Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Rasa Takut


__ADS_3

Hingga tak terasa malam pun tiba. Dan aku baru membuka mataku ini. Sangat panjang sekali aku tertidur.


Entah apa yang membuat aku bisa tertidur sampai malam seperti ini. Apa ini karena aku terlalu takut menghadapi kenyataan yang ku alami.


Sampai aku tak ingin bangun cepat dari tidurku. Atau emang ini karena aku terlalu lelah dengan hari yang ku alami saat ini.


Aku juga nggak tau sama sekali. Padahal ini adalah hal yang ku alami tapi aku seperti orang yang tak tau sama sekali.


Aneh bukan. Pasalnya ini adalah pengalaman ku sendiri dan yang merasakan juga aku sendiri tetapi aku malah jadi orang yang tak tahu apa - apa yang ku rasakan.


Apa ini karena aku terlalu sock dengan kenyataan ini. Dan aku masih teringat soal kejadian tadi sampai - sampai aku seperti orang yang bodoh.


Layaknya saat ini ketika ibu ku bertanya padaku yang penasaran sama apa yang membuat aku sampai mengabaikan ucapannya tadi.

__ADS_1


Aku sama sekali nggak fokus sama apa yang di tanyakan ibuku. Sampai - sampai ibuku bertanya apa kepadaku dan aku juga menjawabnya lain dari apa yang di pertanyakan.


Seperti pembicaraan yang tak akan selesai dan ucapannya semua tak ada yang benar dan nyambung.


Ini sudah membuat ibu ku semakin khawatir dengan jawaban ku dan perilaku yang ku tunjukki.


Ibu khawatir kalau sakit kejiwaan ku kembali lagi. Setelah satu tahun lamanya aku berjuang untuk sembuh dari penyakit itu.


Bahkan ibu sampai menitikkan air mata karena rasa takut itu. Berbeda dengan ayah, ia tak menunjukkan rasa takutnya. Melainkan hanya diam menanggapi ini semua dengan tenang.


Dan sorot matanya yang seperti menahan rasa kesedihan dan ketakutan. Nampak jelas terlihat oleh ku. Tapi aku menghiraukan perlakuan ibu dan ayah ku.


Jahat bukan padahal mereka berdua sudah begitu khawatir pada ku sampai menjukkan kekhawatirannya dengan hal yang berbeda.

__ADS_1


Tapi aku begitu takut untuk bercerita mengenai apa yang ku alami saat ini. Aku takut orang tua ku memarahi ku karena nggak teliti saat menerima panggilan kerja tanpa melihat kejelasannya dulu.


Rasa takut ku ini bukannya membuat aku tenang malah membuat aku semakin tertekan. Apalagi melihat air mata ibu yang menetes tanpa henti.


Hingga akhirnya aku buang rasa takut itu. Dan mulai menceritakan semua yang ku alami tadi ketika aku berada di ruangan orang itu.


Saat ku telah selesai menceritakan kejadian itu. Aku sangat khawatir melihat raut wajah kedua orang tuaku yang tanpa ekspresi sama sekali.


Dan bibir mereka seperti terkunci untuk merespon apa yang telah aku ceritakan. Sampai beberapa menit kemudian akhirnya ada juga ucapan yang mereka ucapkan pada ku.


Tak jauh dari mereka merasa sangat - sangat sedih dan marah menjadi satu perpaduan yang di rasakan oleh mereka saat ini. Sedih karena melihat aku yang menjadi korbannya.


Dan marah kepada orang yang menjadi pelaku nya. Karena di saat putri mereka ingin mencari uang untuk bisa memenuhi kebutuhan putri nya. Malah di manfaatkan oleh orang yang seperti itu. Ingin sekali rasanya mereka melaporkan perbuatan orang itu terhadap putri mereka. Tapi bukti apa yang mereka akan tunjukan. Sedangkan mereka tak memiliki bukti sama sekali.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2