Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Merasa Bosan


__ADS_3

Ayah ku pun terdiam sesaat memikirkan alasan bagaimana menjawab ucapan putri ku. Sampai akhirnya ibu ku pun mulai menjawab ucapan putri ku.


"Oh ini karena tadi nenek keinget soal mamah mu yang lama bangunnya nak, hingga akhirnya nenek terus mengeluarkan air mata nenek ini."


"Oh seperti itu nek, nenek jangan nangis lagi ya, kata kakek barusan mamah baik - baik aja. Jadi nenek jangan nangis ya."


"Iya nak" ucap ibu ku dengan singkat.


Kini ibu ku mulai merasa bersalah karena tanpa di duga ia pun melakukan hal yang sama seperti ayah ku yang menutupi keadaan ku ini.


"Kek nek apa kita bisa liat mamah sekarang. Aku udah nggak sabar ingin liat mamah. Boleh kan nek kek." kata putri ku yang ingin melihat keadaan ku.


"Em... itu, bentar deh ya. Kakek tanyain dulu ke dokternya?"


"Kenapa harus di tanyain dulu kek?"


"Ya karena kakek tadi lupa nggak tanyain soal ini ke dokternya."


"Oh gitu, ya udah kek tanyain dulu aja ke dokternya."

__ADS_1


"Iya bentar kakek pergi dulu" kata ayahku sambil melangkahkan kaki pergi untuk menemui dokter.


Sementara putri ku hanya menjawabnya dengan anggukan kepala saja.


Di perjalanan kini ayah ku mulai pusing dan bingung harus mencari alasan apa agar cucunya tak memaksa ingin menemui ku saat ini.


Yang sebenarnya tadi ia berbohong bahwa ia belum bertanya boleh atau tidak melihatku. Karena kenyataannya baik ibu maupun ayah atau siapa pun di larang oleh dokter menemui ku saat ini.


Karena katanya dokter takut bahwa aku akan histeris lagi ketika melihat dan menemui seseorang untuk saat ini.


"Bagaimana ya aku memberikan alasan buat cucuku? aku bingung alasan yang tepat buat cucuku itu." kata ayah yang saat ini sedang kebingungan.


Cukup lama ayah ku mencari alasan yang tepat itu untuk putri ku. Hingga putri ku pun mulai merasa jenuh menunggu kakek nya kembali menemui ia dan nenek nya.


"Nenek juga kurang tau, mungkin seperti yang kamu katakan itu."


"Oh aku kira nenek tau kakek lama karena apa?"


"Nggak nak nggak tau. Mungkin bentar lagi juga kesini."

__ADS_1


"Iya kali ya nek" kata putri ku menjawab ucapan ibu ku.


"Hem" kata ibu hanya menjawabnya dengan deheman saja.


Beberapa saat kemudian terlihatlah ayah ku dari kejauhan yang akan menghampiri putri ku dan ibu ku.


"Itu kayanya kakek deh nek, iya nggak nek itu kakek." kata putri ku sambil menunjuk ayah ku yang sedang berjalan dari kejauhan.


"Mana nak" kata ibu yang melihat arah telunjuk tangan putri ku.


"Itu nek" kata putri ku lagi sambil memperjelas perkataan dan tunjukkan nya itu.


"Oh itu, iya deh nak kayanya kakek" kata ibu yang sudah melihat ayah ku.


"Benerkan nek itu pasti kakek"


"iya nak" jawab ibu singkat.


Sampai di mana kini ayah telah berada tepat di hadapan ibu dan putri ku. Lalu ia pun ingin berucap sesuatu namun, malah terdengar suara putri ku yang keluar lebih dulu dari ucapan ayah ku.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2