
Malam hari pun tiba, seperti biasanya Melati akan pergi bekerja. Edo pun sampai di depan rumahnya mengendarai mobil mewah pada jam 12 tepat.
"Ayah, Melati mau berangkat kerja dulu yah" ucap Melati sambil memasang sepatu.
Bi Ijah pun datang menghampiri Melati.
"Maaf non, Bapak lagi tidak ada" ucap Bi Ijah.
"Lah, emangnya ayah kemana Bi. Kan tadi siang masih ada" jawab Melati keheranan.
"Iya non, setelah berbicara dengan non siang tadi bapak langsung pergi keluar non. Tapi saya gak tahu pergi kemana" ucap Bi Ijah menjelaskan.
"Yaudah Bi, nanti kalau ayah pulang bilang yah kalau Melati udah berangkat kerja" ucap Melati.
"Siap non, nanti saya sampaikan kalau bapak sudah pulang" jawab Bi Ijah.
"Yaudah Melati berangkat kerja dulu yah Bi" ucap Melati sambil bergegas menuju mobil Edo.
Tak lama kemudian setelah Melati pergi ayahnya pun datang.
"Bapak sudah pulang, baru saja bibi mau masuk pak" ucap Bi Ijah.
"Oh Iyah bi, Melati sudah berangkat?" jawab ayah Melati.
"Iya pak baru saja, nah non Melati juga minta sampaikan kalo bapak sudah pulang bilangin kalau Melati sudah berangkat kerja. Tapi bapak keburu nanyain, hehehe" ucap Bi Ijah.
"Yasudah, ayo masuk Bi kenapa masih di luar saja" jawab ayah Melati.
Sesampainya di tempat karaoke, Melati langsung bergegas menuju ruang ganti pakaian. Setelah berganti Melati langsung menuju ruangan yang telah ditentukan. Melati melayani setiap pengunjung yang ada di ruangan itu. Lenggak-lenggok tubuh Melati sambil diiringi suara Melati yang merdu. Tak lupa pula Melati ikut minum alkohol yang telah disediakan di dalam ruangan. Edo hanya menunggu di dalam ruangannya saja, karena Edo adalah pemilik karaoke tersebut.
Bukan hanya itu saja tubuh Melati pun kadang-kadang dipegang oleh pengunjung laki-laki yang sedang mabuk. Melati sudah terbiasa dengan hal itu sehingga dia tidak lagi marah ataupun cemas kalau tubuhnya dipegang.
Setelah 1 jam melayani, Melati langsung istirahat untuk pelayanan berikutnya. Pelayanan itu dia lakukan sampai tubuhnya tak lagi mampu menopang berat badannya karena dipengaruhi minuman beralkohol. Edo pun langsung membawanya pulang ke rumah pada jam 4subuh.
"Ayo kita pulang" ucap Edo sambil menopang tubuh Melati yang hampir roboh menuju mobil.
Ditengah perjalanan Edo selalu saja memanfaatkan keadaan pada saat Melati mabuk. Edo melakukan perbuatan yang tidak disadari Melati. Makanya Melati selalu lambat pulang ke rumah.
Sampai di rumah, seperti biasanya Edo langsung meninggalkan Melati yang masih dipengaruhi minuman beralkohol. Edo melakukan itu karena dia tidak ingin diceramahi ayahnya Melati.
__ADS_1
"Ayah" ucap Melati.
Bi Ijah bergegas menuju pintu. Saat membuka pintu Bi Ijah terkejut melihat Melati sudah pingsan di depan pintu.
"Ya Tuhanku" ucap Bi Ijah terkejut.
Bi Ijah langsung mengangkat tubuh Melati ke kamarnya. Bi Ijah kemudian mengganti pakaian Melati yang tidak senonoh itu. Setelah itu Bi Ijah langsung menemui ayahnya yang sedang minum kopi di dapur.
"Pak, non Melati sudah pulang. Baru saja saya mengantarkannya ke kamar" ucap Bi Ijah.
"Iya Bi" jawab ayah Melati sambil menikmati kopi bikinan bibi.
Hari pun siang, Melati akhirnya bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi. Setelah mandi dia langsung pergi ke dapur untuk makan.
Tok tok tok tok, suara ketukan terdengar dari arah luar. Bi Ijah bergegas menuju pintu, saat membuka pintu Bi Ijah terkejut karena melihat seorang laki-laki berpakaian rapi lengkap dengan dasi dan jas nya.
"Maaf mas ini siapa yah" ucap Bi Ijah keheranan.
"Perkenalkan nama saya Akbar" ucap nya sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
Bi Ijah langsung menyambut tangannya dan mempersilakan masuk ke dalam.
"Terima kasih" jawab Akbar.
"Sebentar saya panggilkan bapak dulu" ucap Bi Ijah bergegas pergi ke kamar ayah Melati.
Tok tok, suara ketukan Bi Ijah. Ayah Melati pun membukanya.
"Ada apa bi?" tanya ayah Melati.
""Maaf pak, itu ada nak Akbar di ruang tamu" ucap Bi Ijah.
"Oh Akbar, sudah dari tadi saya menunggunya. Baiklah Bibi tolong buatkan minuman yah" ucap ayah Melati.
Ayah Melati langsung bergegas menuju ruang tamu dan menemui Akbar.
"Akbar, sudah lama saya menunggumu dari tadi" ucap ayah Melati.
"Maaf pak tadi saya ada urusan di kantor" jawab Akbar sambil bersalaman.
__ADS_1
"Silahkan duduk " ucap Ayah Melati.
Tak lama Bi Ijah pun membawakan nampan berisi dua cangkir teh hangat.
"Silahkan diminum" ucap Bi Ijah sambil meletakkan teh hangat.
"Terima kasih Bi" jawab Akbar sambil tersenyum.
Bi Ijah pun bergegas menuju dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......
Episode selanjutnya akan segera hadir yah teman-teman.
Jangan lupa like, komen dan vote yah teman-teman.
Terima kasih buat yang sudah baca novel ku
😁😊
__ADS_1