
Tak ada jawaban sama sekali yang aku keluarkan untuk mereka. Malah aku semakin berteriak sakit.
"Argh... argh... sakit argh... argh... sakit"
Sampai dimana suara teriakan ku semakin kecil dan akhirnya aku pun tak sadarkan diri.
"Ris...na... Risna... bangun sayang bangun. Yah... Risna yah Risna." teriak ibu memanggilku sambil memberitahukan juga pada ayah ku.
"Risna bangun nak, jangan seperti ini bangun nak." kata ayah yang ikut panik.
"Mah... mamah bangun mah" kata putri ku memanggil ku juga.
"Yah kita harus bawa Risna ke rumah sakit yah, ibu takut Risna kenapa - kenapa." kata ibu mencoba menyarankan agar aku di bawa kerumah sakit pada ayah.
"Iya bu" kata ayah singkat.
Setelah itu tanpa pikir panjang lagi aku pun mulai di bawa ibu dan ayah ku serta putri ku pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Bahkan di perjalanan menuju ke rumah sakit pun air mata ibu dan putri ku tak henti - henti nya menetes.
Sementara ayah ia masih tetap tegar tak mengeluarkan air matanya. Namun, walau seperti itu, tapi nyatanya ia pun sama ingin meneteskan air matanya karena tak kuasa melihat keadaan ku seperti ini.
Tetapi ia mencoba menahannya. Jika ia juga mengeluarkan air mata lalu siapa yang akan menenangkan ibu dan putri ku untuk membuat mereka tak meneteskan air matanya lagi.
"Udah bu jangan nangis, Risna pasti tak akan kenapa - kenapa. Ia pasti baik - baik saja." suara ayah yang mencoba menenangkan ibu ku.
"Cucu kakek juga jangan nangis ya, Mamah pasti baik - baik aja." kata ayah ku pun mencoba menenangkan putri ku.
Di perjalanan hanya kata - kata yang hampir mirip seperti itulah yang selalu di lontarkan ayah untuk ibu dan putri ku.
Keadaan semakin tak menentu saat tadi aku di tangani namun saat ini aku masih tak membuka mata ku.
"Yah Risna yah, dia pasti baik - baik aja kan yah hiks... hiks... hiks..." kata ibu pada ayah ku sambil di iringi isak tangis.
"Iya bu, Risna pasti baik - baik aja" kata ayah menjawab ucapan ibu.
__ADS_1
Hening tak ada yang bersuara lagi. Sampai dimana mereka bertiga pun menunggu aku tersadar cukup lama.
Karena aku baru tersadar sekitar tiga jam lamanya. Bahkan ketika sadar pun aku masih orang yang kebingungan dan tatapan ku kosong.
Seperti halnya aku hidup namun seperti orang mati. Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari ku.
Walau dokter yang menangani ku bertanya tentang apa yang saat ini ku rasakan pun aku tak menjawabnya sama sekali.
Saat dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Saat itulah ibu dan ayah mulai bertanya mengenai keadaan ku saat ini.
"Dok, gimana keadaan putri saya?" kata ibu yang mulai bertanya pada dokter.
"Iya dok bagaimana keadaan putri saya?" kata ayah pun sama.
"Sebaiknya ibu dan bapak ikut saya ke ruangan saya. Nanti akan saya jelaskan lebih jelas lagi mengenai kondisi putri bapak dan ibu saat ini. Mari bu pak ikut saya." kata dokter menjawab ucapan ibu dan ayah ku.
Lalu ibu dan ayah pun langsung mengikuti langkah dokter menuju ruangnya. Tetapi sebelum itu mereka berdua berbicara terlebih dahulu pada putri ku untuk menunggu mereka di depan ruangan ku.
__ADS_1
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸