
Beberapa menit pun berlalu, aku masih seperti tadi terus berteriak dan melemparkan benda - benda di sekitaran ku.
Putri ku pun sama. Ia juga masih tetap berusaha memanggil aku untuk segera sadar dari keadaan ku ini.
Sampai akhirnya aku limbung dan terjatuh tak sadar kan diri. Seketika putri ku pun langsung terkejut tak kala aku tak berteriak lagi.
Karena saat ini keadaan sangat lah hening. Putri ku pun mencoba memanggil ku untuk mengetahui apa kah aku baik - baik saja atau tidak.
"Mah... mamah... mamah... nggak kenapa - kenapa kan"
Masih tak ada jawaban sama sekali dari ku yang akhirnya membuat putri ku menggedor keras pintu kamar ku.
"Dor... dor... dor... mah... buka pintunya"
"Mah... buka"
"Mah..."
Karena sudah mencoba berulang kali tapi aku tak menjawab ucapan putri ku dan putri ku pun juga telah mencoba membuka kunci kamar ku dengan berbagai cara. Tapi masih tetap tak bisa terbuka sama sekali.
Hingga akhirnya putri ku pun langsung menelpon nenek dan kakek nya lewat telpon rumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam" kata seseorang di sebrang sana menjawab salam putri ku.
"Nek ini aku nek mamah nek mamah" ucap putri ku dengan panik.
"Iya cucu nenek, mamah kenapa?"
"Itu nek mamah... hiks... hiks... hiks..." kata putri ku lagi yang tak sanggup berbicara mengenai keadaan ku pada ibu ku. Hingga ia pun langsung mengeluarkan air matanya.
"Tenang kan dulu baru kasih tau nenek lagi mamah kenapa?"
"Mamah... nek mamah... nggak mau buka pintu, tadi teriak - teriak sambil ngelemparin barang - barang. Aku udah coba nenangin mamah dan manggil - manggil mamah tapi tetep mamah nggak jawab dan dengerin aku nek. Hiks... hiks... hiks... d..an Se..ka..rang ma...mah.. nggak ada suara lagi." kata putri ku menjelaskan keadaan ku pada ibuku.
"Iya nek" kata putri ku singkat.
Telpon itu pun berakhir. Sekitar beberapa menit terdengar lah suara pintu yang di ketuk.
Tok... tok... tok...
Putri ku lalu bergegas membuka pintu itu. Di sana terlihat lah ayah dan ibu yang telah datang. Mereka berdua pun langsung masuk dan pergi ke arah kamar ku bersama putri ku.
__ADS_1
Langkah - langkah gesit mereka kini telah mulai memelan karena mereka sudah hampir sampai di depan kamar ku.
Ketika mereka telah sampai. Ayah pun langsung mencoba mendobrak pintu agar bisa terbuka. Tapi sudah berulang kali di coba tetap tak bisa sama sekali pintu terbuka sedikit pun.
"Ah... bu pintunya nggak bisa terbuka" kata ayah memberitahukan kepada ibu.
"Terus gimana yah? ibu takut Risna kenapa - kenapa di dalam" kata ibu menjawab ucapan ayah.
"Ayah juga nggak tau bu. Apa Risna punya kunci cadangan kamar nya nggak bu." kata ayah yang baru teringat tentang kunci cadangan.
"Em... bentar deh yah, kalau nggak salah ingat kunci nya itu ada di..."
"Sana nek" kata putri ku langsung memotong ucapan ibu ku sambil menunjukkan sebuah laci di samping neneknya berdiri saat ini.
"Ah... iya yah di sini. Bentar ibu cari dulu"
"Hem... tapi jangan lama - lama ya bu"
"Iya yah" kata ibu sambil fokus membuka laci dan mencari kunci cadangan kamar ku.
Next Episode...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸