
Rasa lega yang di rasakan oleh putri ku saat ini pun membuat putri ku merasa terbebas dari banyaknya pertanyaan dari ibu ku barusan.
Kini mereka berlima pun sama - sama terdiam untuk mengistirahatkan diri masing - masing.
Sampai di mana mereka pun mendengar suara seseorang yang menangis di dekat tempat duduk mereka saat ini.
Hiks... hiks... hiks...
Suara tangis itu terdengar sedikit samar - samar. Namun mereka semua pun mendengar suara tangis itu.
"Bentar deh Sin kamu barusan denger suara tangisan nggak?" kata putri ku berbisik pada Sinta.
"Em... iya aku denger ko" kata Sinta menjawab ucapan putri ku sambil berbisik juga.
"Lah ini cucu kakek ko malah sibuk bisik - bisik, emangnya lagi bisikin apa coba?" kata ayah ku yang melihat tingkah putri ku dan Sinta yang saling berbisik.
"Em... itu kek" kata putri ku yang terdiam sejenak karena sempat ragu untuk memberitahukan suara tangisan yang di dengar oleh putri ku dan Sinta tadi.
__ADS_1
"Itu apa?" kata ayah ku yang tak sabar ingin tahu kejelasan dari ucapan putri ku itu yang langsung terdiam tanpa sebab.
"Sini coba kakak deket sama aku, biar aku bisikin ke kakek." kata putri ku pada akhirnya ingin memberitahukan ucapannya itu pada ayah ku.
Dan dengan keingintahuannya ayah ku pun, langsung mendekatkan dirinya pada putri ku sambil menunggu putri ku memberitahukan apa yang tadi ia bisikin bersama Sinta.
Ketika putri ku telah selesai berbicara hal tersebut pada ayah ku. Ayah ku pun mulai mencoba mencari tahu suara tangis itu berasal dari mana.
Hiks... hiks... hiks...
Suara itu terdengar semakin jelas dan ternyata setelah ayah ku mendengar suara tangis itu. Yang ayah ku yakini bahwa suara tangis itu berasal dari ruang rawat ku saat ini.
Lalu ayah ku pun mulai memberikan isyarat lewat tatapan mata pada ibu ku untuk membawa putri ku pergi jauh dari ruang ku saat ini.
Ibu ku yang peka pun, karena ia juga mendengar suara tangis itu. Langsung menyarankan ibunya Sinta untuk membawa pergi putri ku.
"Em... nak boleh ibu minta tolong beliin minum di kantin nggak. Soalnya ibu tadi lupa nggak bawa minum buat ayah dari rumah." kata ibu ku pada ibunya Sinta.
__ADS_1
Dan ibunya Sinta yang juga tau maksud dari ucapannya ibu ku pun, langsung mengiyakan permintaan tolong dari ibu ku.
"Boleh bu, ya udah bu aku sama anak - anak langsung ke kantin aja. Bolehkan aku sekalian bawa mereka, takutnya kalau di tinggal di sini malah menggangu." kata ibunya Sinta menjawab ucapan ibu ku.
"Iya nak boleh bawa aja, biar mereka bisa beli makanan juga di sana." kata ibu ku menjawab ucapan ibunya Sinta.
"Iya bu kalau gitu kami langsung pergi aja ya. Yuk anak - anak." kata ibunya Sinta menjawab ucapan ibu ku sambil mengajak pergi putri ku dan Sinta.
"Silahkan" kata ibu ku menjawab ucapan ibunya Sinta.
"Yuk mah" kata Sinta menjawab ucapan ibunya.
"Em... yuk bi" kata putri ku yang awalnya ragu untuk pergi tapi akhirnya ia pun mengiyakan ajakan ibunya Sinta.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Maaf ya untuk sementara kelanjutan ceritanya ngga bisa tiap hari kalau ngga tiga hari sekali mungkin satu minggu sekali kelanjutannya bisa up lagi.
Sampai jumpa lagi di next episode...