
Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat. Aku dan putri ku telah cukup lama berada di taman ini. Hingga akhirnya aku pun memutuskan untuk pulang.
Berhubung cuaca pun juga sudah panas dan sangat terik. Hingga membuat keadaan di taman jadi hampir semua tempat terkena sinar matahari.
Dan akhirnya hanya ada sedikit tempat yang bisa untuk berteduh. Itulah yang membuat aku memutuskan pulang karena aku kasihan melihat putri ku.
Yang dari tadi udah banyak mengeluarkan keringet karena terkena sinar matahari dan tak hanya itu. Karena putri ku juga sudah terlalu banyak bergerak.
Hingga membuat ia berkeringat. Kemudian aku dan putri ku pun kembali pulang dengan jalan kaki kembali.
Sekitar beberapa menit, aku akhirnya sampai juga di rumah. Capek itu lah yang di rasakan aku dan putri ku.
Tapi di balik rasa capek itu, aku merasa sangat bahagia, pasalnya ini adalah liburan pertama ku dengan putri ku.
__ADS_1
Setelah aku kembali sembuh dari kejiwaan ku. Dan ini juga adalah liburan pertama aku bersama putri ku setelah perceraian ku yang ke dua.
Ketika mengingat kejadian satu tahun itu. Aku selalu ingin melupakan hal itu dan aku selalu ingin kalau kejadian itu bukan lah aku yang menjadi orang yang berada dalam kejadian itu.
Tapi apa boleh buat itu memang kejadian yang telah aku alami. Dan sampai detik ini. Bohong kalau aku tak mengingatnya. Karena aku masih saja mengingat bahkan kadang, ketika aku bermimpi aku akan memimpikan kejadian itu. Dan selalu mendengar suara bayi yang menangis.
Sekarang aku hanya bisa berdoa suatu saat nanti aku bisa di pertemukan dengan putra kedua ku.
Walau hanya melihat ia dari jauh. Aku ingin bisa bertemu dengannya. Tapi jika bisa memeluknya itu bahkan membuat aku sangat - sangat bersyukur telah di pertemukan dengannya.
Setelah itu aku pun melihat putri ku yang sedang duduk di sampingku sembari meminum air. Lalu aku tanpa di minta langsung tersenyum melihatnya.
Bagaimana tidak tersenyum. Sekarang putri ku adalah semangat ku dalam hidup ini yang harus aku pentingkan dari apa pun itu.
__ADS_1
Bahkan keinginanku pun, akan ku simpan sebelum keinginan putri ku bisa ku penuhi.
Setelah putri ku selesai minum. Lalu aku pun melakukan hal yang sama dengan putri ku. meminum air itu juga.
Sembari duduk santai di depan rumah aku dan putri ku pun tak melewati waktu untuk bermain dan menceritakan apa saja yang keluar dari bibir putri ku.
Hingga aku hanya bisa menjadi pendengar dan mengikuti apa yang putri ku lakukan. Hingga semua itu tak lepas dari canda dan tawa kami.
Kebahagiaan memang tak harus memiliki hidup yang mewah dan tak memiliki kehangatan dalam keluarga. Melainkan kehidupan ku yang saat ini lah yang ku harapkan bisa tetap seperti ini.
Saling mengisi dan memberikan kehangatan serta lebih terbuka antara aku dan putri ku. Hingga aku ingin ketika putri ku beranjak dewasa nanti. Ia masih tetap terbuka seperti ini kepada ku. Dan akhirnya aku pun bisa menjadi orang yang ia penting kan dalam kehidupannya.
Next Episode...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸