Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Membangunkan Tidur


__ADS_3

Semua itu hanya harapan ku saja. Karena sampai sekarang aku tak pernah melihat wajahnya walau sedetik pun itu.


Setelah aku memandang wajah putri ku aku pun mulai membangunkan nya. Karena hari sudah mau magrib. Hingga akhirnya aku mau nggak mau harus membangunkan tidur putri ku itu.


"Nak, bangun udah mau magrib. Ayo mandi dulu" kata ku membangunkan putri ku dengan memanggil nya.


Hening tak ada jawaban bahkan tubuh putri ku pun tak memberikan respon apa pun. Hanya terdengar suara dengkuran halus dari tidur putri ku itu.


Hingga akhirnya aku pun memanggilnya lagi dengan sedikit menggoyangkan salah satu lengan putri ku.


"Nak bangun" kata ku pada putri ku itu.

__ADS_1


Dan kali ini putri ku pun mulai sedikit menggerakkan tubuhnya. Perlahan demi perlahan kedua mata putri ku yang awalnya terpejam mulai membuka sempurna.


Di lihatnya sekeliling oleh kedua mata putri ku. Yang kemudian pandangan mata putri ku tertuju pada wajah ku. Lalu putri ku pun berucap.


"Iya mah, bentar lagi ya. Lima menit aja" kata putri ku malah meminta kebiasaannya itu. Tak kala aku membangunkan nya. Selalu saja kata lima menit itu terucap dari bibirnya.


"Nggak, sekarang nggak ada lima menit, harus cepat bangun udah mau magrib. Nanti di kamar mandinya ada hantu loh. Kalau mandinya di entar - entar." kata ku yang tak menyetujui keinginan putri ku. Malah aku menakut - nakuti agar putri ku cepat bangun dari tidurnya.


"Ya, jangan gitu dong mah. Tiga menit deh ya, boleh ya mah" kata putri ku memprotes ucapan ku itu. Dan ia pun mengurangi keinginannya jadi tiga menit.


"Hem... mamah jahat. Padahal kan aku cuman minta tambahan waktu nya gak lama. Tapi mamah malah tak menyetujuinya" sambil memasang wajah cemberutnya di akhir kalimat yang putri ku ucapakan itu pada ku.

__ADS_1


"Ih putri mamah yang cantik ini. Kalau lagi Pasang wajah kaya gini malah jadi jelek dan nggak cantik lagi." kata ku sengaja ingin menggoda putri ku.


"Ah... biarin jelek. Karena yang bikin aku jelek juga mamah jadi mamah yang harus di salahin disini." kata putri ku menjawab ucapan ku dengan nada yang masih cemberut.


"Oh ya karena mamah, berarti mamah. Mamah yang jahat dong sampai putri mamah sendiri aja bilang kaya gitu ke mamah." kata ku menjawab ucapan putri ku sambil sedikit membuat mataku berkaca - kaca agar putri ku tak marah lagi pada ku dan tentunya agar putri ku luluh lagi terhadap ku.


"Iya karena mamah, terus sama siapa lagi" kata putri ku kepada ku.


"Hik... hik... hik... Putri mamah udah nggak sayang lagi sama mamah. Sekarang mamah sendiri tak ada yang menyayangi mamah lagi. Hik..." kata ku yang mulai mengeluarkan air mata. Dan aku yakin setelah ini putri ku pasti akan luluh terhadap ku dan tak akan marah lagi padaku.


"Satu, dua, ti..." dalam hati aku pun mulai menghitung sampai manakah putri ku akan berucap untuk memaafkan kesalahan ku. Dan ternyata baru mau hitungan ke tiga putri ku pun berucap.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2