Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Keguguran


__ADS_3

Darah segar yang mengalir deras membasahi lantai kamar Alex. Laura yang semakin kesakitan sambil memegangi perutnya dan Alex yang tersenyum puas melihat Laura kesakitan.


"Lex, to-tolong. Ba... wa aku ke rum....mah sakit... Awwwwhh...." Rintih Laura.


"Rumah sakit ? Tunggu Sayang. Tunggu anak didalam perut mu mati baru aku bawa kerumah sakit" Jawab Alex berjalan meninggalkan Laura yang masih kesakitan.


"Perutku........" Rintihan Laura.


"Aku harus keluar dari sini selagi Alex mandi. Aku gak mau mati mengenaskan ditempat Pria ...br*ngs*k itu" Batin Laura. Dengan sekuat tenaga Laura bangkit dan berusaha jalan dengan tubuh sempoyongan.


"Akh....kuu... harus.... ku... at...." Laura berusaha dengan semua tenaganya untuk keluar dari kamar ini. Mungkin saat dia bisa berhasil keluar dari sini, dia akan menemukan seseorang yang membantunya. Dengan susah payah Laura berusaha keluar, akhirnya dia bisa lolos dari kamar hotel Alex. Saat tubuh Laura jatuh kelantai karna sudah merasa lemas seluruh tubuhnya. Tiba-tiba ada yang menahannya dari belakang.


"Vi-vian?" Ucap Laura lirih.


"To-tolong " Lanjut Laura dan dia pingsan.


"Laura.... Bangun .... Ap yang terjadi denganmu?" Tanya Vian panik. Darah Laura yang semakin banyak membuat Vian semakin panik. Dengan terpaksa Vian menggendong dan mengantarkan Laura kerumah sakit.


Sampai rumah sakit.


"Suster.... suster.... tolong teman saya sus..." Teriak Vian sambil menggendong Laura. Dengan sigap perawat pun mengambil tindakan. Tak lama kemudian dokter yang menangani Laura keluar.

__ADS_1


"Keluarga Bu Laura ?"


"Iya dok? saya" Jawab Vian.


"Anda suaminya ?" Tanya dokternya


"Ahhh, saya kerabatnya dok" Bohong Vian.


" lalu dimana suaminya ?" Tanya dokter lagi.


"Dia belum menikah dok. Jadi dia belum punya suami" Jawab Vian lagi


"Apa bisa jika menunggu Ayahnya datang dulu dok?" Tanya Vian.


"Maaf tuan, pasien sangat kritis dan harus segera ditindaklanjuti. Jika menunggu lagi, takutnya tidak hanya bayinya yang meninggal, tapi Ibunya juga" Jawab dokter itu.


"Kalau begitu lakukan yang terbaik dok"


"Baik, kalau begitu mari keruangan saya untuk prosesnya" Ajak dokternya. Dan Vian mengikutinya.


***

__ADS_1


"Vian mana sih, kok lama banget. Katanya mau pulang setelah belanja" Kawatir Cinta.


"Apa jalanan sedang macey yaa? Tapi biasahnya dia menghubungiku dulu kalau ada apa-apa "


Dretttt.... Dretttt.....


Dengan Bahagia Cinta langsung mengakat panggilan itu tanpa melihatnya dari siapa panggilan itu.


"Halo Vian, kamu kok lama sih belanja nya. Apa masih mengantri ?" Ucap Cinta dengan nada semangatnya.


"Ahhh maaf Sayang suamimu ini sedang tiduran dikamar sambil menunggu balasan dari seorang teman yang online tapi gak balas chat ku" Jawab dari orang yang menelvon Cinta. Cinta kaget dengan suara uang tak asing ditelinga nya itu. Dan saat dilihatnya lagi dari siapa panggilan itu, ternyata dari temannya. Yaitu Putri.


"Ihhh, aku kira dari Vian " Kecewa Cinta.


"Kukira katamu. Bagus yaa, mentang-mentang udah nikah sama cowok ganteng kaya raya lupa punya temen yaa loe. Dulu aja saat masih sama si upil, loe selaku nyatiin gue, apa-apa gue. Sekarang loe udah bahagia lupa loe sama gue. Dasar teman pengkhianat. Huh" Cerewet Putri.


"Hehehehe, maaf deh. Lagian kan kamu juga udah mau nikah. Yaa maaf kalau aku jarang ada waktu, nanti kalau kamu udah nikah juga bakal kaya aku kok. Tunggu aja dulu" Jawab Cinta.


"Bukannya jarang, tapi sering tau". Jawab Putri lagi dan Cinta hanya bisa tertawa saja.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2