Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Jangan Melamun


__ADS_3

"Ya ampun, ya ampun siapa sih. Bikin kaget aja." Dengan reflek putri ku pun langsung berkata seperti itu.


"Makannya jangan melamun, ntar kesambet baru deh tahu rasa." kata seseorang yang menjawab ucapan putri ku.


"Eh... kamu Sin ko bisa ada di sini. Tadi pas aku liat nggak ada siapa - siapa, ko bisa muncul begitu aja sih." kata putri ku menjawab ucapan seseorang itu yang ternyata itu adalah suara Sinta temannya.


"Ya bisa dong aku gitu loh" jawab Sinta dengan percaya diri membanggakan dirinya pada putri ku.


Dan dengan malas putri ku malah memutarkan bola matanya karena mendengar jawaban dari Sinta itu. Lalu berucap untuk menjawab ucapan Sinta.


"Iya in aja lah biar nggak panjang" kata putri ku sengaja berkata seperti itu pada Sinta.


"Panjang juga nggak papa kali" kata Sinta langsung menjawab ucapan putri ku.

__ADS_1


"Oh iya Sin kamu ke sini sama siapa terus mau ngapain? soalnya udah lama loh kamu nggak dateng ke sini." kata putri ku bertanya pada Sinta.


"Coba tebak aku kesini sama siapa dan mau ngapain?" kata Sinta bukannya menjawab ucapan putri ku ia malah bertanya balik pada putri ku.


"Ya mana aku tau lah Sin kamu ke sini sama siapa dan mau ngapain, makannya tadi aku tanya. Gimana sih kamu ini." kata putri ku tak habis pikir dengan yang di ucapkan oleh Sinta padanya.


"Ko kamu jadi sensian amat sih. Apa karena tadi aku ngagetin kamu kali ya, makannya jadi kaya gini sikap nya ke aku." kata Sinta malah menyimpulkan sikap putri ku yang kurang baik terhadapnya.


"Ih kamu ya ada - ada aja sih. Aku kan cuman jawab ucapan mu itu, ya aku jawab kaya gitu. Terus kalau jawabannya bukan kaya gitu. Aku harus kaya gimana jawabnya?" kata putri ku menjawab ucapan Sinta.


"Hem... iya deh maaf" kata putri ku mencoba mengalah untuk menuruti keinginan Sinta.


Lalu setelah putri ku mendengar jawaban yang diingkan Sinta, ia pun kini mulai mencoba bertanya pada Sinta dengan suara yang sengaja ia buat selembut mungkin.

__ADS_1


"Em... Sin kamu ke sini sama siapa? terus mau ngapain ke sini. ada perlukah sama aku sampai dateng ke rumah." kata putri ku dengan suara yang lemah lembut tak seperti yang tadi.


Hingga membuat Sinta pun ingin tertawa mendengar suara yang keluar dari bibir putri ku itu.


"Hahaha... hahaha... kamu lucu banget sih. Bicaranya kaya gini jadi pengen cubit deh pipinya. Gemes banget sih. Ah... gemesnya." kata Sinta dengan tertawa keras sambil mencoba untuk mencubit pipi putri ku.


Namun, sebelum Sinta mencubit pipi putri ku, Putri ku pun langsung dengan reflek menyingkirkan tangan Sinta yang udah hampir dekat dengan pipinya.


"Ih... kamu Sin apaan sih. Ko malah ingin cubit pipi aku. Ntar kalau merah gimana?" kata putri ku yang protes pada Sinta.


"Tenang kali aku nggak jadi kan cubit pipi mu itu. Jadi kamu nggak usah khawatir nanti pipinya merah." jawab santai dari Sinta untuk putri ku.


"Ya kan maksud aku itu tadi pas waktu kamu mau cubit pipi aku. Bukan pas kamu udah aku larang buat cubit pipi ku. Ih... kamu ya." kata putri ku menjawab ucapan Sinta dengan sedikit mengeraskan suaranya.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2