Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Terjebak Omongan


__ADS_3

"Itu karena kamu bodoh, nggak bisa bedain mana yang beneran anggap kamu wanita satu - satunya atau bukan" kata laki - laki itu menjawab ucapan ku dengan santai bahkan menyalahkan ku dan mengatai ku.


"Ya, anggap aja bahwa aku memang bodoh udah terjebak omongan orang seperti Anda. Yang nggak bisa di pegang omongannya sama sekali." kata ku menjawab laki - laki itu.


"Bagus kalau kamu akui bahwa kamu itu memang bodoh" kata laki - laki itu.


"Udah lah ngomong sama orang seperti Anda ini. Buang - buang waktu berharga ku aja" kata ku yang ingin mengakhiri pembicaraan kami ini.


"Emangnya berapa sih harga waktu buat janda kaya kamu. Orang nggak ada kepentingan juga. Oh atau jangan - jangan waktu berharganya takut nggak bisa buat godain laki orang ya." kata laki - laki berbicara dengan sangat tak berpikir dahulu tentang ucapan yang ke luar dari bibirnya itu.

__ADS_1


"Jaga ucapan Anda. Jangan Anda kira kalau aku janda yang suka godain laki orang. Sedikit pun tak terlintas untuk aku menggoda laki orang. Tapi kalau laki orang yang menggoda ku mungkin ada dan salah satunya Anda lah saat ini. Iya nggak ucapan ku." kata ku pada laki - laki itu dengan tegas.


"Cha... PD banget kamu. Apa menariknya kamu buat aku tak ada sama sekali" kata laki - laki itu.


"Oh ya, tapi kenapa tadi Anda terus bilang janda ke aku. Apa jangan - jangan Anda sekarang udah suka sama janda ya. Makannya setiap kali Anda bicara tadi ke aku selalu sebut - sebut janda." kata ku malah semakin membuat laki - laki hampir mati kutu.


Laki - laki itu pun terdiam untuk beberapa saat. Mungkin ia sedang mencari kata yang cocok untuk menjawab ucapan ku itu. Hingga akhirnya laki - laki itu pun mulai mengeluarkan suaranya lagi.


Tapi semua itu tak terjadi karena aku langsung menepis tangannya dengan tepat dan cepat. Lalu aku pun berkata lagi pada laki - laki itu.

__ADS_1


"Ckckck... katanya nggak suka janda. Tapi mau nyentuh wajahnya lagi. Sangat beda banget ya ucapan sama perbuatan yang Anda berikan itu pada ku." kata ku pada laki - laki itu.


"Ih... siapa juga yang mau nyentuh wajah janda kaya kamu" kata laki - laki itu masih tak mau mengakuinya.


"Banyak ko. Bahkan kalau aku mau sekarang aku bisa suruh orang buat sentuh wajah ku. Kecuali Anda yang tak akan pernah ku izin kan untuk menyentuh wajah ku ini." kata ku pada laki - laki itu memberikan tantangan dan memperingati laki - laki itu.


"Ya ampun ternyata benar ya kalau janda itu bisa rendah kaya gini. Sampai orang lain aja di biarin buat sentuh wajahnya. Entar - entar di suruh sentuh bagian lain lagi." kata laki - laki itu menjawab ucapan ku setelah aku selesai menjawab ucapannya yang sepertinya aku salah ucap tadi. Sehingga ia seperti mendapatkan celah untuk menghina dan merendah kan ku lagi.


"Apa Anda bilang rendah. Rendah yang seperti apa yang Anda maksud?" kata ku yang malah bertanya pada laki - laki itu.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2