
Ketika aku larut dalam mengingat semua hal yang membuat aku tak terasa mengeluarkan air mata. Tanpa di minta air mata ini keluar dengan sendirinya.
"Hik... hik... hik..." suara tangisan ku yang tersedu - sedu tak kala mengingat cibiran orang terhadap status janda ku.
Walau ketika orang - orang itu menghinaku dan mencaci ku aku bersikap biasa aja. Tapi nyatanya aku pun rapuh tak kala sudah berada di kamar ku.
Perkataan yang telah menyakiti hati ku menusuk hingga ke relung hati ku. Dan akhirnya aku tak kuasa lagi menahan semua ketegaran ini.
Bohong jika aku tak marah tak kala orang - orang menghinaku dan mengatai ku. Tegar ketika berada di antara orang itu sangat sulit di lakukan.
Tetapi tak bisa menahan lagi ketika aku telah berada di kamar ku. Marah, kecewa, penyesalan dan berbagai rasa pun aku rasakan tak kala orang - orang menghinaku.
Bahkan tangisan ku pun bisa larut berjam - jam tiada henti mengingat tentang cacian orang - orang tentang status janda.
Tak ada yang minta memiliki status seperti ini. Tapi keadaan yang memaksa aku harus memiliki status janda.
Ketika aku sibuk dengan menangis ku itu. Terdengarlah sebuah suara.
__ADS_1
Tok... tok... tok...
Tiga ketukan suara di luar pintu kamar ku. Setelah ketukan itu berakhir terdengar lah suara seseorang memanggil ku. Ya, suara itu adalah suara putri ku.
"Ma... mamah" panggilan putri ku di balik pintu kamar ku.
Di saat itu lah aku dengan cepat menghapus air mata ku dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah ku agar tak terlihat bahwa aku telah menangis.
Setelah keluar dari kamar mandi. Aku pun mulai mengerjap - ngerjap kan mata ku agar tak ada lagi sisa air mata keluar dari mata ku ini.
Ketika terlihat mata ku di depan cermin yang sudah tak memerah. Aku pun mulai menyahuti panggilan putri ku.
"Mah buka pintunya aku takut mah" kata putri ku pada ku yang masih berada di luar pintu kamarku.
"Iya nak sebentar" kata ku sambil merapikan penampilan ku agar tak terlihat habis menangis.
Ceklek...
__ADS_1
Pintu pun akhirnya aku buka dengan sempurna. Menampilkan putri ku yang berdiri di depan pintu yang ku buka.
"Takut kenapa nak" kata ku setelah membuka pintu bertanya pada putri ku.
"Hem... itu... mah. Takut karena apa ya, nggak tau lah mah takut nya karena apa" kata putri ku yang membuat aku malah heran dengan jawaban dari putri ku itu.
Hampir saja air liur ku keluar tak kala putri ku memberitahukan perihal ketakutan yang dia maksud tapi malah membuat ku kaya orang bodoh.
Bagaimana tidak aku sampai memasang wajah keheranan bahkan bibir ku pun membuka saking herannya dengan jawaban yang keluar dari putri ku.
"Mah ko bengong sih" kata putri ku lagi yang tak mendapatkan respon dari ku.
"Eh... apa nak" kata ku yang kaget karena mendengar ucapan putri ku yang kedua.
"Ih mamah dari tadi aku bicara mamah malah nggak dengerin aku bicara. Ah... mamah mah gimana sih" kata putri ku yang malah mengomeli ku karena tak merespon ucapan nya dengan baik.
"Ya maaf. Mamah tadi aneh aja denger apa yang kamu ceritain ke mamah" kata ku menjawab apa adanya yang ku rasakan saat ini.
__ADS_1
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸