Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Terlihat Lega


__ADS_3

"Cukup jangan kalian coba terus menerus berbohong pada ku dan jangan langkahkan kaki kalian untuk mencoba mendekati ku dan mengambil bayi ku lagi. Pergi... menjauh lah dari ku. Aku tak ingin berada di dekat orang - orang yang nanti nya akan mengambil bayi ku kembali dari ku."


"Baik lah kami tak akan melangkah kan lagi kaki kami. Tapi bolehkah kami melihat bayi mu."


"Tidak dan tidak akan ku biarkan kalian melihat bayi ku. Dia hanya milikku dan tak ada yang boleh mengambil atau melihatnya selain diri ku."


"Kenapa? apa karena kami terlihat seperti orang jahat menurutmu, sampai kami tak di perbolehkan melihat bayimu."


Saat mendengar perkataan perawat itu aku sempat berpikir sejenak sambil melihat semua orang yang ada di sana.


Dari ujung kaki sampai atas kepala dan dari satu orang ke orang lainnya. Mata ku ini melihat mereka dengan teliti.


Mereka semua yang di lihat oleh ku sama - sama terdiam. Menunggu reaksi yang akan aku keluarkan untuk mereka.


Setelah aku melihat dan mengamati mereka semua.


"Bagaimana jawabanmu? apa kami ini terlihat seperti orang jahat?" kata perawat itu lagi pada ku setelah cukup lama ia menunggu jawaban ku.


Aku yang mendapatkan pertanyaan dari perawat itu dengan spontan menggelengkan kepala ku.


Pertanda bahwa aku menjawab ucapannya kalau mereka bukan lah orang jahat menurut ku.

__ADS_1


Walau aku tak terucap kata tidak, bukan, dan nggak sebagai jawaban atas pertanyaan perawat itu.


Namun, perawat itu dapat mengartikannya sendiri bahwa jawaban ku adalah tidak menganggap mereka jahat.


Dengan jawaban yang pasti itu. Perawat pun berkata kembali pada ku.


"Jadi bolehkah kami melihat bayi kecil mu yang lucu ini."


Aku lalu menganggukkan kepala ku sebagai jawabannya.


Saat perawat itu mendapatkan jawaban dari ku. Semua orang yang ada di ruangan ku terlihat lega. Karena pada akhirnya aku luluh dengan sikap penuh kehati - hatian perawat itu berbicara pada ku.


Sebelum perawat itu melangkah kan kaki mendekati ku. Ia pun bertanya pada ku.


Aku tak langsung menjawab ucapan perawat itu. Karena aku mencoba untuk mengingat - ingat jenis kelamin bayi ku.


Setelah aku mengingat nya aku langsung memberitahu perawat itu.


"Laki - laki ya laki - laki"


"Jadi bayi mu laki - laki"

__ADS_1


"Iya"


"Pasti bayimu tampan atau bahkan sangat tampan. Saya jadi tak sabar ingin melihatnya lebih dekat."


"Dia sangat tampan apalagi jika dia tertidur lelap seperti ini." kata ku pada perawat itu sambil melihat tangan ku yang aku bayangkan ada bayi sedang tertidur di sana.


Senyum dari wajah ku terbit tanpa di minta. Melihat bayi dalam hayalan ku tertidur dengan lelap nya.


"Sepertinya saya harus perlahan - lahan mendekatimu agar saya tak membangunkan bayi mu."


"Ya itu memang seharusnya"


"Hem"


Perawat itu juga memberikan arahan untuk rekan kerjanya sesama perawat untuk maju mendekati ku saat aku kini sibuk berbicara dengannya.


Dia yang mendapatkan arahan seperti itu dengan sigap langsung bersiap untuk memberikan ku obat penenang.


Walau saat ini aku terlihat bisa mengendalikan diri ku. Tapi mereka tak bisa menjamin setelah ini apa yang bisa aku lakukan.


Maka dari itu alangkah baiknya saat ini aku di berikan obat penenang untuk menghindari hal - hal yang nanti nya bisa membuat aku sulit untuk di kendalikan kembali.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2