Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Liburan 17


__ADS_3

Terlihat Cinta dan Vian yang semakin hari semakin harmonis hubungan nya. Vian yang ingin memberikan kejutan kecil untuk istrinya ini. Sekaligus untuk hadiah ulangtahun nya.


"Apa semuanya sudah siap ?" Tanya Vian lewat telvon.


"Sudah Tuan. Semua yang Tuan inginkan sudah kami laksanakan " Jawab seseorang dari telvon itu.


"Baik. Terimakasih " Jawab Vian sambil mengakhiri panggilan itu.


"Sedang menelvon siapa?" Tanya Cinta yang baru keluar dari kamar mandi.


"Dengan Bagus. Dia menanyakan tentang kantor. Mau langsung makan malam Sayang ?" Tanya Vian dan diangguki Cinta.


"Akhir-akhir ini aku jarang ketemu sama Laura. Apa dia menyesal dan takut, sehingga pergi menjauh dari sini" Tanya Cinta sambil memakan makanannya. Sebenarnya Cinta masih sedikit menaruh curiga pada suaminya ini. Dia masih takut jika Laura dan Vian masih sering chatting, walau 24 jam Vian selalu bersama Cinta.


"Entahlah Sayang. Aku gak tau. Tapi jika memang benar dia pergi dari sini, itu sebuah kabar yang sangat baik" Jawab Vian yang tidak mengalihkan pandangannya ke makanannya.

__ADS_1


"Apa kamu gak di kejar-kejar dengan dia. Mungkin masih chatting kamu atau apa lah" Pancing Cinta.


"Nomor nya sudah aku blokir sejak dia mengirimkan foto itu" Jawab Vian lagi. Cinta kini hanya mengangguk kan kepalanya saja dan menghela nafas panjang.


***


Kehidupan Laura yang terus di sekap di ruangan gelap tanpa seorang pun. Tanpa apapun, hanya ada pelayan yang akan memberikan makan dan minum. Hampir setiap hari Laura berteriak minta tolong dan dilepaskan, namun semuanya hanya nihil. Sampai saat dia membuka matanya, sudah ada seorang paruh baya duduk di depan ranjangnya.


"Pak Handoko ?" Kaget Laura saat dia melebarkan matanya dan sesekali dikucek itu. Sungguh, sungguh Laura tak percaya yang sekarang duduk di depannya adalah Ayah Vian. Pak Handoko.


Pak Handoko hanya tersenyum sambil memalingkan wajahnya dan kembali memandang rendah Laura.


"Sudah saya tegaskan denganmu, untuk tidak menggangu anak dan menantu saya. Namun kamu sudah melewati batas" Ucap Pak Handoko.


"Mak-sud Bapak?" Binggung Laura. Pak Handoko menjelaskan semua saat Laura menggoda Vian sampai dia menjebak dan membuat tipuan palsu untuk pisah nya mereka.

__ADS_1


"Dan tidak hanya itu, kamu sampai membuat cucu saya meninggal dunia" Tatapan tajam Pak Handoko membuat Laura takut dan tidak berani menatap Pak Handoko balik.


"Kamu sudah sering tidur dengan Pria mana saja, bahkan kamu hamil entah anak siapa. Dan kamu meminta tanggung jawab dengan kekasih mu. Namun, yang kamu dapat hanyalah siksaan sampai kamu keguguran dan dibantu oleh anak saya. Tapi kamu malah membalasnya dengan membuat tipuan-tipuan agar Vian dan Cinta berpisah. Sampai mereka kehilangan anak mereka yang belum sempat lahir didunia ini. Dan tidak hanya itu, mereka belum sempat memberitahu kan kepada kami. Orangtuanya" Tegas Pak Handoko dengan tatapan yang semakin menakutkan. Laura hanya bisa menelan ludahnya dengan semua yang dikatakan Pak Handoko.


"Hukuman kemarin sebenarnya sangat tidak cocok denganmu. Jika anak saya kehilangan anaknya, maka kamu harusnya kehilangan apa?" Ucap Pak Handoko lagi.


"Ja-jadi yang kemarin....?"


"Iya, itu saya yang melakukan nya. Saya menyuruh seseorang untuk membuntutimu. Dan saya tau kamu membuat kecurangan dengan anak saya. Sampai kamu rela menyusulnya ke kota *** untuk liburannya. Sungguh sangat hebat" Jawab Pak Handoko dengan senyuman dan tatapan yang tajam.


"Tunggu dan nikmati masa-masa mu yang akan tinggal di balik jeruji besi" Lanjut Pak Handoko sembari pergi meninggalkan Laura.


"Pak.... Maafkan saya. Tolong maafkan saya pak...." Ucap Laura dengan menangis namun tak dihiraukannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2