
Satu Minggu berlalu, dan saat itu pula aku sudah terbiasa tinggal di lingkungan rumah sakit ini. Dan ini juga merupakan kunjungan pertama keluarga ku menjenguk ku.
"Nak, gimana keadaanmu" kata ibu kepada ku.
Sedangkan aku masih larut dalam lamunan dan tak menanggapi ucapan ibu itu.
"Nak" ibu pun memanggil ku lagi.
tapi aku masih tetap tak meresponnya. Hanya diam merenung dan memikirkan sesuatu yang tak seharusnya dipikirkan.
Hingga akhirnya ibu pun lelah menunggu aku menjawab ucapannya itu. Dan ia pergi meninggalkan aku untuk menemui dokter yang mengobati ku.
"Permisi dok, Boleh saya tau perkembangan putri saya saat ini" kata ibu ku kepada Dokter yang merawat ku.
"Boleh bu, jadi keadaan putri ibu masih seperti yang ibu lihat, masih suka diam dan tak mau memberitahukan saya dan perawat masalah yang ia hadapi dan memenuhi pikirannya saat ini" kata dokter kepada ibu memberitahukan kondisi ku.
__ADS_1
"Seperti itu ya dok, tapi bisa sembuh kan dok" kata ibu khawatir dengan kondisi ku.
"Insyaallah Allah bu, saya akan berusaha biar putri ibu bisa segera sembuh" kata dokter menyakinkan dan menenangkan hati ibu ku.
"Makasih dok, saya harap putri saya cepat sembuh. Saya kasihan melihat cucu saya yang selalu menangis ingin melihat dan memeluk ibunya" kata ibu memberitahukan kondisi putriku pada dokter.
"Iya bu, kita sama - sama berdoa saja supaya putri ibu cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan putrinya." kata dokter.
"Iya dok, kalau begitu saya permisi dulu" kata ibu berpamitan pada dokter.
Kemudian ibu pun pergi meninggalkan dokter yang merawat ku itu untuk menemui ku lagi dan berpamitan pulang meninggalkan aku lagi di sini.
"Nak, ibu pulang dulu ya. Kamu jaga diri baik - baik" kata ibu berpamitan pada ku dan sambil memeluk ku yang terdiam membeku tanpa mau merespon pelukan ibu ku.
Kini aku pun sendiri merenung di sebuah bangku di rumah sakit itu. Yang beberapa menit kemudian ada pasien lain yang mendekati ku dan mencoba duduk di samping ku.
__ADS_1
Ia melihat ku dengan sangat aneh dan detik kemudian ia tertawa terpinggal - pinggal tanpa henti. Yang itu pun langsung mengingatkan aku dengan suara laki - laki dan wanita itu saat di rumah sakit.
Hingga kemudian aku pun berbicara sendiri dan membentak orang yang sedang tertawa itu dengan tak memprihatikan sekitar dan situasi.
Aku langsung tak terkendali memukul, menjambak menendang orang yang tertawa itu di hadapan ku yang ku bayangkan itu adalah laki - laki itu atau perempuan itu yang ada di bayangan ku saat aku berbuat seperti itu.
Situasi pun mulai tak bisa di kendalikan lagi. Semua dokter dan perawat pun mulai berlari menghampiri ke gaduhan itu dan mulai mencari celah agar mereka bisa menyuntikan ku obat penenang dan akhirnya aku bisa mengontrol emosi ku.
Namun sudah beberapa menit mereka masih belum bisa mendapatkan celah itu. Sedangkan orang yang disiksa oleh ku sudah hampir pingsan tak bisa melawan setiap pukulan yang ku berikan.
Hingga salah satu dokter pun memberanikan diri untuk mendekati ku dan langsung menyuntikan ku obat hingga akhirnya aku mulai tak sadarkan diri dan langsung pingsan karena obat yang telah di suntikan ke tubuhku itu.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1