
"Sayang, Apa aku sudah buat kamu kecewa? Atau mungkin aku lupa sesuatu sama kamu? Kamu cerita dong kenapa kamu sebenarnya. Aku hampir gila setiap hari mikir kamu kenapa. Cerita dong Sayang " Tanya Vian sambil memeluk tubuh istrinya yang polos dan hanya ditutupi selimut.
"Apa kamu pernah ketemu sama wanita yang lebih cantik diluar sana?" Jawab Cinta.
"Banyak" Singkat Vian tanpa berfikir panjang. Cinta yang mendengar jawaban Vian langsung menaikkan alisnya sambil menoleh ke Vian.
"Kenapa? Jawaban ku salah?" Tanya Vian polos.
"Jadi?"
"Jadi ? Jadi apa?" Binggung Vian lagi.
"Hih, jadi kamu setiap hari lihat wanita cantik diluar sana?" Kesal Cinta lagi.
"Aku punya mata Sayang, jadi ya lihat lah. Beda lagi kalau suamimu yang tampan ini gak bisa lihat, baru setiap hari gak lihat wanita cantik lainnya. Kamu kenapa sih, kok tiba-tiba tanya gitu?" Tanya Vian balik.
__ADS_1
"Gak papa. Lalu, perempuan yang kemarin kesini itu, dia sering ketemu kamu?"
"Laura?" Tanya balik Vian.
"Hemmm"
"Cuma waktu dia kesini waktu itu aja. Memangnya kenapa?" Tanya Vian balik.
"Yakin cuma waktu itu? Gak ada ketemu lagi? mungkin waktu kerja dikantor. Kan dia sama kamu menjalankan bisnis bareng. Pasti ketemu lagi kan kalau bahas kerjaan kantor" Ketus Cinta.
"Sedang apa?" Potong Cinta.
"Cemburu?". Jawab Vian.
"Ngapain cemburu. Enggak kok" Elak Cinta.
__ADS_1
"Yakin nih, bener nih gak cemburu ?" Goda Vian sambil mencubit pipi Cinta.
"Hih, engak ya engak. Lepasin, pipiku sakit tau" Jawab Cinta malu.
"Aku senang lho Sayang kalau kamu cemburu. Berarti kan kamu Sayang sama aku dan gak mau kehilangan aku. Yaa kan Sayang ?" Ucap Vian.
"Gak, aku bilang gak ya gak"
"Ahahahahaa. Sayang, mau secantik dan sebagus apapun wanita diluar sana. Cuma kamu, istri aku satu-satunya yang aku cintai dan sayangi. Gak ada yang lain. Mau sesempurna apapun diluar sana, tetap kamu yang kamu pilih. Apapun keadaan mu aku akan selalu dan gak akan pernah ninggalin kamu. Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh ya. Dia cuma masa lalu yang aku sendiri pun gak anggap dia pernah ada dihatiku. Dia dan aku hanya dijodohkan, bukan aku pilih sendiri. Dan waktu tunggangan pun aku malas melihat dia, apalagi dekat dengannya. Hanya kamu yang ada dihati dan gak akan pernah tergantikan. Kamu jangan cemburu lagi yaa. Aku gak suka lihat kamu sedih dan diam aja setiap hari" Ucap Vian yang membuat Cinta meneteskan air mata. Sangat diakui Cinta bahwa dia takut kehilangan suaminya ini. Karna cuma dia yang sangat penting dihidupnya setelah orangtuanya.
"Hey, kenapa nangis. Apa kata-kata ku menyakiti hatimu Sayang ? Maaf yaa aku gak bermaksud " Panik Vian sambil memeluk erat Cinta.
"Aku sangat beruntung punya orang yang sangat berharga seperti mu Vian. Aku rasa aku gak salah pilih, aku rasa aku beruntung banget punya kamu. Aku takut kalau kamu ninggalin aku dan milih dia. Mantan tunangan mu. Aku takut Vian" Tangisan Cinta pecah saat Vian semakin erat memeluk nya.
"Udah Sayang, jangan mikir yang aneh-aneh. Kamu adalah wanita satu-satunya yang selalu aku sayangi. Dan gak akan ada yang bisa menggantikan mu. Aku jamin itu. Udah yaa jangan nangis lagi. Aku gak suka lihat air mata dari mata indahmu itu. Stop yaa sayang jangan nangis lagi" Vian sangat erat memeluk istrinya itu dan membelai lembut rambutnya.
__ADS_1
...****************...