
Dua bulan kemudian dan ini merupakan bulan yang paling di tunggu bagi aku dan suami ku. Dimana kami pun terlihat sibuk menyiapkan kelahiran bayi yang ada di rahim ku ini.
"Sayang, baju kamu dan bayi udah aku siapkan di dalam tas sama keperluan lainnya. Jadi nanti kalau kamu udah waktunya ngelahirin aku ngga perlu terlalu sibuk untuk nyiapin keperluan yang kamu butuhkan." kata suami ku yang perhatian dan pengertian ini.
"Hem, ia sayang makasih" jawabku pada suami ku itu. Tak lupa juga memberikan senyum manis ku kepadanya.
Ia pun langsung menjawab dengan senyuman saja sebagai respon dari nya itu.
Pembicaraan kami pun berhenti. Kini putri ku mulai begitu antusias saat ia akan segera bertemu dengan adiknya yang sebentar lagi lahir.
Dua hari setelah obrolan itu dan antusias putriku. Saat ingin memejamkan mata di malam hari rasa sakit pun ku rasakan yang mana itu merupakan tanda jika bayi ku akan segera keluar.
"Sayang bangun, sakit banget sayang aku kayanya mau ngelahirin" kata ku yang membangunkan suamiku.
Sontak seketika ia pun mulai mencari kesadarannya karena di bangunkan secara tiba - tiba. Namun setelah kesadarannya kembali dengan sepenuhnya. Ia mulai mengambil kebutuhan yang dibutuhkan aku dan bayinya itu.
Setelah di pastikan tak ada yang tertinggal ia pun langsung membawa aku ke klinik terdekat.
Namun sebelum itu, ibu pun terbangun dan merasa panik, takut terjadi sesuatu kepadaku hingga akhirnya ibuku pun ikut menemani kelahiran bayi kedua ku ini.
__ADS_1
Diperjalanan tak henti - hentinya aku meringis kesakitan setiap kontraksi itu datang dengan durasi yang sangat dekat.
Rasa sakit itu pun, ku berikan kepada suamiku yang suka rela memberikan tubuhnya untuk membagi rasa sakit yang ku alami saat kontraksi itu datang. Aku pun membuat anggota tubuh suamiku merasa sakit karena gigitan, cakaran dan cengkraman yang kuat saat aku merasakan kontraksi yang bertubi - tubi itu.
Ketika sampai di klinik. Aku lalu dibawa keruang persalinan dan disinilah aku yang kini telah siap melahirkan bayi keduaku ini.
Karena setelah dokter melihat pembukaan sudah hampir sempurna hanya tinggal menunggu beberapa menit saja. Bayi pun sudah bisa dilahirkan yang akan mendapatkan kehidupan baru. Yang entah kehidupannya akan baik atau malah sebaliknya.
Saat kontraksi itu datang. Setelah beberapa menit dokter pun kemudian mengecek kembali. Dan setelah di cek ternyata sudah masuk pembukaan sempurna.
Dokter lalu siap memberikan instruksi dan pengarahan agar aku menuruti perkataannya.
Aku pun hanya meresponnya dengan menganggukkan kepala.
"baik sekarang ibu tarik nafas lalu setelah itu ibu mengejan ya" kata dokter lagi.
"iya dok" kata ku singkat.
"Tarik nafas, terus mengejan Bu"
__ADS_1
"baik Bu sekali lagi tarik nafas mengejan"
Setelah beberapa kali mengejan akhirnya bayi kedua ku pun lahir.
Oek... oek..oek...
Lalu aku pun sempat tak sadarkan diri beberapa menit setelah melahirkan bayi ku.
Ketika aku terbangun ada sosok perempuan asing yang berada di dekat sisi ranjang yang ku tempati. Dan di situ juga ada suami ku.
Lalu suami ku pun memberikan ku sebuah surat yang entah apa aku pun nggak tau isi surat itu.
"Buka lah itu untuk kamu dan aku juga ingin kamu membaca dan memahami dengan baik isi surat ini." kata suami ku.
Dibukalah perlahan surat yang ku pegang itu. Tapi selah ku buka hal mengejutkan terjadi kepada ku. Hal yang tak pernah ku bayangkan kini malah terjadi begitu saja kepadaku.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1