Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Berkata Dengan Lantangnya


__ADS_3

"Oh gitu ya, tapi sayang aku nggak ngerasa jadi orang yang kamu bicarakan itu. Udahlah ngomong sama janda kaya kamu ini nggak ada manfaatnya. Malah buat emosi setiap kata yang keluar dari bibirmu itu." kata laki - laki itu kepada ku.


"Apa nggak salah, bukannya Anda yang buat aku emosi karena perkataan Anda itu yang bilang aku janda" kata ku yang tak terima dengan ucapan laki - laki itu kepada ku.


"Terserah mu lah janda. Pusing aku ngomong sama kamu" kata laki - laki itu yang sudah kehabisan kata - kata.


"Baiklah jika itu maunya Anda. Dan berhubung Anda sudah tak berkepentingan dengan ku. Aku pun akan pergi. Dan ku harap Anda tak pernah lagi tunjukkin wajah Anda ini di hadapan ku." kata ku yang langsung melangkahkan kaki untuk pergi dari hadapan laki - laki itu setelah aku menyelesaikan ucapan ku.


Belum terlalu jauh aku melangkah. Laki - laki itu pun berkata dengan lantangnya kepadaku.


"Kau pikir aku mau melihat mu lagi dan putri sialan mu itu" kata laki - laki itu dengan tak berperasaan.

__ADS_1


Di saat putri ku di bilang anak sialan oleh laki - laki itu. Aku pun tak tinggal diam dan langsung menghentikan langkah ku. Kemudian berbalik menghadap laki - laki itu dan melangkah kan kaki ku mendekati laki - laki itu lagi.


Hingga jarak diantara aku dan laki - laki itu hanya tersisa tiga langkah kaki ku. Dan di saat itu lah aku mulai berucap pada laki - laki itu.


"Anak sialan kata Anda. Lalu jika anak ku adalah anak sialan lantas papah nya pun berarti sialan juga. Tapi tunggu - tunggu sepertinya julukan sialan itu pantasnya bukan untuk anakku. Melainkan untuk orang yang sangat sialan seperti Anda. Yang dengan teganya mengatakan anak sendiri anak sialan. Ckckck... dimana hati nurani Anda." kata ku dengan begitu tenang namun sangat mengandung arti yang begitu jelas untuk laki - laki itu.


"Sejak kapan aku menganggap anak mu itu anak ku. Ingat ya bukan berarti ketika aku menikahi mu anak itu aku anggap anak ku. Karena aku tak pernah menganggapnya ada dulu dan sampai detik ini." kata laki - laki itu menjawabnya dengan begitu percaya diri.


"Buat apa aku anggap putrimu ada. Karena gara - gara dia aku jadi kehilangan pesona pemikat buat taklukin perempuan" kata laki - laki itu malah menyalahkan putriku yang telah hadir di hidup laki - laki itu.


"Apa hubungannya Anda kehilangan pesona gara - gara putri ku" kata ku yang bingung dengan ucapan yang di lontarkan laki - laki itu. Hingga akhirnya aku pun bertanya pada laki - laki itu.

__ADS_1


"Itu sudah jelas gara - gara dia. Karena semenjak aku nikah sama kamu dan aku di kabarkan udah punya anak. Semua pacar ku memutuskan hubungannya dengan ku. Hingga aku akhirnya benci dan muak liat muka mu dan anak mu itu. Janda tak tau diri." kata laki - laki itu menjawab dan menjelaskan apa yang aku tanyakan padanya. Dan di akhir kalimat yang dia ucapkan pun, masih saja menghina ku dengan sebutan janda.


Next Episode...


Salam kenal dari Author buat kalian yang udah ikutin ceritanya author dari awal sampai saat ini. Dan yang baru mampir juga salam kenal dari Author.


Jangan lupa kasih author like, Comment, dan favoritin juga ceritanya author.


Sampai jumpa di next episode


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2