
Brakk...
Papa Laura terjatuh kelantai saat mengetahui putrinya masuk penjara karna mencoba membunuh anak Vian dan Cinta. Dadanya tiba-tiba sesak saat mengetahui nya.
"Tuan..." Teriak Pelayan rumahnya. Pelayan itu membantu Papa Laura untuk duduk di sofa.
"Ambilkan air cepat" Ucap Pelayan itu kepada pelayan lainnya. Saat pelayan menbawa minum, tiba-tiba supir nya memberikan paket entah dari siapa.
"Maaf Tuan, ini ada kiriman paket untuk Tuan"
"Dari siapa?" Tanya pelayan yang membantu memegangi gelas minumnya.
"Tidak ada pengirimnya"
"Buka saja" Jawab Papa Laura. Dan Pelayan itu membukakan untuk Papa Laura. Dan betapa terkejutnya pelayan itu saat mengetahui bahwa didalam amplop coklat itu terdapat foto Laura yang digilir oleh beberapa pemuda bertopeng. Bahkan ada rekaman juga.
"Ada apa?" Tanya Papa Laura.
"In-ini...." Belum sempat pelayan itu bicara Papa nya Laura merebut amplop itu dan melihatnya.
Seketika itu tangannya bergetar dan air matanya mengalir begitu saja. Sungguh sangat sakit melihat putri semata wayangnya memiliki kelakuan seperti ini. Bahkan berani membunuh anak dari teman bisnisnya. Tak heran mengapa Pak Handoko mencabut dan meminta semua fasilitas yang diberikan nya kepada perusahaan Papa Laura.
"Perlihatkan vidio ini kepada saya" Ucap Papa laura dengan nada lemah.
"Tidak Tuan, jika vidio ini adalah vidio...."
"Kau hany bawahanku bukan siapa-siapa ku... Jangan mengatur ku" Bentak Papa Laura.
"Ba-baik Tuan " Pelayan itu pun mengambil laptop dan melihat vidio itu. Dan benar saja, vidio Laura yang sedang dijamah oleh beberapa Pria bertopeng itu. Air mata tak bisa di bendung lagi.
__ADS_1
"Kenapa .... Kenapa sifat Mama mu kamu turun Laura, kenapa" Tangisan itu semakin keras dan tiba-tiba melemah diiringi nafas yang sesak.
"Taun ....." Teriak Pelayan dan supirnya saat melihat Majikan nya terjatuh sambil menekan kuat dada nya.
"Cepat siapkan mobil, kita bawa kerumah sakit" Ucap pelayan itu.
"Baik" Jawab supirnya.
***
"Kami sudah mengirip barang yang Tuan minta kealamat rumah Nona Laura Tuan" Ucap Anak buah Pak Handoko.
"Apa kamu sudah pastikan bahwa yang menerima adalah Papa nya Wanita itu"
"Sudah Tuan " Jawab Anak buahnya.
"Bagus.... Sangat bagus" Jawab Pak Handoko dengan tersenyum senang.
"Baik Tuan " Bawahan itu pun pergi meninggalkan ruangan Pak Handoko.
"Ini adalah karma atas perbuatan istri mu dulu. Dan juga atas meninggalnya cucuku" Guman Pak Handoko.
***
"Laura dipenjara ?" Kaget Cinta.
"Siapa yang melaporkan ? Dan.... Mengapa bisa?" Binggung Cinta sembari makan cemilan nya.
"Sayang.... Ada apa? Kok kayak syok gitu" Tanya Vian yang baru datang membuang sampah.
__ADS_1
"Kamu.... Sudah melihat berita"
"Berita apa?" Tanya Vian balik
"Laura....." Jawab Cinta
"Laura? Kenapa dengannya? Berita apa?" Binggung Vian, karna dari semalam dia belum menyentuh ponselnya sama sekali.
"Dia .... Dia dipenjara"
"Dipenjara? Karna apa?" Kaget Vian.
"Karna mencoba membunuh anak kita" Jelas Cinta.
"Tapi.... Kenapa bisa ? Siapa yang melaporkan ?" Binggung Vian.
"Kamu apa bercerita dengan Papa atau siapa gitu, Karna hanya kita dan Laura yang tau. Dan gak mungkin kan kalau Laura menyerahkan diri ke polisi" Jelas Cinta.
"Sayang.... Aku belum bercerita kesiapapun. Kan kamu menolaknya dan berencana untuk memberitahu saat kita sudah kembali liburan. Aku juga gak berani memberitahu orang rumah dibelakang mu Sayang " Jawab Vian.
"Tapi siapa yang melaporkan ?" Cinta masih sibuk dengan pertanyaan yang penuh diotaknya. Tiba-tiba Vian menarik Cinta sampai duduk dipangkuan nya
"Sudahlah Sayang. Gak usah difikirkan, mungkin memang sudah takdirnya" Jawab Vian sambil memeluk pinggang Cinta.
"Tapi kan ....."
"sstt..... Aku gak mau mendengar nya lagi. Sekarang kita fokus dengan liburan kita saja. Ini sudah hampir setengah bulan, dan kita harus memanfaatkan ini Sayang. Kalau dirumah nanti ada yang menggangu " Bisik Vian.
"Hahahaha, siapa yang menggangu " Jawab Cinta.
__ADS_1
"Pekerjaan ku .... Setelah ini aku akan disibukkan dengan bisnis baru. Mungkin akan sering lembur. Jadi kita nikmati dulu kebersamaan kita ini. Jangan mikir yang lainnya " Ucap Vian yang lalu di akhiri dengan ******* ke bibir Cinta. Cinta pun membalas ******* itu.
...****************...