
"Aww.... Punggung ku terasa berat dan sakit" Rintih Laura.
"Dimana aku?" Laura melihat sekelilingnya, di baru sadar dari pingsannya dan dibingungkan dengan ruangan gelap ini.
"Aku dimana? Mengapa bisa disini?" Laura terus mencari-cari kekanan kirinya.
"Ya, aku ingat"
"Di kamar Hotel ku gelap karna ada pemadaman atau apa itu, lalu aku mendengar ada suara langkah kaki yang mendekatiku. Saat aku ingin pergi, tiba-tiba ada yang memukul ku dari belakang. Tapi siapa itu ? Apa mungkin itu Alex ? Tapi, dia tak tau kalau aku ke kota ****. Lalau siapa?" Batin Laura.
"Dan Vian. Kamu keterlaluan Vian, kamu berani mengabaikan ku. Awas aja setelah aku keluar dari sini, akan aku pastikan kamu menjadi milikku. Tapi aku harus keluar dulu dari sini dan mencari tau siapa yang telah menculikku" Batin Laura lagi.
***
"Bagaimana ?" Tanya Pak Handoko.
"Sudah Pak" Jawab bawahannya.
"Lakukan seperti yang saya perintahkan "
"Baik Pak " Bawahannya pun berjalan keluar.
"Maafkan saya Laura. Tapi kamu harus menerima ini. Merasakan apa yang menantu saya rasakan" Batin Pak Handoko.
__ADS_1
***
"Cinta.... Sayang.... Kamu kan itu. Kamu kan? Iya.... Itu pasti kamu.... Kami kesini mau mencariku kan.... Kamu kangen denganku kan Sayang ?" Teriak Bara sambil meneluk gulingnya.
"Sayang.... Aku kangen sekali. Kamu jangan tinggalkan aku ya Sayang. Aku takut jika kamu kenapa-kenapa. Kamu disini aja ya Sayang " Ucap Bara lagi.
"Kenapa, kenapa jadi seperti ini" Penyesalan Pak Tama sambil memandangi anaknya dari kejauhan.
"Aku menyesal, sangat menyesal. Keluarga ku hancur. Istriku meninggal, anakku gila. Aku harus bagaimana.... Andai aku mau mendengarkan kata-kata istriku, mungkin kita masih bisa bersama dan bahagia bersama. Maafkan Ayah Bara, maafkan Ayah Ma..." Pak Tama hanya bisa menangis dengan penyesalan nya itu. Hatinya sangat hancur melihat keluarga nya hancur lebur seperti ini.
***
"Ahhhkkkkk"
"Tapi aku sudah gak sabar Sayang " Jawab Alex sambil memainkan benda kenyalnya
"Ini dimobil Alex ... Tahan sebentar. Kita lanjutkan di Apartemen saja"
"Aku sudah sangat ingin Sayang, jangan menyiksaku " Ucap Alex sambil memasukkan lidahnya ke pink meronanya Kirana.
Kirana Meremas rambut Alex kasar. Sesekali Kirana melihat ke luar. Takut jika ada yang memergoki mereka
"Tenanglah Sayang, kaca mobilku gak bisa terlihat jika dari luar" Tenang Alex
__ADS_1
"Tapi jika ada yang melihat ada mobil bergoyang bagaimana Alex " Jawab Kirana sedikit cemberut.
"Maka dari itu, bantu aku untuk menyelesaikan nya dengan cepat" Jawab Alex lagi. Mereka pun melanjutkan aktivitas panas mereka lagi. Sampai keduanya mencapai puncak bersama. Alex segera memakai pakaiannya dan keluar mobil untuk pindah ke depan .
"Kamu istirahat saja. Setelah sampai di Apartemen akan aiu bangunkan" Ucap Alex dan kirana membaringkan tubuhnya dibangku mobil belakang.
"Aku gak menyangka, wanita ini mampu membuat ku gila. Aku jadi kehilangan kendali saat bersamanya. Sangat nikmat, Jauh dengan wanita ****** Itu" Batin Alex. Alex pun melajukan mobilnya pelan sambil menghisap sebatang rokok.
***
"Si... Siapa kalian?" Panik Laura.
"Kami? Kamu gak perlu tau siapa kami. Yang jelas, kami ingin membantumu untuk menikmati surga kita" Jawab Beberapa Pria yang memakai topeng itu. Sekitar ada 4 Pria yang semua memakai topeng. Laura panik dan takut jika mereka akan melakukan sama seperti teman-teman Alex itu. Laura terus mundur dengan ketakutan. Kaki Laura ditarik oleh salah satu Pria bertopeng itu
"Akhhhhhh" Teriak Laura. Pria itu merobek dress Laura sampai memunculkan benda kenyal itu keluar.
"Apa yang kamu mau" Teriak Laura lagi. Pria itu menarik Bra yang Laura pakai hinggay terlepas.
"Ak-aku mohon.... lepaskan aku. Aku akan membayar 10 kali lipat dari yang kamu terima" Mohon Laura. Namun Pria itu tak menjawabnya dan menarik kembali CD Laura. Kini tubuh Laura sudah polos tanpa sehelai benang sedikitpun. Laura berusaha menutupi asetnya dengan Isak tangis nya, Laura terus menundukkan kepalanya.
Salah satu Pria bertopeng itu menarik tangan Laura dan Pria lainnya memotret Tubuh indah Laura.
"Lepaskan.... Kumohon lepaskan.... "
__ADS_1
...****************...