
Jam pun menunjukkan pukul 2 malam. Melati akhirnya keluar dari karaoke bersama Edo. Melati dan Edo pun berpelukan, sambil Edo mencium kening Melati. Melati terkejut karena mobil Akbar masih terparkir ditempatnya. Melati bergegas menghampiri Akbar untuk melihat apakah Akbar masih ada di dalam mobil. Ternyata benar Akbar masih tertidur pulas di dalam mobil. Terlihat sekali wajah lelahnya menunggu Melati dari tadi. Tiba-tiba hati Melati merasa iba melihatnya.
"Eh, aku kenapa. Ngapain aku kasihan sama dia, siapa suruh dia mau jalan sama aku" ucap Melati sambil menepuk wajahnya.
Akbar terbangun, dan langsung mengarah kan wajahnya ke kaca mobil. Mata Akbar terbelalak melihat kecantikan Melati, dan sekali lagi Akbar terpesona. Akbar langsung tersadar dia langsung keluar dari mobil.
"Melati, udah yah. Ayo kita pulang, pasti ayah kamu sudah menunggu" ucap Akbar sambil membukakan pintu mobil untuk Melati.
~Di dalam mobil~
"Melati aku boleh tanya sesuatu gak?" ucap Akbar.
Melati diam saja sambil memainkan hpnya seolah tak perduli dengan Akbar.
"Laki-laki yang bersama kamu tadi siapa Mel" ucap Akbar.
Lagi-lagi Melati tak menjawab
"Kamu cantik" ucap Akbar.
Melati langsung mengalihkan pandangannya ke Akbar. Mereka saling bertatapan, karena pada saat itu sedang lampu merah. Tatapan mereka terhenti karena suara klakson dari mobil yang ada di belakang mereka. Akbar dan Melati terkejut dan langsung tancap gas.
~Sesampainya di rumah~
"Ayah" ucap Melati sambil melepaskan sepatunya.
"Mungkin ayahmu tidur, Bi Ijah juga mungkin tidur. Kamu punya kunci cadangan kan" ucap Akbar.
"Bener juga kata dia ngapain aku teriak-teriak kayak orang gila" gumam Melati.
Melati langsung meraih kunci rumah yang ada di dalam tasnya. Segera dia membuka pintu dan bergegas masuk, lalu segera mengunci nya kembali dan meninggalkan Akbar di luar.
"Eh belum juga ngomong, udah keburu ditutup" ucap Akbar.
Akbar pun segera pulang ke rumahnya. Melati pun juga langsung bergegas masuk ke kamar dan segera merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.
"Hari yang melelahkan, tapi kalau dilihat-lihat Akbar ganteng juga" ucap Melati tersenyum.
"Eh-eh ngapain aku mikirin dia" ucap Melati langsung menepuk wajahnya.
~Di rumah Akbar~
__ADS_1
"Huh" ucap Akbar.
Akbar membolak-balikkan tubuhnya di ranjang tapi tetap saja dia tak bisa tidur karena masih terngiang-ngiang wajah Melati yang cantik.
"Walaupun dia cuek sama aku tetap saja dia terlihat cantik" gumam Akbar sambil senyum-senyum sendiri.
Malam pun berlalu, pagi pun tiba. Sinar sang surya menembus jendela Melati dan membangunkannya.
"Udah pagi ternyata" ucap Melati sambil menutup matanya karena cahaya matahari.
Pagi itu entah kenapa Melati merasakan mual dan pusing, Melati langsung bergegas pergi ke kamar mandi. Dia mengingat apa saja yang sudah dia makan kemarin, tapi seingatnya dia tidak makan yang macam-macam.
"Aku makan apa yah tadi malam, apa aku terlalu banyak minum alkohol. Tapi aku kan sudah sering meminumnya" gumam Melati
Akhirnya Melati pergi ke rumah sakit untuk periksa keadaannya. Setelah dokter memeriksa Melati pun dipersilakan untuk duduk dan menunggu hasil laboratorium. Kurang lama 1 jam akhirnya hasil laboratorium pun datang. Dokter segera mengecek dan menyampaikan nya pada Melati.
"Gimana keadaan saya dok? Saya salah makan apa dok?" ucap Melati.
"Tidak Bu, ibu tidak salah makan. Selamat ya bu karena sekarang ibu sedang hamil 3 minggu" jawab dokter tersenyum.
"Apa saya hamil dok? Dokter salah periksa kan, gak mungkin saya hamil dok" ucap Melati terkejut.
"Tidak Bu. Itu tidak mungkin ini adalah hasil lab, hasil lab tidak mungkin salah. Begini saja Bu, kalau ibu tidak percaya kita bisa lakukan USG Bu" ucap Dokter.
"Yasudah Bu sekarang ikut saya ke ruangan USG" ucap Dokter.
Melati dan Dokter pun pergi ke ruangan USG untuk memastikan bahwa Melati benar-benar hamil. Sesampainya di ruangan Melati pun segera diperiksa dokter. Tak berani Melati menoleh ke arah layar.
"Nah lihat Bu, bayi ibu sedang bergerak" ucap Dokter.
Melati langsung menoleh dan seketika butiran air menetes dari pelupuk matanya. Melati menangis sejadi-jadinya dia tidak percaya bahwa dia hamil di luar nikah. Setelah periksa Melati bergegas pulang ke rumah.
~Di rumah Melati~
"Sudah pulang nak, bagaimana kata dokter hasilnya kamu sakit apa nak?" tanya ayah Melati.
Melati sama sekali tak menjawab pertanyaan ayahnya, dia langsung pergi ke kamar dan mengunci pintu. Lagi-lagi Melati menangis terisak-isak. Melati lalu teringat, siapa ayah dari bayi yang dikandungnya. Melati langsung mengambil HP nya dan menelpon Edo. Edo pun mengangkatnya.
~Ditelpon~
"Edo aku mau sekarang kita ketemu di tempat biasa, kamu lagi gak sibukkan?" ucap Melati.
__ADS_1
"Iya sayang, emangnya kenapa?" jawab Edo.
"Pokoknya kita harus ketemu sekarang" ucap Melati.
"Oke oke aku berangkat sekarang" jawab Edo.
Edo langsung bergegas pergi ke tempat mereka bertemu. Sesampainya di sana ternyata Melati sudah menunggunya. Edo lalu menghampiri Melati.
"Sayang" ucap Edo sambil memeluk Melati dari belakang.
"Kamu sekarang duduk, ada yang mau aku bicarakan sama kamu" ucap Melati.
"Emangnya ada apa sih kayak serius banget kamu, eh bentar kamu habis nangis yah?" ucap Edo.
Melati langsung menatap wajah Edo.
"Edo aku HAMIL" ucap Melati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG................