Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Benci


__ADS_3

Vian, Maaf sepertinya untuk malam ini aku belum bisa. Bagaimana jika lusa?. Isi pesan Laura.


"Hemmm, bagus deh. Baru juga mau bikin alasan gak bisa dateng, ehhh dia sendiri yang ngebatalin". Batin Vian senang.


Baik, Sampai jumpa lusa. Balasan Singkat Vian.


***


"Hah, kau bahkan tak menanyakan kenapa aku membatalkan nya. Apa aku hanya lewat saja dikehidupanmu Vian " Senyum sinis Laura sambil menutup matanya dengan lengannya dan membaringkan tubuhnya dikasur.


"Segak maunya itukah kamu denganku ? Dibandingkan dengan istrimu itu, aku jauh lebih baik dan lebih Cantik " Ucapnya lagi yang sudah mulai kesal saat membayangkan Vian sangat mesra dengan Cinta.


"Seharusnya aku yang ada disampingnya bukan wanita j*l*ng itu. Akhhhh......" Kesal Laura lagi.


"Yah, aku akan merebut nya apapun caranya. Karna dia milikku, milik Laura bukan wanita j*l*ng itu. Dari awal akulah wanita yang harus disamping nya bukan dia. Heh,"

__ADS_1


***


"Gak biasahnya Vian gak menghubungi ku. Biasanya dia akan menelvon ku untuk menanyakan aku masak apa dan dia mau dimasakkan apa. Kenapa ini dari pagi belum menelvon ku" Kesal Cinta.


"Huh, dasar. Semua lelaki sama saja. Apa dia bakal pulang telat yaa dan memilih makan malam sama mantan tunangannya itu ? Awas saja yaa kalau sampai gak pulang dan gak makan masak anku". Celutu Cinta lagi sambil memotong bahan makanan yang dia masak. Tak lama kemudian masakan Cinta sudah selesai dan ditata rapi dimeja makan.


"Oke, sekarang tinggal mandi saja dan menunggu Vian pulang"


***


"Sayang, Mama mohon buka pintunya nak. Mama salah, Mama minta maaf" Pinta mama Bara lagi. Tapi tak dihiraukannya.


"Bara.... Bar....." Teriak Kirana dari luar.


"Kenapa disaat seperti ini ular itu datang kesini" Kesal Mama Bara.

__ADS_1


"Mans sih itu anak. Pasti lagi ngunci diri dikamarnya. Dasar , hih." Kesal Kirana.


"Bar.... Keluar kamu. Kamu itu sudah berkeluarga, dari pada kamu diem gak berguna gini mending kamu kerja untuk anak istrimu" teriak Kirana sambil menggedor-gedor pintu kamar Bara.


"Apa kamu gak bisa lebih lembut lagi. Dia itu suami mu, kepala rumah tangga. Kamu seharusnya menghormati suamimu " Bentak Mama Bara.


"Hah ? Hormat? Ehhh, anak kamu sama sekali gak bisa kadi kepala rumah tangga yang baik. Suka mengejar istri orang, kerja pun gak becus. Dan kamu lihat, seperti ini yang dinamakan kepala rumah tangga yang harus dihormati ha?" Bentak Kirana balik membuat Mama Bara diam.


"Bar, Keluar. Kamu seperti ini aku akan semakin gila Bar. Bara.... Keluar " Teriak Kirana lagi Membuat Bara semakin marah.


"Dasar orang-orang gila. Gara-gara mereka hidupku jadi hancur seperti ini. Kalau mereka tak menghalangi hubungan ku dengan Cinta sejak awal, pasti aku akan sangat bahagia bersama dengan Cinta. Bukan dengan wanita ular itu" Kesal Bara Sambil mengusap kasar rambutnya. Dia melihat foto dia dan Cinta saat masih bersama membuat Bara semakin merindukan mantan pacarnya itu.


"Andai aku bukan anak dari orang yang kamu benci, Mungkin kamu sudah menjadi milikku Cinta. Jika aku lebih kaya dari dia, pasti aku akan bisa memiliki mu. Aku sangat merindukan mu Cinta. Sangat merindukan mu" Ucap Bara sambil memandangi foto mereka.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2