Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Episode 7


__ADS_3

Jantung Melati berdebar kencang, penuh tanya di dalam benaknya. Melati melangkahkan kakinya kembali menuju ayahnya. Langkah demi langkah.


Tiba-tiba..............


"Stop di situ nak" ucap ayahnya.


Langkah Melati terhenti, Melati terdiam.


"Melati" ucap ayahnya singkat.


Jantung Melati semakin berdebar mendengar ucapan ayahnya yang singkat. Akhirnya Melati angkat suara.


"Ada apa ayah?" ucap Melati.


"Begini nak, ayah lihat akhir-akhir ini kamu jadi gendutan" ucap ayah Melati.


"Gendut" jawab Melati terkejut.


"Iyah nak, kamu sekarang makan banyak yah. Kalo gitu syukur lah ayah ikut senang, soalnya kamu terlalu kurus" ucap ayah Melati.


"Emmmmm Iyah ayah, Melati sekarang makan banyak kan Melati mau nikah sama Akbar" ucap Melati keceplosan.


"Upsss apaan yang aku katakan" gumam Melati.


"Baguslah itu Melati, ayah senang sekali. Benar kan seiring berjalannya waktu, perasaan itu akan muncul dengan sendirinya. Akhirnya kamu setuju dengan pernikahan kamu sama Akbar, dan juga ayah lihat kamu makin bersemangat. Sampai-sampai kamu jadi berusaha untuk gendut" ucap ayahnya.


"Iyah ayah, Melati masuk ke kamar dulu" jawab Melati sambil berlari ke luar.


~Di kamar Melati~


Melati langsung duduk di kursi riasnya, lalu memandangi wajahnya di cermin.


"Apakah aku mulai menyukai Akbar" gumam Melati.


"Enggak mungkin, Akbar bukan kriteria aku. Tapi Edo udah jahat sama aku, dia udah gak peduli lagi sama aku dan bayi yang ada di dalam kandungan aku ini" gumam Melati.


Melati kemudian menuju ranjangnya kemudian tidur dan mencoba melupakan masalahnya.


Hari pun pagi, Melati bergegas bangun dari tempat tidurnya. Melati kemudian membuka jendela kamarnya dan menatap taman bunga yang ada di sebelah kamarnya. Melati keluar dari kamarnya untuk melihat-lihat taman bunga tersebut. Melati sangat bahagia melihat bunga-bunga indah yang bermekaran dan masih basah karena terkena embun pagi yang menyegarkan. Pandangannya teralihkan ke sebuah pondok kecil yang ada di dekat pohon belakang rumah.

__ADS_1


Melati kemudian menghampiri pondok tersebut. Melati berlari dan berhenti tepat di depan pintu pondok tersebut. Melati kemudian masuk dan melihat-lihat ke dalamnya. Melati merasakan seperti tidak asing dengan tempat ini. Melati merasa bahwa dia mempunyai kenangan indah di sini. Tapi, Melati tidak tahu apa itu.


Kemudian, Melati melihat sebuah album foto yang diletakkan di atas meja yang berdebu.


"Seperti nya tempat ini tidak terurus" gumam Melati.


Kemudian Melati meraih album tersebut dan mengusap debu yang menutupinya. Belum sempat Melati membuka album tersebut, tiba-tiba terdengar suara ayahnya yang sedang mencarinya. Melati langsung saja meletakkan album tersebut di tempatnya, lalu meninggalkannya pergi.


"Melati......" ucap ayahnya.


"Iyah ayah Melati datang" jawab Melati bergegas.


Melati kemudian menghampiri ayahnya.


"Ayah kenapa panggil Melati?" ucap Melati.


"Kamu habis dari mana Melati, ayah cariin kamu dari tadi" ucap ayahnya.


"Enggak kok yah, Melati gak habis dari mana-mana" jawab Melati.


"Yasudah ayo kita sarapan pagi dulu, Bi Ijah sudah menyiapkannya dari tadi nanti keburu dingin" ucap ayah Melati.


"Iyah ayah" jawab Melati.


"Ayah Melati mau tanya, pondok yang ada di belakang rumah itu punya siapa?" ucap Melati.


"Pondok yang mana nak, tidak ada pondok di rumah ini. Sudah-sudah sekarang kamu makan saja setelah itu kamu mandi dan bersiap-siap" jawab ayahnya.


"Iyah ayah" ucap Melati.


Setelah makan, Melati membantu Bi Ijah merapikan meja makan dan mencuci piring.


"Bi, bibi tahu kan pondok yang ada di belakang rumah. Itu punya siapa sih Bi?" ucap Melati.


"Udah non sekarang bibi aja yang cuci piring. Non sekarang siap-siap aja, seperti yang disuruh sama ayahnya non" jawab Bi Ijah.


"Bi. Melati lagi bicarain pondok yang ada di belakang rumah, bukannya bicarain cuci piring" ucap Melati kesal.


"Sudah non, sini bibi aja yang cuci piring" jawab Bi Ijah kembali.

__ADS_1


"Yaudah deh kalo bibi gak mau jawab, Melati mau ke kamar dulu" ucap Melati sedikit kesal dan sedih.


Masih terpikir dibenak Melati, punya siapa dan untuk apa pondok itu. Melati lalu teringat dengan album kecil yang ada di dalam pondok itu. Melati kemudian keluar dari kamarnya untuk menghampiri pondok itu. Belum sempat keluar rumah, Melati bertemu ayahnya.


"Kamu mau ke mana nak?" ucap ayahnya.


"Melati mau ke pondok yah" jawab Melati.


"Kamu ini bicara apa nak, sekarang kamu cepat siap-siap. Akbar sama ayahnya sudah menunggu kita" ucap ayahnya.


Melati tak berani membantah ayahnya. Melati langsung bergegas menuju kamar dan berganti baju.


"Pokoknya sehabis pulang ini aku harus ke pondok itu, aku mau tahu apa isi album itu" gumam Melati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.......................

__ADS_1


Don't forget!!!!!!, like comen and vote🙏


Thanks😂


__ADS_2