
Akhirnya Akbar dan Melati pun sampai di rumah baru mereka. Melati pun turun dari mobil dan sangat terpesona dengan rumah barunya.
"Wah bagus banget" ucap Melati.
"Rumah ini memiliki 4 kamar utama, 2 kamar tamu dan 1 kamar pembantu , rumah ini ada kolam renangnya dan tempat nge-gym. Jadi kamu bisa pakai sepuasnya" ucap Akbar.
Melati sama sekali tidak menghiraukan ucapan Akbar dan langsung masuk ke dalam rumah. Melati masuk ke dalam dan melihat seisi rumah. Rumah bak istana ini sangat pas dengan impian Melati selama ini. Rasanya keinginan Melati selama ini terwujud, rumah yang dia idam-idamkan akhirnya menjadi miliknya. Akbar tersenyum melihat Melati. Tiba-tiba datang 2 orang pembantu rumah mereka.
"Pagi bapak dan ibu" ucap Bi Inah.
Melati terkejut mendengarnya, mata Melati terbelalak karena mendengar ucapan Bi Inah yang membuatnya terganggu.
"Tunggu sebentar bibi panggil aku ibu, bibi kira aku udah tua apa? Emangnya gak bisa lihat yah, masih muda kayak gini malah dipanggil ibu" ucap Melati kesal.
"Maaf Bu" ucap Bi Inah.
"Dengerin yah panggil aku nona, aku pokoknya gak mau dengar lagi kalian panggil aku ibu" ucap Melati menegaskan.
"Baik non" jawab Bi Inah dan Pak Seno.
"Melati kamu harus jaga sopan santun kamu, apalagi sama Bi Inah" ucap Akbar.
"Iya tahu, aku cuman bilangin aja" jawab Melati dengan wajah sinis.
"Melati perkenalan, ini Bi Inah dan Pak Seno. Mereka berdua yang bertugas menjaga dan membersihkan rumah ini " ucap Akbar sambil menunjuk.
"Oh oke kalo gitu. Sekarang Pak Seno silahkan bawa barang-barang saya dan tuan Akbar ke kamar" ucap Melati.
"Baik non" ucap Pak Seno.
"Oh iya Akbar, aku mau tanya sama kamu" ucap Melati.
"Kenapa kamu mau tanya apa lagi, kamu mau tanya kenapa aku mau nikah sama kamu" ucap Akbar.
Melati terdiam dan langsung pergi meninggalkan Akbar.
~Malam hari~
Melati sedang berkaca dan sambil mengelus-elus perutnya.
"Anakku kamu tenang saja nak, ibu akan buat laki-laki itu bertanggung jawab atas kamu" gumam Melati sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
Tok tok ........
Melati terkejut, dan langsung menengok ke arah pintu.
"Siapaaa" ucap Melati.
"Maaf non, ini Bi Inah" jawab Bi Inah.
Melati lalu membuka pintu kamarnya.
"Ada apa bi?" tanya Melati.
"Makanan sudah siap non, tuan Akbar sudah menunggu Non Melati untuk makan malam" ucap Bi Inah.
"Iya sebentar lagi saya ke sana bi, oh iya Bi saya titip pesan sama bibi bilangin kalo nona Melati tidak ingin makan bersama tuan Akbar" ucap Melati.
"Baik non" ucap Bi Inah sambil mengangguk.
Bi Inah kembali ke dapur.......
"Melati mana Bi?" ucap Akbar.
"Non Melati bilang katanya non Melati tidak mau makan bersama tuan" ucap Bi Inah.
"Yasudah bi, sekarang bibi panggil Pak Seno yah kita makan sama-sama" ucap Akbar.
"Tidak usah Tuan bibi tadi sudah makan sama bapak" ucap Bi Inah.
"Sudah Bi tidak apa-apa, dan juga mulai sekarang bibi dan Pak Seno harus ikut makan malam ataupun sarapan yah. Anggap saja saya dan nona Melati adalah anak kalian" ucap Akbar.
"Tapi saya tidak enak dengan nona Melati Tuan" jawab Bi Inah.
"Bibi gak usah takut yah sama Melati dia tidak akan menerkam kok Bi. Pokoknya bibi dan Pak Seno harus menuruti apapun yang saya perintahkan" ucap Akbar.
"Baiklah Tuan" ucap Bi Inah sambil mengangguk.
Setelah makan Akbar lalu pergi ke kamarnya.
Akbar masuk ke kamar lalu menutup pintu kamarnya. Akbar lalu membalikkan badannya ke arah ranjang, Akbar terkejut melihat pesona Melati yang sedang tidur.
"Kenapa dia sangat cantik sekali saat tidur" gumam Akbar.
__ADS_1
Akbar lalu melangkahkan kakinya pelan-pelan menuju Melati agar tidak membangunkan Melati yang sedang tertidur pulas. Akbar lalu duduk di samping Melati dan menatap wajah Melati yang berseri itu. Rasa ingin di hati Akbar menyentuh wajah istrinya itu, tapi dia teringat akan kata-kata Melati yang sangat menyakitkan hatinya.
"Apakah sepertinya aku sudah mulai mencintai Melati" gumam Akbar.
Tiba-tiba tak disangka Melati bangun dan terkejut ketika melihat Akbar di depannya yang sedang menatapnya.
"Aaaa" teriak Melati terkejut.
"Eh kamu kenapa?" tanya Akbar.
"Kamu yang kenapa, kamu mau ngapain? Kamu mau cari kesempatan di saat aku tidur yah ngaku kamu" ucap Melati sambil memegang selimut di tepi ranjang.
"Tidak Melati, saya hanya menatap wajahmu saja" ucap Akbar menjelaskan.
"Menatap wajahku, dasar tidak sopan. Berani sekali kamu yah menatap wajahku, emangnya kamu siapa?" ucap Melati kesal.
"Saya ini suami kamu, kamu lupa?" jawab Akbar.
"Tapi aku tidak suka, sudah sekarang jangan dekat-dekat denganku" ucap Melati.
"Kalo saya tidak dekat dengan kamu, lalu saya akan tidur di mana" ucap Akbar.
"Yah terserah kamu lah, terus apa hubungannya sama aku. Sekarang gini aja deh kamu atau aku yang tidur di sini dan salah satunya harus tidur di kamar tamu" ucap Melati.
"Tidak ada yang akan tidur di kamar tamu" ucap Akbar.
"Yaudah lah terserah kamu saja banyak omong kamu ini, ganggu tidur aku lagi" ucap Melati sinis.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...................