
"Maaf mamah, aku nggak bermaksud buat mamah kenapa - kenapa. Tadi aku hanya takut aja mamah tinggalin." kata putri ku meminta maaf pada ku.
"Ya kan nggak harus di tarik - tarik juga dong tangan mamahnya." kata ku yang tak habis pikir dengan jawaban yang di ucapkan putri ku itu.
"Iya mamah maaf. Aku janji nggak akan ulangi lagi." kata putri ku pada ku.
"Iya mamah maafin. Tapi jangan di ulangi lagi." kata ku menjawab ucapan putri ku dan memaafkan kesalahan putri ku.
"Iya mamah" kata putri ku menjawabnya singkat.
Lalu kami berdua pun melangkah kan kaki menuju meja makan.
"Lah mah, ko ke sini sih. Nggak langsung pergi aja." kata putri ku setelah kami berada di meja makan.
"Emangnya kamu nggak laper gitu nak. Sarapan dulu baru nanti berangkat." kata ku pada putri ku itu.
__ADS_1
"Laper sih mah. Tapi aku udah nggak sabar pingin langsung berangkat aja. Yuk mah berangkat sekarang. Nanti aja makanya sekalian jalan - jalan gimana?" kata putri ku mencoba memberikan usulan pada ku.
"Makan sekarang atau nggak jadi berangkat jalan - jalannya." kata ku yang tak ingin di bantah lagi ucapannya.
"Hem... iya deh iya aku makan sekarang" kata putri ku sambil mengambil makanan setelah ia menjawab ucapan ku.
Suasana pun menjadi hening. Hingga akhirnya kami berdua pun telah usai sarapan pagi. Lalu putri ku pun langsung dengan tergesa - gesa pergi ke dapur untuk mencuci piring yang udah aku dan dirinya gunakan tadi.
Beberapa menit kemudian putri ku pun telah berada tepat di hadapan ku dan tanpa menunggu lama ia pun langsung berucap pada ku.
"Mah yuk berangkat" kata putri ku pada ku.
"Berangkat pergi jalan - jalan lah mah, terus kemana lagi kalau bukan itu" kata putri ku yang mulai menunjukkan kekesalannya pada ku. Ketika aku menjawab ucapan putri ku yang berpura - pura lupa itu.
"Oh mamah kira berangkat kemana. Bentar lagi ya, perut mamahnya masih terlalu kenyang. Jadi susah kalau harus berjalan sekarang." kata ku menjawab ucapan putri ku sesuai dengan apa yang saat ini aku rasakan.
__ADS_1
"Ih... mamah mah gitu. Ya udah deh tapi sebentar ya. Jangan lama - lama." kata putri ku yang menunjukkan wajah kecewanya. Sambil mengingat kan ku agar tak lama.
"Hem..." kata ku menjawabnya dengan deheman saja.
Dan akhirnya aku pun bisa meredakan rasa kekenyangan ku itu. Sedangkan putri ku dari tadi terus saja tak henti - hentinya bertanya udah belum, udah belum.
Bahkan kata itu hampir setiap menit ia keluarkan pada ku. Hingga akhirnya membuat ku merasa kasihan juga dengan apa yang terus putri ku tanyakan pada ku itu.
"Nak, yuk berangkat mamah udah merasa lebih baik sekarang." kata ku langsung mengajak putri ku.
"Yuk mah. Tapi benerkan mah, mamah udah merasa lebih baik. Jangan sampai nanti mamah malah bicara kalau mamah masih merasa nggak enakan." kata putri ku memastikan kembali apa yang ku ucapkan itu pada putri ku memang benar adanya.
"Iya mamah udah lebih baik. Jadi berangkat nggak nih" kata ku menjawab ucapan putri ku dan langsung memberikan sedikit ancaman.
"Jadi dong mah" kata putri ku dengan singkat.
__ADS_1
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸