
Esok hari pun tiba, dimana ini merupakan hari perginya aku dan keluarga ku ke rumah sakit jiwa dengan harapan bahwa aku bisa sembuh. Seperti biasanya sebelum aku mengalami hal ini.
Di perjalanan menuju rumah sakit itu. Aku hanya duduk terdiam tanpa bicara sama sekali. Entah lah aku juga nggak tau kenapa aku hanya diam saja waktu itu.
Ibu ku yang berada di samping ku pun hanya bisa melihat aku dengan iba dan mencoba menahan air matanya agar tak keluar.
Walau berat harus menahan tangisnya. Ibu mencoba untuk tegar di hadapan ku agar aku tak merasa tertekan dalam situasi ini. Dan menambah aku banyak pikiran jika aku melihat ibu meneteskan air matanya.
Setelah aku terdiam akhirnya aku pun tertidur di pangkuan ibu. Seperti aku sudah paham dan mengerti kalau aku akan lama tak bertemu dengan ibu nanti. Hingga aku tertidur dengan nyeyak dan nyaman di pangkuan ibu ku.
Beberapa jam kemudian akhirnya aku pun sampai di rumah sakit, dimana aku akan tinggal disini sampai aku kembali pulih dan bisa melakukan aktivitas ku seperti orang - orang pada umumnya.
__ADS_1
Ibu lalu memelukku dengan erat dan seperti tak ingin melepaskan aku berada disini. Kemudian dilanjut ayah memelukku, dan dilanjutkan lagi kakak pertama dan seterusnya seperti itu sampai orang yang mengantarku telah selesai memelukku.
Aku di bawa oleh suster dan dokter ke ruangan yang nantinya akan menjadi tempat aku tinggali.
Di sepanjang jalan banyak sekali orang - orang atau pasien - pasien yang berada di rumah sakit ini dari mulai anak - anak, remaja dan orang dewasa pun banyak sekali mengalami hal yang sama seperti ku.
Dan tentunya berbeda penyebabnya. Walau bisa saja diantara mereka mengalami masalah yang sama yang ku alami ini.
Hingga akhirnya aku pun sampai di sebuah ruangan. Yang bisa ku simpulkan adalah ruangan yang akan aku gunakan dan menjadi tempat tinggal ku sementara.
kemudian dokter pun memeriksa kondisi ku dan memberi tahukan suster supaya memberikan ku obat. Aku pun meminum obat yang diberikan oleh suster itu dan tak lama setelah itu aku pun terlelap dalam tidur ku.
__ADS_1
Lalu dokter dan suster pun meninggal kan aku di ruangan yang ku tempati ini. Dan tak lupa menutup pintu agar pasien - pasien lain tak menggangu tidur ku.
Sementara dirumah ku putri kecil ku tak henti - henti nya menangis ingin melihat aku dan ingin dipeluk atau digendong oleh ku. Hingga keluarga ku nggak bisa berbuat apa - apa lagi. Karena sudah banyak bujuk rayu agar putri ku tak menanyakan aku lagi.
Namun, sayang itu sepertinya tak akan bisa terjadi. Karena putri ku sudah tak bisa menahan keinginannya itu. Hingga akhirnya mereka pun pasrah membiarkan putriku menangis sampai ia berhenti menangis dengan sendirinya.
Dan akhirnya putri ku pun terlelap dalam tidurnya karena sudah terlalu lama menangis dan mungkin sudah lelah juga menangis hingga tak bisa menahan rasa kantuknya itu.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1