
Malam pun tiba, Melati masih belum bersiap-siap untuk pergi makan malam bersama Akbar. Dia takut kalau Edo akan marah padanya, apalagi sama sekali dia belum bercerita tentang perjodohan dengan Akbar. Tak lama kemudian, Akbar pun datang dengan pakaian yang rapi lengkap dengan sepatu hitamnya. Akbar disambut baik oleh ayah Melati.
"Silahkan duduk nak Akbar, bapak panggil kan Melati dulu yah" ucap ayah Melati.
"Iyah pak silahkan" jawab Akbar singkat.
Ayah Melati lalu bergegas menuju kamar Melati.
"Melati buka nak pintunya, Akbar sudah menunggu di luar" ucap Ayah Melati.
"Iya ayah" jawab Melati sambil mengusap air matanya.
Melati pun bergegas berganti pakaian, ia sama sekali tidak berdandan. Melati hanya menggunakan dres dan sepatu.
"Melati sudah siap ayah" ucap Melati.
"Yasudah ayo cepat kasihan Akbar sudah lama menunggu" jawab Ayah Melati.
Melati dan ayahnya lalu menuju ruang tamu dan menghampiri Akbar. Akbar hanya diam menatap Melati yang sangat cantik pada malam itu walaupun tidak berdandan.
"Ayo nak Akbar, bersenang-senang ya nak" ucap Ayah Melati sambil menepuk pundak Akbar.
"Iyah pak" jawab Akbar terkejut karena terpesona melihat kecantikan Melati.
Melati dan Akbar pun akhirnya pergi makan malam bersama, di sebuah restoran yang telah dipesan oleh ayah mereka berdua. Mereka pun duduk di dekat kolam renang dengan suasana yang sangat romantis. Bagaimana tidak romantis, mereka ditemani oleh alunan piano yang sangat lembut. Sehingga membuat suasana semakin romantis. Makanan pun datang, mereka segera menyantap makanan tersebut tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.
Mereka pun telah selesai makan lalu Akbar berniat membawa Melati jalan-jalan keliling kota agar mereka dapat berbincang.
"Melati mau kah kamu jalan-jalan bersamaku" ucap Akbar.
__ADS_1
Melati tidak menjawab pertanyaan Akbar bahkan sama sekali tidak menatap wajah Akbar, dia hanya diam menahan tangisnya. Akbar lalu berdiri dari meja makan, mengisyaratkan kepada Melati bahwa dia akan pergi.
Mereka pun masuk mobil, di dalam mobil pun Melati sama sekali tidak mau bicara diam dak terpaku oleh paksaan ayahnya.
"Edo, maafkan aku. Aku terpaksa jalan dengan laki-laki yang tidak aku cintai" gumam Melati.
"Melati, habis ini kamu mau kemana. Aku antar pulang atau kamu mau jalan-jalan lagi" ucap Akbar sambil tersenyum.
Melati masih diam dan tak menjawab pertanyaan Akbar. Lalu terpikir dibenaknya, kalo dia bisa pergi ke karaoke bertemu Edo. Melati akhirnya angkat bicara.
"Antar aku ke karaoke yang ada di depan itu" ucap Melati sambil menunjuk.
"Kamu mau pergi ke tempat itu, maaf yah aku tidak suka dengan tempat seperti itu" jawab Akbar keheranan.
"Sudahlah kamu itu tidak usah banyak bicara yah, sekarang cepat antarkan aku ke tempat itu" ucap Melati sambil melototi wajah Akbar yang polos.
Akbar pun mengantarkan Melati ke tempat bekerjanya itu. Ternyata Edo baru saja tiba, entah dari mana. Pikir Melati pasti Edo baru saja dari rumahnya untuk menjemput. Melati bergegas keluar dari mobil Akbar lalu berlari menghampiri Edo yang akan masuk ke dalam.
Edo terkejut lalu menghadap ke belakang, Edo pun terkejut melihat kedatangan Melati. Melati langsung memeluk erat tubuh Edo seakan tidak ingin dipisahkan.
"Kamu kenapa bisa di sini" ucap Edo keheranan.
"Aku minta maaf yah" jawab Melati.
"Emangnya kenapa? Oh iya tadi aku habis dari rumah kamu, terus ayah kamu malah bilang kamu lagi sakit. Jadi aku pulang" ucap Edo.
"Sakit" jawab Melati terkejut.
"Iya sayang" ucap Edo singkat sambil memeluk erat Melati
__ADS_1
"Melati itu siapa?" ucap Edo singkat sambil melihat ke arah laki-laki yang sedang melihatnya bersama Melati.
"Sudahlah dia bukan siapa-siapa, sekarang lebih baik kita bersenang-senang saja di dalam. Ayo" Jawab Melati sambil tertawa.
Melati dan Edo pun masuk ke dalam meninggalkan Akrab di luar. Akbar sangat heran melihat Melati, karena yang dia dengar dari ayah Melati bahwa Melati itu anak yang baik dan pendiam. Kenapa bisa Melati pergi ke tempat seperti itu. Akbar masuk ke dalam mobilnya untuk menunggu Melati keluar dari tempat itu. Sampai akhirnya Akbar tertidur di dalam mobil karena terlalu lama menunggu Melati yang tak kunjung keluar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...................................