
Saat ini aku benar - benar sangat ketakutan. Apa lagi orang itu kini telah melangkahkan kakinya mendekati diriku.
Hingga tak terasa orang itu kini sudah berada tepat di depan wajah ku. Dan ini langsung membuat jantung ku berdetak tak karuan karena tatapan yang orang itu tunjukan pada ku.
Orang itu lalu menempelkan tangannya ke pintu yang ada di belakang tubuh ku. Dan menatapku dengan tatapan yang sangat bernafsu menginginkan diriku.
Hingga jarak di antara kami tak berjarak lagi karena ia menempelkan tubuhnya ke tubuhku yang sudah tak bisa kemana - kemana lagi karena kedua tangan orang itu berada diantara tubuhku dan itu lah yang membuat aku tak bisa melawan lagi.
Lalu salah satu tangannya mulai memegang rambut ku dan memainkan rambut ku yang ku ikat. Dan ia lalu melepaskan ikatan rambutku begitu saja.
Dan ia mulai merapihkan rambutku yang tergerai itu. Lalu menyelipkan rambutku yang menutupi wajah ku ke belakang telinga ku.
Setelah itu ia memainkan ujung rambutku dengan melintir - lintirkan rambutku dengan dua jarinya.
__ADS_1
Ketika ia telah puas memainkan rambutku. Ia pun mulai menyentuh wajahku dari atas sampai tepat di bawah dagu ku. Dan kemudian ia mulai mengangkan dagu ku sedikit.
Agar memudahkan ia untuk mendekatkan bibirnya pada bibir ku. Namun, saat bibir orang itu ingin menyentuh bibirku. Aku pun mulai melakukan perlawanan dengan memalingkan wajah ku ke mana saja agar bibir orang itu tak menyentuh bibir ku.
Saat itu lah orang itu. Mulai menunjukkan sikap kasar terhadapku. Kenapa? karena saat itu orang itu pun langsung menyeret ku dan mendorong ku ke sofa yang ada di ruangan orang itu.
Lalu saat aku sudah terlentang di kursi itu. Ia lalu mulai menindih tubuhku dengan tubuhnya.
Orang itu pun langsung tersenyum menyeringai saat melihat wajah ketakutan ku. Dan tanpa menghiraukan ketakutan ku itu. Ia langsung membuka kancing bajuku di bagian atas. dan menyisakan dua kancing lagi yang tidak ia buka.
Membuat aku sangat jijik melihat orang itu. Dan ingin rasanya aku meludahi dan memaki orang itu. Namun, aku malah seperti orang yang diam membeku tanpa perlawanan.
Dan seperti pasrah dengan apa yang akan orang itu lakukan selanjutnya pada ku. Walau dalam hati aku ingin ada seseorang yang bisa membantuku dari situasi ini.
__ADS_1
Situasi yang membuat aku akan semakin di kucil kan orang. Apa lagi orang ini sangat berpengaruh karena memiliki jabatan tinggi di sini.
Pasti ia akan memutar balikan fakta dan akan membuat aku lah di sini yang bersalah. Padahal yang sebenarnya adalah ia yang bersalah terhadapku.
Tapi apa boleh buat aku hanya orang kecil sedangkan ia orang besar yang bisa memutar balikan keadaan dengan uang.
Ketika ia mulai ingin menyentuh bagian yang terbuka itu di dalam tubuhku. Aku sempat memintanya untuk tidak berbuat seperti itu terhadapku.
Tetapi ucapan ku seperti angin lalu yang tak ia hiraukan sama sekali. Dan seketika itu cairan bening dalam kelopak mataku pun keluar dengan sendirinya.
Namun, orang itu tak menghiraukan kesedihanku itu. Ia malah seperti sudah tak tahan lagi dan dengan gerakan cepat mendekatkan tangannya pada bagian itu.
Next Episode...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸