
"Huekk.... Huekk...." Laura yang sudah hampir seminggu ini mengalami mual-mual saat pagi hari. Membuat dia sangat takut jika dirinya hamil.
"Sial. Kenapa aku sering mual-mual sih. Apa aku masuk angin yaa? Tapi..." Laura pun berlari menuju laci dimana dia meletakkan pembalut yang biasanya dia pakai saat menstruasi.
"Kok.... Masih utuh sih. Seharusnya kan bulan ini udah habis, paling gak sisa sedikit. Kalau masih utuh gini, berati aku gak datang bulan sudah ada 2 bulan lebih. Gak, mungkin ini cuma hormon aku aja, iya. Gak mungkin aku..." Laura nampak panik dan binggung. Tanpa berfikir lama dia langsung pergi ke apotik untuk membeli tespek.
Sesampainya di apotik Laura menghela nafas panjang sebelum dia keluar dari mobilnya. Laura menggunakan masker dan kacamata agar tak ada orang yang mengetahuinya.
"Selamat datang kak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya apoteker. Laura nampak melihat kanan kirinya untuk memastikan jika tak ada yang mengenalinya.
"Emmm, mbak. Saya mau beli alat untuk...." Laura sangat ragu dan malu untuk mengatakan.
"Alat apa mbk?" Tanyanya lagi.
"Alat untuk mengetes kehamilan mbak" Jawab Laura pelan.
"Ohhh, tespek?" Jawab pegawai apotik itu dengan nada kerasnya dan membuat semua orang yang ada disitu melihat kearah Laura.
"Mau yang murah apa mahal kak?" Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Dua-duanya mbak. Tolong cepat ya kak. Soalnya Mama saya sudah menunggu dirumah" Bohong Laura.
"Ohhh, untuk Mama kakak. Saya kira untuk kakak. Sebentar yaa kak saya ambilkan" Jawabnya. Tak lama kemudian barang yang dipesan Laura datang dan Laura membayar dengan cepat lalu berjalan pergi.
"Mbak... Mbak.... kembaliannya mbak..." Teriak pegwai itu tapi Laura tak membalikkan badannya dan lebih cepat jalannya.
"Sial... " Kesal Laura sambil membanting setir mobil nya. Laura pun menjalankan mobilnya. Sesampainya dirumah Laura langsung mengetes dengan menggunakan kedua alat itu. Betapa terkejutnya dia saat garis 2 yang snagat jelas terpampang nyata didepan matanya.
"Gak, gak mungkin ini terjadi. Ini pasti salah, iya salah" Kaget Laura. Kakinya sangat lemas sampai tubuhnya tak sanggup menahan dirinya lagi.
"Akaku harus bagaimana " Tangisan Laura pecah saat dia menyadari jika memang dia tengah hamil saat ini. Entah ini anak Alex atau bukan. Karna akhir-akhir ini dia dijadikan boneka pemuas untuk Alex dan teman-temannya.
***
"Kok mendadak?" Kaget Cinta.
"Kan, aku sedang cuti. Yaa, mending kita liburan aja. Lagian udah lama juga kita gak liburan juga kan?"
"Emmmm, terserah kamu aja sih. Aku ngikut aja" Jawab Cinta.
__ADS_1
"Kamu mau nya kemana? Luar kota apa luar negeri ?" Tanya Vian.
"Gak papa aku yang milih?" Tanya Cinta lagi.
"Gak papa. Justru aku sangat senang jika kamu yang menentukan sendiri. Berarti kamu merasa senang aku aja liburan" Jawab Vian santai.
"Senang kok. Aku selalu senang apapun itu asalkan sama kamu" Jawab Cinta.
"Yakin?" Tanya Vian lagi. Dan Cinta menganggukkan kepalanya.
"kalau gitu.... kita buat penerus Vian dan Cinta sekarang yuk" Goda Vian.
"Ihhh, apaan sih Vian " Tolak Cinta.
"Kan tadi katanya apapun itu asal sama aku kamu senang. Ini kan sama aku , berati kamu bohong sama aku" Goda Vian lagi.
"Gak gitu, maksud aku itu...."
"Gak gimana. Jelas-jelas kamu nolak aku kok. Iya kan?" Jawab Vian lagi.
__ADS_1
"Ahhj tau ahhh " Jawab Cinta dan langsung pergi meninggalkan Vian sendiri. Vian hanya bisa tertawa puas melihat istrinya yang tengah malu itu.
...****************...