liat - liat kamu makin cantik ya. Di saat usia udah nggak muda lagi kamu malah makin cantik. Bahkan sepertinya bagian tubuh kamu yang dulu kecil sekarang sudah pada besar. Wah sangat menggiurkan" ucap laki - laki itu kepada ku.
"Hem sifat mu yang seperti ini buat aku makin penasaran dengan kehidupan mu saat ini. Apa kamu udah punya suami lagi. Ooppss... sorry aku lupa kamu kan janda ya. Hahaha... hahaha..." ucap laki - laki itu yang sengaja buat aku makin emosi.
Tapi untungnya aku tak sampai terpancing dengan ucapnya itu. Malah aku bersikap acuh setelah mendengar ucapannya itu pada ku. Dan hendak pergi meninggalkannya tanpa ingin menjawab ucapannya itu lagi.
__ADS_1
"Eh janda mau kemana sini temenin Abang aja. Lagi pula Abang kan udah pernah jadi bagian dalam masa lalu mu itu." ucapan laki - laki itu lagi pada ku. Setelah ia melihat aku yang hendak pergi meninggalkannya.
"Kenapa, apa sekarang Anda puas dengan panggilan Anda kepada saya. Emang apa salahnya kalau saya seorang janda. Dan ingat tak semua orang menginginkan menjadi seperti ku statusnya. Tapi karena laki - laki tak tau dirilah yang telah buat aku jadi mendapatkan status janda ini. Lalu apa sekarang Anda puas kalau semua orang di sini tau saya seorang janda seorang perempuan yang gagal dalam berumah tangga. Hah." kata ku yang tak tahan lagi dengan ucapan yang di lontarkan laki - laki itu kepada ku.
"Ckckck... luar biasa sekali janda ini kalau marah. Oh takutnya" kata laki - laki itu yang memasang wajah ketakutannya. Tapi wajah itu bukannya wajah ketakutan yang sebenarnya melainkan wajah ketakutan yang di buat - buat sebagai ejekan untuk ku.
Muak itu lah yang saat ini aku rasakan ketika melihat tampang laki - laki itu yang memasang wajah seperti itu kepadaku. Bahkan rasanya aku ingin langsung tonjok wajah mengejengkelkannya itu. Detik ini juga.
Bersambung...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1