Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Liburan 20


__ADS_3

"Sayang.... Kamu cepetan mandi dong. Jangan malas-malasan gitu" Cinta yang sedari tadi terus menyuruh Vian untuk mandi namun Vian yang masih berselimut dan memejamkan matanya itu membuat Cinta sedikit kesal


"Lima menit lagi Sayang " Jawab Vian dengan suara serak khas bangun tidur. Namun masih memejamkan matanya,bahkan selimut masih membalut tubuhnya.


"Vian......." Teriak Cinta.


"Iya Sayang iya" Jawab Vian bangun dan duduk. Vian masih mengumpulkan semua nyawanya, baru dia turun dan masuk ke kamar mandi.


"Haish..... Seperti menyuruh anak kecil mandi pagi" Guman Cinta. Setelah beberapa menit, Vian keluar dan langsung memeluk Cinta dengan tubuh polosnya.


"Vian....... Kenapa gak pakai handuk sih?" Kaget Cinta.


"Kenapa? Lagian kan cuma ada kamu saja" Peluk Vian dari belakang.


"Vian aku sedang memasak" Hindar Cinta.

__ADS_1


"Biarin" Vian mematikan kompor yang menyala itu dan mengendong Cinta dan mendudukan diatas meja makan. Vian langsung ******* bibir Cinta.


"Hempp" Cinta sedikit mendorong tubuh Vian, namun Vian malah mengarahkan tangan Cinta untuk mengalungkan kelehernya. Cinta pun mau tak mau menurutinya. ******* mereka pun semakin agresif dengan kepala beriringan mengikuti panasnya ******* mereka. Mereka melepaskan ******* itu, Vian memandangi wajah cantik istrinya dan tersenyum lembut.


"Maafkan aku ya Sayang, kalau aku sudah buat hatimu Kecewa dan sakit. Aku akan berusaha untuk memperbaiki semuanya. Aku akan berusaha membuat kamu bahagia dan terus bahagia. Kamu mau kan maafin aku" Guman Vian lembut.


"Aku gak minta lebih Vian, kamu bisa menghargai aku dan bertanggung jawab. Itu sudah cukup. Dan, kamu bisa jaga hati dan dan semua yang kamu miliki untukku, itu lebih dari kata cukup"


"Aku harap kamu lebih bisa menghargai aku dalam hal apapun, gak lupa jika punya aku" Lanjut Cinta.


"Apapun yang kamu mau akan aku turuti Sayang. Bahkan jika kamu mau, kamu bisa mengambil hatiku" Jawab Vian lembut.


"Lalu kamu mati dong!" Balas Cinta.


"Dan kamu jadi janda muda" Goda Vian dengan tersenyum lebar

__ADS_1


"Hih, gak mau lah" Cemberut Cinta.


"Hahahaha. Gak Sayang, aku ingin menghabiskan sisa umurku dengan kamu. Orang yang aku sayangi satu-satunya. Aku ingin menghabiskan masa tuaku hanya denganmu dan anak-anak kita kelak" Satu ciuman mendarat di bibir Cinta dengan tulus yang diberikan oleh Vian.


"Vian..... Kamu..... Jangan pernah tinggal in aku ya"


"Aku....." Satu ******* diturunkan Vian tanpa mau mendengarkan kelanjutan Cinta bicara. Cinta pun mengikuti ******* yang diberikan Vian. Cukup lama mereka menyatukan hasrat mereka dengan ******* satu sama lain. Vian perlahan menjelajahi lekuk tubuh Cinta dengan lembut. Perlahan dia melepaskan semua yang menempel ditubuhnya dan tubuh istrinya.


"Kenapa Sayang?" Tanya Vian saat melihat Cinta sedikit malu-malu.


"Akku.....Ma...lu...." Jawab Cinta dengan imut.


"Kenapa harus malu? Bahkan aku sudah sering kali melihatnya. Kamu lucu Sayang, seperti masih pertama kali saja" Jawab Vian dengan kekehan kecil. Vian lanjut bermain panas dengan Cinta. Satu persatu membuat mereka ingin melakukanya lebih. Perlahan tapi pasti, membuat keduanya saling bersahutan dengan suara bergema di ruangan itu. Mereka hanya melakukan satu ronde saja karna masih pagi dan mereka harus menyiapkan barang untuk lusa penerbangan ke kota mereka.


"Mau mandi bersama?" Tanya Vian dan diangguki Cinta. Cinta melupakan masakannya yang belum selesai itu. Dan memilih mandi bersama suaminya itu. Vian menyalahkan air shower dan mengajak Cinta untuk menguyur badan mereka di bawah guyuran air shower itu. Mereka mandi bersama tanpa melakukan hal serupa di dalam kamar mandi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2