
Dan tanpa di duga putri ku malah langsung berlari masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan ibu ku yang melihat kelakuannya dengan mata melotot sempurna tanda bahwa ia terkejut atas perilaku putri ku itu.
Sampai di mana ibu pun, mulai tersadar dari terkejutnya itu dan langsung mengikuti langkah putri ku menuju kedalam rumah ku.
"Sayang jangan lari - lari nanti kamu jatuh" suara ibu ku memberitahukan putri ku untuk tak lari.
"Nggak akan nek aku nggak akan jatuh, jadi nenek tenang aja." sahut putri ku menjawab ucapan ibu ku itu.
"Ya tetep aja sayang nanti kalau jatuh gimana?" kata ibu lagi pada putri ku.
"Itu berarti aku bakalan jatuh nek. Hehehe... Iya deh nek aku nggak akan lari lagi." kata putri ku menjawab ucapan ibu ku.
"Nah itu baru bener" kata ibu yang kini sudah hampir sama langkahnya dengan langkah putri ku itu.
Hingga akhirnya langkah mereka berdua berhenti tepat di depan pintu rumah ku. Lalu di bukanya pintu itu setelah kuncinya ibu buka barusan.
__ADS_1
Ceklek...
Pintu pun terbuka cukup keras karena dorongan putri ku yang ingin cepat masuk kedalam rumah.
"Ya ampun sayang kamu yah bikin nenek kaget" kata ibu ku karena ia mendapatkan dorongan dari putri ku.
"Maaf nenek tapi aku harus buru - buru karena aku nggak mau kakek tungguin aku nya terlalu lama. Dah nek aku langsung ke kamar ya." kata putri ku pada ibu ku sambil berlari menuju kamarnya, setelah ia selesai berbicara pada ibu ku.
"Hem" kata ibu ku yang hanya menjawabnya dengan deheman saja sambil tak lupa ia pun menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan tingkah putri ku.
"Ckckck... putri mu Risna dia ada - ada aja tingkahnya." kata ibu berbicara pada dirinya sendiri.
"Hem... duduk dulu bentar kali ya. Sebelum mandi juga." kata ibu ku lagi.
Setelah ibu mendudukkan dirinya ia pun mulai termenung dan memikirkan setiap kejadian demi kejadian yang terjadi hari ini.
__ADS_1
Hari dimana ia melihat dan menyaksikan tingkah putri nya yang harus mengalami gangguan kejiwaan lagi.
Setelah sekian lama di nyatakan sembuh tapi siapa yang tau hanya karena melihat orang yang menyebabkan nya mengalami gangguan kejiwaan sekilas. Kini aku malah mengalami kejiwaan lagi.
Rasa sedih tak pernah lepas dari ibu ku. Walau saat ini ia berusa tegar. Namun siapa yang tau bahwa hatinya selalu ingin menangis melihat semua penderitaan aku sebagai putri nya ini.
"Risna ibu mohon cepat lah sembuh, jangan terlalu lama kamu terbelenggu dengan rasa takut mu itu nak. Ibu mohon lawan lah semuanya kamu pasti bisa nak. Ibu, ayah dan putri mu pasti akan selalu ada untuk mu. Berjuang lah nak untuk kesembuhan mu." kata suara hati ibu ku untuk ku.
Tapi di balik semua itu, ibu nyatanya tak bisa menahan lagi untuk mengeluarkan air matanya saat ini.
"Hiks... hiks... hiks..."
ini lah suara tangisan ibu yang keluar begitu saja disaat suara hatinya ia keluarkan. Ia bahkan sampai tak peduli jika tangisnya saat ini di dengar oleh orang lain, termasuk oleh putri ku.
Next Episode...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸