
Aku lalu melakukan apa yang di katakan putri ku dengan masih tetap mengendarai motor ku. Sudah lebih dari setengah jam aku mengendarai motor ku ini.
Tetapi putri ku masih belum menemukan tempat yang di inginkan. Sehingga aku mulai bertanya lagi padanya.
"Nak mau kemana sih. Ini mamah udah capek sama pegel terus jalan. Tapi nggak tau arah dan tujuan, kan ini buat mamah pusing."
"Bentar lagi mah. Itu kayanya di depan deh" kata putri ku mencoba meyakinkan ku. Padahal sebenarnya dia juga nggak tau di depan ada atau enggak tempat yang dia maksud.
"Hem" jawab ku dengan deheman.
Lalu aku mulai meningkatkan kecepatan laju motor ku. Tapi entah kenapa walau laju motor ku udah cepat. Tetapi tempat yang di maksud putri ku tak kunjung terlihat.
Hingga aku pun mulai jengah dengan sikap putri ku itu.
"Nak ini kata kamu sebentar lagi. Ko nggak berhentiin mamah sih dari tadi. Jangan bilang kamu juga belum tau mau kemana dan tadi kamu hanya mencoba membuat mamah nggak terus - terus mendesak kamu buat kasih tau mamah berhentinya di mana."
"Em... hehehehe... iya deh mah aku ngaku. Kalau aku memang nggak tau mau kemana" kata putri ku dengan tak tahu dirinya.
__ADS_1
Seketika aku langsung menghentikan laju motor ku. Sehingga secara otomatis tubuh putri ku pun membentur tubuh belakang ku.
"Aduh mah ko berhenti mendadak sih"
"Menurut kamu orang kaya kamu ini harus mamah apa in" kata ku malah bertanya pada putri ku.
"Ya ampun ini mamah kayanya marah deh sama aku. Ayo otak coba beri aku ide agar amarah mamah mereda" suara hati putri ku.
"Hey jawab. Bukannya nggak baik ya kalau nggak jawab ucapan orang tua."
"Eh... iya mah. Maaf deh aku ngaku salah"
"Terserah mamah aja deh. Aku terima hukumannya apa pun itu." kata putri ku pasrah.
"Yakin seperti itu"
"Iya mah" jawab putri ku singkat.
__ADS_1
" Oke kalau gitu hukuman nya sekarang aja. Kita nggak jadi jalan - jalan hari ini. Dan untuk tiga Minggu ke depan tak ada jalan - jalan lagi. Gimana kamu setuju dengan hukumannya?" kata ku yang memberitahukan hukuman nya pada putri ku.
"Ya mah, jangan sekarang dong. Besok aja ya di mulainya" kata putri ku memberikan penawaran pada ku.
"Nggak bisa harus hari ini" kata ku lagi dengan tegas.
"Ayolah mah jangan sekarang. Please ya jangan sekarang." kata putri ku dengan memelas pada ku.
"Nggak ya nggak" kata ku masih tak mau mengalah.
"Hem iya deh mah" kata putri ku yang langsung setuju ucapan ku. Walau sebenarnya ia tak ingin bicara seperti itu pada ku.
Akhirnya setelah perdebatan itu. Aku langsung menjalankan kembali motor ku. Di dalam perjalanan, aku melihat wajah sedih putri ku pada kaca spion motor ku, yang telah pasrah menerima hukuman dari ku hari ini.
Hingga akhirnya aku pun mulai tak tega melihat wajah putri ku. Dan saat ini aku lalu melihat sebuah tempat yang cocok untuk tempat jalan - jalan menikmati hari berdua dengan putri ku di sana. Lalu aku pun mulai menghentikan motor ku di tempat yang ku maksud itu.
Next Episode...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸