
Mimpi itu kini membuat aku semakin merenungkan diri dan tak ingin berbicara pada siapa pun. Termasuk perawat yang bertanya pada ku.
Dan aku kini seperti orang yang nggak bernyawa karena aku diam tanpa bergerak atau bergeser sama sekali dari posisi ku saat ini.
Perawat itu akhirnya menyerah karena aku tak kunjung menjawab pertanyaan dan ucapannya itu. Dan kemudian perawat itu pergi meninggalkan aku sendiri di ruangan ku ini.
Disinilah aku sendiri di tempat tidur ruangan ku yang sudah beberapa bulan ku tempati. Aku pun termenung sendiri mengingat nasib yang ku terima dari usia sekolah ku sampai saat ini.
Saat di mana aku mengalami titik terendah dan tak tau harus berbuat apa. Karena aku masih memikirkan hal itu terus menerus. Hal yang membuat aku semakin tertekan dan akhirnya mengalami gangguan kejiwaan.
Mimpi itu pun, aku pikirkan dan aku ingat kembali kejadian demi kejadiannya. Sampai akhirnya emosi ku kembali muncul.
__ADS_1
Dan aku langsung melempar benda - benda yang ada di sekitarku seperti bantal, selimut dan sampai tempat tidur pun hampir ku lempar.
Setelah semua benda berantakan di mana - mana aku lalu tertawa terbahak-bahak. Kemudian menangis tersedu - sedu. Dan akhirnya berteriak - teriak histeris.
Sampai aku merasa lelah dan letih telah meluapkan emosi ku. Yang tak bisa di hiraukan lagi akhirnya aku tertidur dengan sendirinya.
Hingga pagi hari pun tiba. Sudah lama sekali aku tertidur setelah aku meluapkan emosi ku beberapa jam yang lalu.
Kini suasana hati ku kembali normal dan aku lalu melihat sekelilingku. Barang - barang berserakan di mana - mana. Ruangan ku seketika menjadi ruangan yang tak layak di tinggali oleh siapa pun.
Setelah benda - benda itu berada di tempat semula. Perawat pun mulai membuka pintu dan tak lupa ia menyapa ku terlebih dahulu. Seperti yang ia lakukan selama ini pada ku.
__ADS_1
Makanan pun aku terima darinya dan aku mulai memakannya. Serta aku pun mulai menjawab pertanyaan dari perawat itu.
Obat kemudian di berikan pada ku setelah aku selesai makan. Tak menunggu lama obat itu akhirnya aku minum.
Dan kini perawat itu pun membiarkan pintu terbuka tanpa menutupnya. Yang membuat pertanda bahwa aku tak akan di kunci lagi di ruangan ku dan aku bebas keluar masuk ruangan ku.
Kesempatan itu pun aku terima dengan baik. Aku mulai melangkahkan kaki keluar dari ruangan ku. Dan ku lihat ke sekeliling ku yang dimana aku pun melihat pasien - pasien lain yang berada di rumah sakit ini.
Aku lalu duduk di bangku taman rumah sakit. Merenungkan apa yang harus aku lakukan. Apakah aku akan tetap berada di titik termenung ini dan tak ingin maju untuk kesembuhan. Atau semangat untuk menuju kesembuhan.
Hingga akhirnya aku putuskan agar aku bisa segera sembuh dari kejiwaan ku ini. Aku bertekad ketika aku telah sembuh nanti aku akan mencari cara agar aku bisa mencari keberadaan putra ku dan nanti akan aku ambil kembali putra ku dari orang - orang itu. Dan aku pun akan menjalankan hidup bersama kedua anak ku nanti.
__ADS_1
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸