
Bi Ijah pun bergegas menuju dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Jadi maksud bapak menyuruh saya ke sini untuk apa yah pak?" ucap Akbar.
"Jadi begini nak Akbar, bapak berniat menjodohkan kamu dengan anak bapak Melati" jawab ayah Melati.
Tak sengaja saat ayahnya mengatakan itu, Melati sedang ingin keluar menuju ruang tamu. Melati terkejut mendengar perkataan ayahnya itu.
"Apa, ayah mau menjodohkan Melati" ucap Melati terkejut.
"Melati, pas sekali kamu ke sini" jawab ayahnya.
"Ayah yang benar saja, ayah kan tahu Melati sudah punya pacar yah. Tapi kenapa ayah ingin menjodohkan Melati" ucap Melati.
"Dengarkan ayah dulu nak, ayah tahu Akbar ini anak baik-baik bukan seperti pacar kamu itu Edo" jawab ayahnya.
"Ayah jangan jelek-jelekin mas Edo dong yah, Melati gak suka. Mas Edo itu baik pengertian sama Melati" ucap Melati.
"Pokoknya kamu akan menikah dengan Akbar secepatnya, ayah tidak mau mendengar apapun alasannya. Intinya kamu akan tetap menikah dengan Akbar" ucap ayahnya dengan tegas.
"Ayah dengerin Melati dong yah, ayah gak bisa seenaknya kayak gini Melati juga punya perasaan yah. Apalagi Melati gak kenal sama dia, Melati gak bisa nikah sama orang yang gak Melati cintai yah" ucap Melati sambil mengusap butiran air yang gugur dari kelopak matanya.
"Ayo Akbar kita bicarakan di luar saja" ucap ayah Melati sambil menyuruh Akbar keluar.
"Iya pak" jawab Akbar singkat.
Akbar dan ayah Melati pun langsung memasuki mobil mewah Akbar menuju restoran. Karena ayah Akbar sudah menunggu mereka di sana. Sesampainya di restoran mereka langsung membicarakan soal pernikahan Akbar dan Melati.
"Bagaimana Akbar apakah kamu setuju dengan rencana pernikahan kamu dengan Melati" ucap ayah Akbar.
"Akbar mengikuti ayah saja, kalau ayah senang maka Akbar juga akan ikut senang yah" jawab Akbar.
"Syukurlah kalo begitu ayah sangat senang mendengarnya. Oh iya bagaimana dengan Melati pak?" ucap ayah Akbar.
"Tenang saja pak saat ini Melati memang tidak setuju tapi lama-kelamaan dia akan suka sama nak Akbar. Sebelum menikah kan mereka akan melakukan pendekatan dulu ya kan pak" jawab Ayah Melati sambil tersenyum.
"Tapi bukannya Melati sudah punya pacar pak" ucap Akbar.
__ADS_1
"Kamu tenang saja nak Akbar, kalau itu bapak yang akan urus" Ucap ayah Melati.
Mereka pun menikmati makanan dan minuman yang sudah dipesan. Terlihat jelas keraguan di wajah Akbar bagaimana tidak, pada awalnya mereka sama-sama tidak memiliki rasa. Tapi Akbar tidak ingin membuat ayahnya bersedih, makanya Akbar memilih untuk mengikuti kemauan ayahnya.
Malam pun tiba, Melati langsung bergegas pergi bekerja. Ayahnya baru saja tiba sehabis dari restoran.
"Melati, ayah minta kamu berhenti bekerja dari pekerjaan kamu itu" ucap Ayah Melati.
"Melati gak mau yah, Melati suka pekerjaan ini" jawab Melati.
Tak lama Edo pun datang mengendarai mobil mewahnya.
"Nah Edo sudah datang, Melati berangkat dulu yah" ucap Melati bergegas menuju mobil Edo.
Hari pun pagi, seperti biasanya Melati selalu pulang dalam keadaan mabuk. Melati langsung masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.
Hari akhirnya siang, Bi Ijah bergegas membangunkan Melati yang masih tertidur pulas.
"Non bangun non" ucap Bi Ijah sambil menggoyangkan tubuh Melati.
"Tapi non harus segera bangun soalnya non sudah ditungguin bapak non" ucap Bi Ijah
"Iyah Iyah Melati bangun" jawab Melati.
Melati pun segera mandi, sesuai mandi Melati langsung menemui ayahnya.
"Ada apa yah, kata bi Ijah ayah udah nungguin Melati" ucap Melati.
"Malam ini kamu jangan bekerja yah, soalnya Akbar akan jemput kamu" ucap Ayahnya.
"Akbar" ucap Melati terkejut.
" Iyah, malam ini kalian akan dinner di sebuah restoran yang sudah ayah sepakati sama ayahnya Akbar." jawab ayahnya.
"Enggak yah pokoknya Melati gak mau, kan Ayah tahu Melati harus kerja yah" ucap Melati.
"Sudahlah kamu lupakan saja pekerjaan kamu itu, memangnya uang ayah kurang yah untuk kebutuhan kamu sehari-hari" ucap Ayah Melati.
__ADS_1
"Bukan gitu ayah, Melati gak bisa meninggalkan pekerjaan Melati. Melati ini sudah besar yah, Melati bukan akan kecil lagi" jawab Melati.
"Ayah tidak mau mendengar alasan apapun dari kamu, kalau kamu berani pergi bekerja kamu akan ayah usir dari rumah dan juga ayah tidak akan mengakui kamu sebagai anak ayah" ancam ayah Melati.
Melati tidak berani menjawab dan hanya diam lalu bergegas pergi ke kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......
Episode selanjutnya akan segera hadir yah teman-teman.
Jangan lupa like dan komen juga yah
Supaya aku makin semangat nih nulis novelnya
Terima kasih yah😁😊
__ADS_1