
Semakin hari Cinta dan Vian semakin lengket dan semakin bahagia seperti tidak memiliki masalah sebelumnya. Vian yang selalu menempel pada Cinta dan gak mau berjauhan dengan istrinya ini. Namun Cinta juga tak risih dan semakin senang saat Vian seperti ini.
"Sayang.... Apa boleh malam ini?" Tanya Vian sambil duduk dibelakang Cinta yang sedang membaca komik. Tangan Vian yang terus memeluk erat tubuh Cinta itu tidak mau lepas dari istrinya itu
"Boleh apa?" Tanya Cinta yang masih terhanyut dengan dunia komiknya.
"Seperti biasanya Sayang ". Jawab Vian. Namun Cinta terlalu fokus dengan komiknya. Sehingga membuat Vian kesal.
"Sayang...." Panggil Vian.
"Hemmm" Jawab Cinta yang masih terus membaca komiknya. Dengan kesal Vian merebut komik Cinta dan melemparkannya. Belum sempat Cinta marah Vian sudah menarik Cinta dan menindih tubuhnya.
"Aku ingin kamu Sayang. Tapi kamu sibuk dengan komikmu. Karna kamu sudah membuat ku kesal maka jangan salahkan aku jika besok pagi kamu gak bisa jalan" Ucap Vian sembari menciumi lekuk leher Cinta tanpa jeda. Vian meninggalkan bekas kepemilikan nya bukan hanya satu atau dua, namun banyak. Cinta hanya pasrah dan mengalungkan tangannya di leher Vian. Vian semakin ganas karna tak ada penolakan dari Cinta. Perlahan Vian turun kebenda kenyal itu dan saat bersamaan Cinta melepaskan kimono Vian secara perlahan. Saat tubuh Vian sudah polos dan hanya memakai boxnya saja, Cinta melepaskan lingerie nya sendiri dan mengambil alih pimpinan.
"Kamu semakin berani Sayang " Ucap Vian dengan senyuman manisnya.
"Kan beraninya denganmu, bukan dengan orang lain" Jawab Cinta. Kini Cinta menjelajahi leher Vian dengan agresif dan meninggalkan banyak bekas kepemilikan disana. Setelah puas dengan leher Vian, Cinta turun kebawah dan bermain-main dengan tubuh Vian. Cinta dengan perlahan memasukkan milik Vian, dia bergerak naik turun dengan pelan dan berlalu dengan cepat . Vian terlihat menikmati dibawah kendali Cinta. Mereka akhirnya mencapai bersama.
***
__ADS_1
"Bagiamana ?" Tanya Pak Handoko.
"Semuanya berjalan dengan lancar Tuan " Jawab Bawahannya.
"Bagus ..... Serahkan Vidio itu kepada saya"
"Baik Tuan " Bawahan itu pun memberikan vidio Laura dan melihatnya sampai akhir. Terlihat dari sudut bibir Pak Handoko bahwa dia puas dengan pekerjaan bawahannya ini.
"Bagus, Bonus ku akan saya berikan besok. Sekarang kamu boleh pergi"
"Baik Tuan. Terimakasih " Jawab bawahan itu dan dia berjalan pergi.
***
"Laura?... Siapa dia?" Guman Kirana.
"Ada apa sayang ?" Tanya Alex tiba-tiba.
"Gak papa kok. Kamu udah selesai mandinya ?" Tanya Kirana.
__ADS_1
"Sudah, kamu mau mandi sekarang?" Tanya Alex balik.
"Iya, aku mandi dulu ya" Jawab Kirana segera pergi ke kamar mandi. Alex menyadari bahwa Kirana habis mengotak ngatik ponselnya. Alex segera memeriksa ponselnya. Dan benar, Kirana mencari tau soal Laura.
"Hah, apa aku harus memperlakukan mu seperti dia Sayang ?" Guman Alex pelan sambil tersenyum licik.
Alex terus memandangi ponselnya dan menerima pesan dari anak buahnya jika dia belum menerima kabar apapun dari bawahan mengenai Laura.
"Kemana perginya wanita J*lang itu. Mengapa dia sulit sekali dicari" Batin Alex sembari terus memainkan ponselnya.
"Sedang memikirkan apa?" Kaget Kirana yang baru selesai mandi.
"Sudah selesai Sayang" Jawab Alex membubarkan lamunannya.
"Sudah," Singkat Kirana.
"Kemarilah, kita tidur bersama Sayang" Tawar Alex. Sambil tersenyum.
...****************...
__ADS_1