Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Episode 16


__ADS_3

"Saya ke dapur dulu yah manggil bi Inah buat bikinkan kamu teh hangat" ucap Akbar.


"Iyah iya terserah kamu saja" jawab Melati yang masih menutupi mulutnya.


Akbar kemudian pergi ke dapur........


"Bi Inah mana yah" gumam Akbar.


Akbar lalu mendatangi bi Inah di kamarnya.


Tok tok tok............


"Tidak ada jawaban, yasudah lah aku saja yang bikinkan sendiri untuk Melati" ucap Akbar.


"Melati suka teh dengan gula dua sendok atau satu sendok yah" gumam Akbar.


" Di mana ni Inah meletakkan gula nya yah" ucap Akbar kebingungan.


"Nah itu dia, akhirnya ketemu juga bikin saya pusing saja" ucap Akbar.


Akbar lalu membuatkan teh untuk Melati, Akbar lalu bergegas pergi ke kamar.


"Melati ini teh untukmu, aku taruh di sini yah" ucap Akbar sambil meletakkan secangkir teh hangat di atas meja dekat ranjang.


"Iya terima kasih" ucap Melati.


"Melati kamu tidak apa-apa kan?" tanya Akbar.


Melati hanya mengangguk dan merebahkan tubuhnya untuk istirahat.


~Pagi hari~


"Sudah pagi ternyata" ucap Melati sambil mengucek matanya.


Melati lalu keluar dari kamar menuju dapur. Melati terkejut melihat Akbar yang sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Kamu" ucap Melati.


"Selamat pagi istriku, ayo kita sarapan dulu" ucap Akbar.


"Kenapa kamu yang bikin sarapan, bi Inah mana?" tanya Melati.


"Oh iya bi Inah sama Pak Seno buru-buru pulang ke kampung, soalnya ada masalah keluarga" jawab Akbar.


"Oh gitu yah, pantesan aku gak tahu" ucap Melati.


"Ayo makan sama-sama" ucap Akbar.


" Ini beneran kamu yang bikin kan?" tanya Melati.


"Yaiyalah terus siapa lagi?" jawab Akbar.


"Ayo kita makan" ucap Akbar sambil menarik Melati ke kursi.


"Ini kamu gak buat racun kan?" ucap Melati.

__ADS_1


Akbar hanya tertawa sambil menuangkan susu ke gelas.


"Hari ini kalau kamu mau ke mana-mana kamu tinggal hubungi saya yah, nanti saya akan antar seseorang untuk mengantar kamu" ucap Akbar.


"oke" jawab Melati.


Mereka pun makan bersama.


"Makanan buatan Akbar ternyata enak juga" gumam Melati.


"Kamu mikirin apa sih, mikirin saya yah" ucap Akbar sambil tertawa.


"Idih ni orang kok tiba-tiba malah jadi kek gini sama aku, biasanya kan dingin" gumam Melati.


"Saya sudah selesai makan, sekarang saya mau berangkat ke kantor dulu" ucap Akbar sambil merapikan dasinya.


Melati hanya mengangguk.


"Bete banget di rumah, lebih baik aku ke rumah ayah aja" gumam Melati.


Melati lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja kamar untuk menelpon Akbar. Langkah Melati terhenti...


"Idih ngapain aku nelpon dia, ntar dia nya malah kesenangan lagi. Tapi aku rindu sama ayah" ucap Melati.


"Hmm apa aku telpon aja yah" gumam Melati.


"Sudah-sudah lebih baik aku naik taksi saja" ucap Melati lalu pergi keluar rumah.


Di perjalanan menuju rumah ayahnya, Melati melewati cafe dan tidak sengaja melihat Akbar yang sedang duduk bersama seorang wanita cantik. Melati panas melihat Akbar bersama wanita itu.


"idih ngapain aku cemburu liat Akbar, Melati Melati kamu harus sadar" ucap Melati sambil memukul-mukul wajahnya.


Sesampainya di rumah ayahnya, Melati langsung memeluk hangat ayahnya yang sedang duduk di teras rumah.


"Ayahhhh. Melati rindu sama ayah" ucap Melati sambil memeluk ayahnya.


"Ayah juga rindu sama kamu nak, kamu ini seperti anak kecil saja" jawab ayahnya.


"Hehe, oh iya ayah. Bi Ijah ada di dalam kan?" ucap Melati.


"Jelas ada dong, Bi Ijah itu kan menemani ayah di rumah nak" jawab ayahnya.


"Cieee ayah, hahahaha" ucap Melati sambil tertawa pada ayahnya.


"Kamu ini yah, sini kamu" jawab ayahnya.


Melati lalu masuk ke dalam rumahnya....


" Bi Ijah di mana sih" gumam Melati.


"Biii bibiiii" ucap Melati.


"Yaudah lah aku ke kamar aku aja dulu" ucap Melati.


Melati lalu menuju kamar kesayangannya.

__ADS_1


"Hallo kamarku yang cantik dan indah seperti aku, hahahhaha" ucap Melati sambil tertawa.


"Hmm wangi pasti habis di semprot bi Ijah" ucap Melati.


"Kok aku tiba-tiba lapar sih, yaudah lah aku ke dapur aja kali aja langsung nemu ni Ijah" ucap Melati menuju dapur.


"Ko bi Ijah gak ada juga sih" ucap Melati.


Melati lalu keluar dari rumah lewat belakang, dan melupakan untuk makan. Melati berjalan melihat sekelilingnya, rupanya ada bi Ijah.


"Lah ngapain bi Ijah di pondok itu yah" gumam Melati.


"Hai bi" sapa Melati pada bi Ijah.


Bi Ijah langsung terkejut mendengar sapaan Melati padanya.


"Eh iya non Melati" ucap bi Ijah seperti salah tingkah.


Bi Ijah kemudian mendekati Melati yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Bibi ngapain sih di situ?" tanya Melati pada bi Ijah.


"Enggak kok non, bibi gak ngapa-ngapain" jawab bi Ijah mencurigakan.


"Beneran nih? Gak ada yang bibi sembunyikan, kan dari aku?" tanya Melati.


"Enggak kok non, ayo kita masuk. Non Melati pasti lapar kan, kita makan yah non" ucap bi Ijah menarik Melati.


"Tapi bi" ucap Melati.


"Sudah non ayo kita masuk" jawab bi Ijah.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG...............


Hai 👋🏻 semuanya akhirnya episode 16 bisa up juga, lama banget yah😁


Mohon maaf atas keterlambatan up nya yahh


Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan dan diberikan kesehatan Amiinn🤗

__ADS_1


__ADS_2