
Melati pun akhirnya selesai merapikan kamarnya. Melati lalu pergi ke luar rumah untuk bersantai.
"Hmmm" ucap Melati sambil menikmati secangkir teh hangat buatan bi Inah.
~Di dalam kamar~
"Melati" ucap Akbar dari dalam kamar mandi.
Bagaimana mau mendengar Akbar, Melati saja sedang bersantai di luar.
"Melatiiiii" teriak Akbar.
Akbar merasa heran kenapa Melati tidak menjawabnya. Akbar kemudian memberanikan dirinya untuk keluar dari dalam kamar mandi dengan sangat pelan dia membuka pintu kamar mandi seperti maling.
Akbar terkejut karena Melati sudah tidak ada di kamar.
"Kenapa dia tidak memanggilku" ucap Akbar kesal.
Tapi Akbar tersenyum ketika melihat kamar mereka yang sangat rapi, bersih, dan wangi.
"Ternyata Melati rajin juga, walaupun ada bi Inah" gumam Akbar sambil tersenyum.
Akbar kemudian berpakaian rapi dan siap untuk pergi ke dokter bersama pak Seno. Akbar lalu ke luar rumah dan menghampiri pak Seno yang sedang merapikan kebun.
"Pak Seno, mari kita berangkat" ucap Akbar sambil mengancing jas nya.
"Baik tuan" jawab pak Seno.
Melati kebingungan melihat Akbar yang berpakaian rapi.
"Dia mau ke mana bukannya ini udah jam 10, dia mau ke kantor. Tapi kan pinggangnya lagi sakit" ucap Melati.
"Akbar......" teriak Melati.
Akbar tidak menjawab dan hanya menoleh saja ke arah Melati yang sedang duduk di teras rumah, lalu masuk ke dalam mobil. Pak Seno pun melajukan mobilnya.
"Lihat aja kamu Akbar, saat ini mungkin kamu sombong sama aku. Tapi nanti aku akan buat kamu jatuh ke pelukanku, dan bertanggung jawab atas anak yang ku kandung ini" gumam Melati sambil tersenyum sinis.
Melati lalu masuk ke dalam rumah, dan mulai menyusun rencana untuk menaklukkan hati Akbar.
~Siang hari~
Akbar pun akhirnya pulang dari dokter dan membawa kantong plastik kecil. Dia kemudian masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
"Aaaa" ucap Akbar sambil pelan-pelan merebahkan tubuhnya ke ranjang.
Tiba-tiba ponsel Melati berbunyi, Akbar kemudian menengok ke samping meja dan mencoba meraih ponsel Melati. Akbar lalu mengangkatnya, rupanya Ardha yang menelpon Melati.
__ADS_1
"Halo" ucap Akbar.
"Ini siapa yah" ucap Ardha.
"Saya Akbar suaminya Melati" jawab Akbar.
"Oh Akbar yah, Melati mana?" ucap Ardha.
"Melati sedang tidak ada di kamar" jawab Akbar.
Melati lalu masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponselnya. Melati terkejut melihat Akbar yang memegang ponselnya.
"Heiiii kau" teriak Melati yang mengejutkan Akbar.
Tak sengaja Akbar menjatuhkan ponsel Melati ke lantai. Amarah Melati semakin meronta-ronta.
"Berani-beraninya kamu menegang ponsel ku" ucap Melati.
"Maaf Melati saya tidak sengaja, saya hanya mengangkatnya karena ada yang menelpon" jawab Akbar.
"Kan kamu bisa manggil aku" ucap Melati kesal.
"Tapi kamu tahu kan keadaan saya sekarang" ucap Akbar.
"Halah jadi cowok kok manja banget, cuman jatuh dikit aja manjanya minta ampun. Apa susahnya sih cuman manggil aku aja, emang separarah apa sih? Apa harus sampai di operasi sampai-sampai manggil aku ja gak bisa" ucap Melati sinis.
"Emangnya kamu gak ada rasa bersalah sedikitpun sama saya?" tanya Akbar.
"Pantas? Melati kamu ini memang benar-benar orang yang sangat egois" ucap Akbar.
"Emangnya aku perduli hahahaha" jawab Melati sambil tertawa. Lalu keluar meninggalkan kamar.
Saat keluar kamar Melati lalu menyadari perbuatannya.
"Apa yang kulakukan, seharusnya aku harus berpura-pura bersikap baik padanya agar dia jatuh ke pelukan ku" gumam Melati kesal.
~Malam hari~
"Silahkan dinikmati" ucap bi Inah yang sembari menuangkan air ke dalam gelas.
"Terima kasih bi makanannya enak, Melati suka. Nanti bibi bikinkan yang kayak gini lagi yah bi" ucap Melati sambil tersenyum manis.
"Baik non Melati" jawab bi Inah.
Akbar terheran-heran melihat Melati yang sedang tersenyum.
"Tumben banget dia senyum, biasanya kan garang. Tapi kalo dilihat-lihat senyumnya manis juga" gumam Akbar.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya selesai makan, Melati dan Akbar pun kembali ke kamar untuk tidur.
"Aghhh" ucap Akbar sembari merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dengan pelan.
"Hmmm dingin banget" ucap Melati sambil memakai masker wajah.
Tak disangka tiba-tiba Melati merasakan mual-mual sehabis memakai masker wajah tersebut. Melati langsung bergegas pergi ke kamar mandi. Akbar terkejut melihatnya dan langsung mengikuti Melati.
"Kamu gak papa?" ucap Akbar sambil mengelus pundak Melati.
Melati terus saja mual dan takut. Dia khawatir kalau Akbar akan mengetahuinya, bahwa sebenarnya dia sedang hamil 3 bulan.
"Kamu sakit yah, ayo kita pergi ke dokter" ucap Akbar.
Wajah Akbar terlihat cemas.
"Sudah-sudah tidak usah, aku cuman kecapean aja kok" jawab Melati.
"Kamu jangan seperti itu, kita ke dokter yah. Saya akan menyuruh Pak Seno mengantarkan kita ke dokter" ucap Akbar.
"Tidak usah Akbar, jangan memaksakan diri" jawab Melati.
Akbar kemudian mengantarkan Melati ke ranjang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Halo semuanya maaf yah atas keterlambatan up nya 🙏🏻 karena author lagi sibuk banget akhir-akhir ini jadi mohon dimaklumi yah 😊
Terima Kasih 🙏🏻😊