
Keadaan Cinta yang semakin hari semakin membaik. Begitupun dengan hubungan mereka yang semakin membaik juga.
"Vian... Apa kamu mau aku buatkan brownies ?" Tanya Cinta.
"Boleh" Jawab Vian.
"Aku buatin dulu ya" Ucap Cinta dan langsung menuju dapur. Vian memandangi Cinta sambil duduk di meja makan.
"Aku harap Cinta akan kembali seperti dulu lagi dan melupakan masalah kemarin " Batin Vian.
Ting.
"Laura lagi Laura lagi. Mau apa sih wanita ini" Batin Vian saat melihat pesan di ponselnya.
Tolong aku Vian.
Isi pesan itu, namun Vian tak menggubris nya dan menghapus pesan itu.
"Aku gak mau kesalahan kemarin akan terulang lagi" Batinnya lagi.
***
"Hah..... Sial. Kenapa nomorku kamu blokir sih Vian " Panik Laura sambil bersembunyi di Kamar Hotelnya.
"Siapa orang itu, mengapa dia mencari ku. Mau apa dia" Batin Laura lagi. Suara langkah kaki yang semakin dekat membuat jantung Laura berdetak kencang. Dan tiba-tiba langkan itu berhenti. Namun Laura masih takut untuk keluar dari tempat persembunyian nya. Sampai beberapa menit akhirnya Laura memberanikan diri untuk berdiri secara perlahan. Dan keadaan lampu di kamar Laura mati, entah semua atau hanya kamarnya saja.
"Kemana dia?" Guman Laura sambil melihat-lihat sekelilingnya.
Dan tiba-tiba.....
__ADS_1
Bugkkh.
Ada yang memukul nya dari belakang sehingga Laura pingsan.
***
"Bun, makan dulu ya. Jangan terlalu dipikirkan Bun. Cinta pasti kuat, dan sudah ada suaminya yang akan selalu di sampingnya. Kamu jangan terlalu kepikiran ya Bun " Ucap Pak Bram sambil duduk di tepi kasur.
"Bagaimana Bunda gak kepikiran Yah. Waktu anak pertama mereka meninggal saja, Cinta jadi hampir gila Yah. Apalagi ini terjadi kedua kalinya. Bagaimana keadaannya Yah, Bunda takut" Jawab Bunda sambil mengusap air matanya.
"Bun, percaya dengan Ayah. Cinta baik-baik saja. Buktinya dia belum pulang sampai sekarang, mungkin dia gak mau membuat kita kawatir dan lebih memilih untuk mengikhlaskan semua ini. Anak kita kuat Bun. Percaya dengan Ayah " Tenang Pak Bram.
"Iya Yah, akan Bunda coba. Tapi Bunda mau telvon Cinta dan melihat langsung keadaan Cinta Yah "
"Iya, setelah ini Ayah akan mengirim pesan kepada Vian untuk meminta waktu mereka menelvon kita ya Bun. Sekarang Bunda makan dulu dan minum obat" Bujuk Pak Bram.
"Nanti kalau Bunda sakit terus siapa dong yang bisa manjain Ayah ?" Goda Ayah.
"Meskipun tua, tapikan Ayah juga masih oke Bun. Mau coba ?" Goda Ayah.
"Ayahhhhhh....."
"Hahahah, Nah gitu dong Bun senyum. Kan semakin cantik kalau senyum" Jawab Ayah.
***
"Sayang... Bunda mau telvon. Katanya kangen" Ucap Vian.
"Kamu bilang sama Ayah Bunda kalau aku keguguran ?" Tanya Cinta.
__ADS_1
"Gak kok Sayang. Orangtua kita gak ada yang aku kasih tau" Jawab Vian jujur.
"Emang Kenapa sih Sayang ?" Tanya Vian.
"Emang Bunda bilang apa sama kamu?" Tanya Cinta balik.
"Ayah hanya mengirimkan pesan bahwa Bunda kangen aja sama kamu dan mau telvon sebentar saja" Jawab Vian sambil memperlihatkan ponselnya.
"Yaudah deh, mungkin aku hanya salah sangka aja. Yaudah kamu telvon sekarang saja" Ucap Cinta dan di angguki Vian. Setelah beberapa menit akhirnya Bunda mengangkat telvonnya.
"Hallo, assalamualaikum. " Sapa Cinta.
"Waalaikumsallam, Sayang. Ini Cinta ?" Tanya Bunda
"iya Bun, ini Cinta. Memangnya mau siapa lagi?" Jawab Cinta tersenyum.
"Bunda kanget nak. Bagiamana keadaan kamu disana Sayang ? Baik kan?"
"Iya Bun baik kok. Kan disini sama Vian juga, selalu baik kok. Bunda sendiri bagaimana keadaannya baik juga kan?" Tanya Cinta balik.
"Bundamu lagi sakit nak. Gak mau makan gak mau minum obat kalau gak telvon kamu" Sahut Ayah.
"Ayah apa sih, ikut aja " Jawab Bunda.
"Jadi Bunda sakit. Sakit apa Bun ? Kenapa gak bilang dari awal. Kan aku bisa pulang kalau Bunda kangen Cinta sampai sakit gini" Jawab Cinta panik.
"Gak sayang, Ayah hanya bercanda kok. Jangan dengerin kata Ayah. Bunda hanya kecapekan aja nak. Udah kamu jangan pulang ya. Kasihan Vian dia sepertinya ingin bersamamu terus sampai harus liburan berdua gitu. Udah kamu baik-baik disana ya Sayang. Bunda sudah mendengar suaramu saja sudah senang nak"
"Allhamdullillah kalau gitu Bun, iya Bun. Bunda juga jaga kesehatan ya Bun. Jangan sakit-sakitan lagi. Kalau ada apa-apa langsung ngomong ya Bun " Jawab Cinta.
__ADS_1
...****************...