Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Liburan 10


__ADS_3

Vian mengusap rambut Cinta yang masih terlelap tidur. Air mata Vian tak bisa terbendung lagi. Sangat ingin sekali mereka punya buah hati, namun Tuhan masih belum mempercayai mereka untuk memiliki nya. Perlahan Cinta membuka matanya dan melihat Vian yang sedang mengusap air matanya.


"Kamu kenapa ? Aku dimana?" Binggung Cinta.


"Kamu sudah sadar Sayang. Jangan banyak gerak dulu ya. Tadi kamu jatuh dan pingsan, jadi langsung aku bawa kemari" Jawab Vian sambil mendekatkan wajahnya.


"Aku keguguran lagi ?" Tanya Cinta sambil menahan air matanya. Vian terdiam dengan pertanyaan itu. Dari mana Cinta tau bahwa dirinya telah keguguran. Padahal saat Vian membawa Cinta kesini, dia pingsan.


"Vian.... Aku tanya. Apa aku keguguran lagi?" Tanya Cinta sekali lagi.


"Ka-kamu sudah..... Tau?" Jawab Vian.


"Iya, saat kita menginap di rumah Bunda. Aku tes sendiri dan hasilnya positif. Aku gak bilang kepadamu karna aku masih marah denganmu. Aku masih bingung waktu itu, memberi tahumu atau tidak. Karna aku merasakan bahwa kamu berbeda, seperti sedang menyembunyikan wanita lain di belakang ku" Jelas Cinta.


"Hah, ternyata Tuhan sedang mengujiku lagi dan lagi. Belum sembuh luka kemarin, sekarang aku harus menanggung lagi" Lanjut Cinta sambil tersenyum namun air matanya membasahi pipinya.


"Sayang, maafkan aku. Aku salah aku minta maaf. Aku janji gak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Maafkan aku Sayang " Peluk Vian sambil menangis.


"Aku capek Vian, aku capek. Aku ingin pulang ke rumah Ayah" Jawab Cinta sambil menangis.


"Gak, kamu miliku. Sampai kapanpun kamu hanya boleh bersamaku. Aku gak akan membiarkan kamu pergi. Maafkan aku Sayang beri aku kesempatan sekali lagi" Jawab Vian lagi. Cinta hanya menangis sambil meratapi nasibnya.

__ADS_1


***


"Apa? Keguguran ?" Kaget Pak Handoko.


"Kenapa bisa? Dan sejak kapan Cinta hamil. Mengapa Vian tak memberitahu kepada ku?" Lanjut Pak Handoko.


"Untuk itu saya kurang faham Tuan. Tapi menurut Dokter Nona Cinta hamil sudah 2 Minggu " Jawab bawahannya.


"2 Minggu ? Berati sebelum berangkat liburan " Batin Pak Handoko.


"Lalu kemana Laura pergi ?" Tanya Pak Handoko.


"Nona Laura pergi ke Hotelnya Tuan "


"Baik Tuan "


"Hah, apa Vian belum mengetahui jika istrinya hamil. Kenapa bisa seperti ini. Cucuku meninggal lagi. Aku gak akan membiarkan wanita itu hidup dengan tenang" Guman Pak Handoko kesal


"Halo Bagus " Ucap Pak Handoko saat panggilannya di angkat.


"Iya Pak, bisa saya bantu?" Jawab Bagus.

__ADS_1


"Putuskan kontrak kerja dengan perusahaan Laura. Tarik semua fasilitas untuk perusahaan mereka. Dan kirimkan biaya yang sudah digunakan untuk perusahaan mereka. Jangan dan yang terlewati sedikitpun. Kamu faham?" Ucap Pak Handoko dengan tegas


"Baik Pak segera saya laksanakan " Ucap Bagus.


***


"Laura ?" Guman Kirana saat mendengar percakapan antara Alex dengan temannya di telvon.


"Siapa Laura ?" Batinnya.


"Iya, cari dia sampai dapat hidup atau mati" Jawab Alex lalu mematikan telvon nya.


"Siapa Laura ?" Ucap Kirana tiba-tiba yang mengagetkan Alex.


"Ahhhh, dia ..... dia bukan siapa-siapa Sayang. Ahhj kamu sudah siap untuk belanja ?" Jawab Alex mengalihkan pembicaraan itu.


"Iya sudah. Kita mau belanja dimana?" Tanya Kirana.


"Terserah kamu, kamu ingin dimana akan aku antar" Jawab Alex.


"Aku mau belanja di tempat biasa aku belanja saya yaa" Ucap Kirana dan diangguki Alex.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2