
Setelah itu, aku dan ibunya Sinta pun berbicara mengenai tempat ini yang menakjubkan.
Sementara putri ku dan Sinta. Mereka berdua sibuk dengan keingintauan nya di setiap sudut tempat ini. Bahkan kini mereka sudah berada lumayan jauh dari tempat yang saat ini aku dan ibunya Sinta tempati.
Dilihat lah sesekali keberadaan putri ku, tak kala aku sibuk dalam pembicaraan. Karena itulah seorang ibu, walau anaknya sudah lumayan cukup mengerti tentang sekitarnya.
Tetapi masih ada terbesit rasa khawatir terhadap nya. Apalagi ini di tempat yang ramai. Banyak pengunjung berdatangan dari berbagai daerah.
Takut jika putri ku malah pergi terlalu jauh dan hilang dari pandangan ku. Dia adalah satu - satunya hal yang akan aku pentingkan dan khawatirkan sampai kapan pun.
Tak peduli ketika ia nanti telah berumah tangga, aku pasti akan selalu mengkhawatir kan nya. Karena ia adalah semangat ku untuk bangkit sampai aku menjadi seperti ini keadaannya. Maka aku akan selalu mengkhawatir kan nya.
__ADS_1
Keceriaan, senyuman, dan kesedihan itu. Juga tak pernah lepas dari sikap ku. Sikap yang selalu aku rasakan dan aku tunjukkan ketika putri ku mengalami itu semua.
Terkadang walau tak di minta oleh Putri ku agar aku tak bersikap seperti itu. Tapi naluri seorang ibu lah yang datang tanpa di minta dan selalu mengerti apa yang di rasakan oleh anaknya.
Walau tak semua ibu menunjukan hal itu di depan anaknya. Tetapi ketahui lah suatu saat kalian pun akan mengetahuinya. Ada kalanya seorang ibu bersikap cuek terhadap anaknya.
Namun, kita tak pernah tau sikap cuek itu. Mungkin saja terdapat sedikit rasa kekhawatiran untuk kita sebagai anaknya. Sebagaimana yang aku lakukan pada putri ku ketika aku mengalami gangguan kejiwaan.
Bukan hanya cuek bahkan sepertinya aku tak pernah menganggapnya ada. Tetapi ketika aku telah kembali sembuh dari kejiwaan. Rasa khawatir ketika putri ku terjatuh, menangis, tergores luka kecil, bertengkar dengan temannya dan masih banyak lagi yang lain.
Harus aku hilangkan itu semua, dan aku harus bersikap dewasa sebelum waktunya. Apalagi harus menjaga, mendidik, dan membesarkan putri ku tanpa seorang suami di samping ku.
__ADS_1
Berat itulah satu kata pada awalnya yang terucap dalam bibirku. Namun, ketika kujalani berat itu akhirnya menjadi ringan bahkan menjadi sangat ringan.
Tak kala aku melihat tumbuh kembang putri ku yang menunjukkan keberhasilan ku dalam membesarkannya. Walau satu atau dua kali aku pun teringat dengan rasa coba aja, aku tak bertemu dengan laki - laki itu.
Mungkin saat ini aku masih memiliki keluarga kecil yang bahagia dan lengkap. Selain itu tentunya pendidikan dan cita - cita ku pun akan aku dapatkan.
Sehingga lengkap sudah kebahagiaanku jika semua itu terjadi pada ku. Tapi sekarang aku bahkan lebih merasa beruntung walau keingin ku itu tak terpenuhi.
Setidaknya sekarang aku masih memiliki putri yang harus aku besarkan dan aku dukung setiap langkah dan keinginannya agar apa yang menjadi cita - citanya dapat terwujud.
Dan di saat itulah aku akan merasa, menjadi ibu yang sangat sangat bangga dan bahagia melihat keberhasilannya.
__ADS_1
Bersambung...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸