Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Sulit


__ADS_3

"Allhamdullillah Bu bayinya sehat, Selalu rutin ya Bu minum vitamin dan susu ibu hamilnya. Jangan lupa makan buah dan sayur, hindari makanan cepat saji dan mentah yaa Bu". Kata dokter kepada Cinta.


"Iya Bu". Jawab Cinta. Setelah selesai Cinta keluar dari ruangan pemeriksaan. Tak sengaja cinta menabrak seseorang.


"Ahhh, Maaf saya tak sengaja". Kata Cinta menoleh. Dan betapa terkejutnya dia.


"Ohhh, kamu". Jawab perempuan itu.


"Kirana". Kaget Cinta.


"Kenapa? Kaget aku kesini". Ketus Kirana.


"Ngapain kaget, emang urusan kita loe mau kemana aja, loe keneraka aja kita gak peduli". Jawab Putri kesal


"Maksud kamu apa?". Jawab Kirana ikut kesal.


"Udah put, kita kembali aja. Takutnya suamiku nanti kawatir kalau aku gak cepat sampai rumah". Kata Cinta kepada Putri.


"Ohh, oke Cin. Gak ada gunanya juga lama-lama disini sama nenek lampir". Jawab Putri lagi.


"Ehh, siapa yang loe bilang nenek lampir?". Bentak Kirana.


"Ha, terserah kalian lah. Yang penting gue bisa bahagia bisa mengandung anak dari orang yang gue Cintai, yaitu Bara". Sombong Kirana sambil mengelus perutnya yang masih sedikit rata.


"Hahahaha. Ehhh, loe gak lihat apa, Cinta lebih unggul dari loe". Jawab Putri sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sial, sangking fokus sama mereka aku gak lihat kalau perut Cinta udah besar dari gue". Batin Kirana.


"Yah, ter terserah gue lah. Lagian, hamil besar gak diantar suami untuk periksa kandungan, kayaknya loe kurang bahagia yaa sama suami mu. Apa-apa sendiri, hah". Sombong Kirana lagi.


"Ehh, Cinta baru kali ini gue anter. Karna suaminya lagi rapat mendadak. Maunya sih dibatalin cuma istrinya ini sangat pengertian. Dari pada loe,baru periksa kandungan malah sendiri. Padahal suaminya pengganguran". Ejek Putri balik.


"Loe .."

__ADS_1


"Ibu Kirana, silahkan masuk". Panggil perawat.


"Hih, awas loe yaa". Jawab Kirana lagi dan pergi meninggalkan Cinta dan Putri.


"Udah yuk put kita kembali". Jawab Cinta


"Oke". Jawab Putri.


***


"Laura, mau sampai kapan kamu seperti ini. Kerjaannya cuma dirumah aja, kamu kalau seperti ini, bagaimana mau dapat jodoh nak. Sekarang kamu siap-siap untuk pergi kekantor. Papa sudah tua nak, cuma kamu satu-satunya anak Papa. Siapa yang akan meneruskan bisnis Papa kalau bukan kamu". Kata Papa Laura yang sudah bosan melihat anak perempuan nya itu hanya menghabiskan waktunya dikamar saja.


"Laura. Kamu denger Papa gak sih". Bentak Papa nya.


"Haduh, siapa suruh cuma punya anak satu. Siapa juga yang mau nerusin bisnis Papa. Aku males pa, males". Jawab Laura.


"Laura". Bentak Papa nya.


"Kamu keterlaluan". Lanjut Papa nya dan pergi meninggalkan dia. Papanya sudah capek setiap hari hanya bertengkar saja dengan anaknya itu.


"Iya sebentar". Jawab Papa Laura.


"Halo, Ada apa?". Tanya Papa Laura kepada seseorang dari seberang sana.


"Maaf tuan, ini ada tuan Vian ingin bertemu dengan anda untuk membicarakan masalah bisnis, Apa anda bisa datang kekantor sekarang". Tanya sekertaris.


"Iya, bilang kepada tuan Vian saya akan segera kesana". Jawabnya.


Tak lama kemudian Papa Laura bersiap-siap dan berangkat menuju kantornya. Setelah sekitar 15 menit perjalanan menuju kantornya, akhirnya pun sampai.


"Dimana tuan Vian". Tanya Papa nya Laura.


"Diruangan bapak". Jawab sekertaris nya. Dan beliau pun masuk ruangan nya.

__ADS_1


"Ahh, selamat siang nak Vian. Sudah lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu, baik ?". Tanya Pak Anton.


"Baik Pak. Bapak sendiri bagaimana kabarnya?". Tanya Vian balik sambil menjabat tangannya.


"Yah, seperti yang kamu lihat. Ohh iyaa, ada apa sampai kamu datang kesini menemui saya? Apa ada masalah dengan bisnis kita?". Tanya Pak Anton.


"Ahh, berhubungan yang datang untuk membicarakan bisnis kita ada Papa saya, jadi saya ingin membicarakan lagi dengan bapak sendiri mengenai bisnis ini. Apa ada waktu ?". Tanya Vian lagi.


"Ohh, kebetulan sedang free. Baik kita bicarakan lagi. Perusahaan Papa mu kamu kendalikan sangat sempurna Vian, pasti Papa mu sangatlah bangga. Andai kamu jodoh anak Om pasti Om sangat senang sekali nak. Hahaha". Kata Pak Anton.


"Yah, mau bagaimana lagi. Namanya bukan jodoh. Baik kita mulai saja sekarang jangan basa basi lagi". Lanjut Pak Anton.


***


Sementara itu Alex yang terus menikmati harinya bersama ****** dan melupakan Laura. Sedangkan Laura yang masih memikirkan Alex terus menerus.


"Awas kamu Alex. Jika aku gak bisa membuat kamu menyesal, jangan pernah memanggil aku Laura". Ucap Laura kesal. Dia sangat sakit hati dengan perbuatan Alex dibelakang nya itu. Setelah apa yang diberikannya, malah dikhianati seperti ini.


***


"Kamu dari mana aja sih Bara, jam segini naru pulang. Apa kamu gak baca pesanku ha, dan mengapa kamu mengabaikan telvonku. Bagaimana kalau aku lahiran nanti, apa kamu akan seperti ini". Ucap kirana saat Bara baru sampai dirumah.


"Maksud kamu lahiran apa kir". Tanya Bara binggung.


"Jangan bilang kalau kamu-"


"Iya, aku hamil. Usia kandungan ku baru 5 Minggu. Jadi, kamu harus selalu menjaga ku dan bayi kita. Kamu jangan lagi pulang larut malam, apalagi gak pulang. Jangan bikin aku emosi terus dan banyak pikiran jika kamu gak mau terjadi apa-apa dengan bayi kita". Jelas Kirana membuat Bara masih diam.


"Kenapa diam, kamu keberatan dengan adanya anak?". Tanya Kirana.


"Kamu yakin kalau kamu hamil. Kami sudah memeriksa nya". Tanya Bara balik.


"Hah, mangkannya Bar. Kalau istrinya dirumah kamu jangan keluyuran gak jelas. Kamu istri hamil sampai gak tau, dasar". Jawab Kirana.

__ADS_1


"Syukurlah jika kamu sudah hamil. Aku juga senang. Kalau gitu aku mandi dulu". Jawab Bara dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Pikiran nya tak karuan, apalagi mendengar jika Kirana hamil anaknya. Itu akan sangat sulit untuk nya berpisah dengannya jika mereka berdua memiliki seorang anak.


...****************...


__ADS_2