Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Menikmati bersama


__ADS_3

Setelah beberapa malam Cinta selalu menginginkan bermacam-macam makanan yang sulit didapatkan. Dan kali ini dia minta makan eskrim dan minum air mineral dingin yang dijual diminimarket.


"Hah, sepertinya calon anakku sangat suka jika Papa nya menderita". Batin Vian sambil memilih sekalian buah-buahan. Karna stok di rumah sudah menipis.


"Untung masih buka minimarket nya" Batinnya lagi. Tak sengaja Vian berpapasan dengan Bara saat hendak kekasir. Mereka saling bertatap muka, dan Vian dengan kesal membuang muka dan berjalan menuju kasir untuk membayar.


"Sial, dunia ini sangat sepit sampai-sampai aku selalu bertemu dengan dia". Batin Vian.


"Apa didekat rumahnya tak ada minimarket yang dekat, mengapa belanja disini. Merepotkan sekali". Batinnya lagi dan mengambil kantong plastik belanjaan nya. Vian pun segera pulang.


"Hah, apa Cinta tinggal di kompleks sini. Kebetulan sekali bisa bertemu dengan Vian disini. Dan sepertinya aku sekompleks dengan Cinta. Sangat sempurna bisa satu kompleks dengannya". Batin Bara bahagia. Sebenarnya Bara tadi malas membelikan Kirana cemilana, karna Bara sangat lelah setelah lembur bekerja. Tapi kini dia menjadi senang karna dapat mengetahui keberadaan cinta.


***


Laura yang terus menerus menghabiskan hari-harinya dengan berdiam diri dikamar sekarang dia jadi semangat saat mendengar jika perusahaan Vian kembali ditangani oleh Vian lagi, dia memutuskan untuk kembali kekantor Papa nya.


"Laura, malam-malam begini kamu mau kemana?". Tanya Papa Laura.


"Jessi ulang taun pa,jadi aku mau menginap disana dan merayakan bersama". Jawab Laura.


"Jangan pulang pagi-pagi, besok ada rapat dengan perusahaan teman Papa. Kamu jangan sampai telat". Pesan Papa nya.


"Iya iya. Aku berangkat dulu". Jawab Laura dan pergi meninggalkan rumahnya. Dia menjalankan mobilnya menuju apartemen miliknya temannya tinggal. Disana dia berganti drees atas lutut dengan dada yang terbuka.


"Gue berangkat dulu yaa". Pamit Laura.


"Oke oke" Jawab temannya. Dia menjalankan mobilnya menuju bar biasanya yang sering dia kunjungi. Dia memesan beberapa minuman sambil menggoda beberapa pria yang dirasa bisa memuaskan nya.


"Ehhh bro, bukannya dia pacar loe". Tanya salah satu teman Alex. Alex hanya tersenyum melihat Laura. Rupanya dia juga merindukan Laura saat bermain bersama diatas ranjang.


"Bodynya bro, mantap. Hahaha" Kata salah satu temannya.


"Bro, berbagilah dengan kita, kita juga ingin merasakan nya. Iya gak bro". Tanya temannya lagi.


"Jika kalian ingin, maka bantu aku dulu". Jawab Alex dan membisikkan ketemannya dan diangguki nya. Dia pun berjalan mendekati Laura.

__ADS_1


"Halo Nona cantik, boleh bergabung?". Tanya teman Alex. Laura yang tak menyadari keberadaan Alex dibar itu, dan tak mengetahui jika yang sekarang didepannya adalah teman Alex.


"Halo, boleh silahkan". Jawab Laura.


"Sendiri atau dengan pacar?". Tanyanya.


"Sendiri" Jawab Laura.


"Sangat disayangkan wanita cantik seperti ini sendiri. Ohh iya, kita belum berkenalan. Namaku Brayen, kalau kamu?". Ucap Brayen.


"Laura". Jawabnya sambil menjabat tangan Brayen.


"Nama yang indah"


"Bagaimana jika aku traktik minum disini, apa kau mau?". Tawar Brayen dan diangguki Laura.


Laura sangat menyukai pria seperti Brayen ini, tubuhnya yang tak kalah indah dan kekar seperti Vian. Dan senyumnya yang manis ini dengan bulu mata lentik itu, membuat nya ingin merasakan miliknya seperti apa.


Tak lama mereka menjadi akrab dan Brayen mengajaknya untuk ke apartemen milik Brayen. Sesampainya di apartemen mereka duduk disofa kamar Brayen.


"Tak ada, apa kau tinggal sendiri atau bersama kekasih mu?". Tanya Laura.


"Hah, aku single" Jawab Brayen membuka jasnya.


"Apa kau suka bermain dengan wanita yang baru kau kenal?". Tanya Laura yang tak sabar melihat tubuh pria itu, membuat nya semakin menginginkan nya.


Laura berjalan mendekati Brayen dan tanpa basa-basi dia mencium bibir pria itu menbuat Brayen tersenyum puas.


"Apa kau menginginkan nya?". Tanya Brayen dan diangguki nya.


Brayen menarik kasar tubuh Laura dan didorong nya diatas kasur. Dia menarik kasar dress Laura dan menciumi tubub putih nya.


"Buat aku puas Sayang". Kata Laura sambil mengalungkan tangannya dileher Brayen. Brayen tersenyum melihat tubuh **** milik Laura ini dia mulai melepas Bra milik Laura dan memainkan nya secara bergantian sesekali dia menghisap nya membuat laura ******** nikmat.


Brayen melepas CD dan tersenyum puas melihat benda merah merona milik Laura dia semakin ingin menjelajahi nya. Dia menjilati dan sesekali memasukan lidahnya. Laura ynag terhanyut dengan permainannya itu sudah tak sanggup lagi.

__ADS_1


"Aku ingin lebihhhh" Kata Laura dengan mata sayupnya. Brayen turun dari ranjang dan digantikan oleh Alex yang sedari tadi sudah polos tanpa kain yang menutupi nya. Laura sangat kaget melihat ada Alex ada di apartemen milik Brayen.


"Apa kau merindukanku Sayang" Tanya Alex dengan menindih tubuh Laura yang polos.


"Brengsek.... Pergi kamu, aku gak sudi lagi denganmu". Ronta Laura. Dia berusaha lari dari pelukan Alex tapi dengan sigap dia mengikat tangan Laura.


"Lepaskan... Dasar *********" Kesal Laura yang tak bisa berbuat apa-apa. Dengan senang Alex memainkan benda kenyal yang sudah di nantinya itu dia memainkan dan menghisap secara bergantian membuat Laura menahannya. Dia tak ingin terlihat menikmati nya.


"Kita lihat sejauh apa kau bisa menahannya Sayang" Ucap Alex dengan berjalan turun menuju intinya. Disana dia menjilati dan memasukkannya membuat Laura tak tahan dan mengeluarkan apa yang seharusnya dia keluarkan.


Alex yang sudah tidak sabar lagi dengan cepat memasukkan miliknya uang sudah berdiri sejak tadi membuat Laura kaget. Laura meremas kasur nya saat Alex menggoyang kan miliknya.


"Kau sangat nikmat Sayang" Ucap Alex yang sudah puas bermain-main dengan mantan kekasihnya itu.


Laura membuang muka saat Alex menatap nya. Dia sangat kesal dan sakit hati saat dia dipermainkan oleh Alex,mantan kekasihnya itu.


Alex segera turun dari ranjang dan memakai kimononya.


"Tugasku sudah selesai, Sayang jika aku menginginkan mu kamu harus setia datang kepada ku apapun itu alasannya. Apa kau mau?" Tanya Alex.


"Aku sangat tidak sudi jika harus melayani orang rendah an sepertimu" Jawab Laura.


"Baiklah. Kalian masukklah". Perintah Alex. Dan mereka pun masuk. Laura sangat kaget saat Brayen dan 2 lelaki bertubuh kekar itu masuk bersamaan. Laura sangat takut ditambah lagi ada kamera didepan ranjang mereka.


"Kalian mulailah, aku akan membantu merekam nya". Ucap Alex dan diangguki temannya.


"Kalian mau apa, jangan berani kalian menyentuh ku". Ucap Laura panik.


"Ayolah Sayang, tadi kau sangat begitu menggoda saat bersamaku. Mari kita bermain bersama-sama". Jawab Brayen sambil melepaskan baju dan celananya, sehingga menampakkan miliknya yang besar dan berotot itu.


"Aku bilang jangan menyentuh ku". Ucap Laura saat kedua teman Alex memegangi tangan Laura.


"Aku sudah sangat lama sekali menginginkan tubuh mu ini sayang, dan sekarang aku dapat merasakan nya sekarang". Kata Brayen yang mulai menjelajahi tubuh Laura. Dia tak ingin meliwati satu centi pun milik Laura. Sampai dia menemukan yang sangat dia incar dan memainkan nya. Tubuh Laura yang sangat lelah dengan gertakan Brayen yang tak ada henti-hentinya. Belum lagi dengan kedua temannya lagi. Membuat Laura sangat kelelahan. Hidup Laura yang sangat hancur dan sudah tak ada harapan lagi karna ulah mantan kekasihnya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2