
"Sayang.... Udah siap?" Panggil Vian.
"Sudah" Jawab Cinta sambil membenahi bajunya.
"Cantik banget sih istri ku ini" Ucap Vian sambil memegangi kedua pipi Cinta dengan kedua tangannya. Vian mencium kening Cinta dan kedua pipinya. Dilanjutkan dengan ******* bibir manis Cinta.
"Vian...." Dorong Cinta pelan.
"Itu tadi sarapan Sayang " Goda Vian sambil tersenyum kecil
"Apaan sih..." Guman Cinta dengan memajukan bibirnya. Vian mengandeng tangan Cinta sampai di parkiran mobilnya. Setelah itu Vian melajukan mobilnya untuk membawa Cinta jalan-jalan.
"Ini kita ke pantai dulu Sayang ? Gak mau makan dulu ?" Tanya Vian.
"Tadikan udah sarapan roti sama susu. Kamu masih laper apa?" Tanya Cinta balik dengan sedikit kesal
"Bukannya gitu, tiba-tiba aku ingin makan nasi goreng. Dan gak tau juga pingin makan mie instan kuah pedas yang biasahnya kamu bikinin itu lho" Jawab Vian sambil menyetir.
"Nanti aja Vian kalau udah di Hotel aku buatkan yang banyak. Kalau perlu se pabrik nya aja" Ketus Cinta.
"Kamu kok semakin hari semakin banyak omong yaa Sayang. Beda sama yang dulu"
__ADS_1
"Beda bagaimana ? Gak suka, jadi sukamu yang gimana? Yang seperti mantan tunangan mu itu? Iya?" Jawab Cinta ketus.
"Gak kok, apapun kamu aku tetep sayang dan cinta. Udah jangan di bahas lagi ya Sayang. Maafin aku yaa aku salah omong kok" Jawab Vian sambil memegang tangan Cinta.
"Gak usah pegang-pegang. Fokus nyetir aja" Ketus Cinta sambil menarik tangannya. Vian menarik nafas panjang.
"Iya Sayang"
***
"Mah.... Mama ....." Ucap Pak Tama membangunkan istrinya ini.
"Mah .... Bangun Ma...."Pak Tama memeriksa hidup istrinya tapi tak ada nafas yang terasa berhembus di hidung istrinya itu.
"Mama.... bangun Ma..... " Pak Tama panik dan terus memanggil istrinya ini.
"Ma jangan tinggalkan Ayah Ma... bangun Ma...." Ucap Pak Tama.
"Mama........." Teriak Pak Tama dengan tangisan yang sudah tak bisa ditahan lagi. Pemakaman pun dilaksanakan dihari itu juga. Banyak orang yang datang. Bara yang tak merespon apapun dikamarnya dan sesekali teriak dengan memanggil nama Cinta. Banyak tetangga yang berbisik karna melihat keluarga Pak Tama yang sudah hancur ini. Istrinya meninggal dan anaknya yang sedang sakit jiwa. Benar-benar hancur sangat hancur hatinya.
***
__ADS_1
"Ayah..... Ayah....." Teriak Bunda sambil berlari menemui Ayah yang sedang membaca koran di teras rumah.
"Ada ap Bun. Seperti anak kecil mau beki es krim saja panggil Ayah sambil lari-lari gitu" Jawab santai Pak Bram.
"Ayah.... Mamanya Bara Yah.... Meninggal " Ucap Bunda dengan nafas terengah-engah.
"Apa? Meninggal ?" Kaget Pak Bram.
"Iya Yah, tadi waktu Bunda belanja Bunda diberi tahu tentang sebelah"
"Innalilahi wainailaihi rojiun.... "
"Bagaimana Yah, apa kita ikut datang ? Bunda masih....."
"Bun, maafkan semua kesalahan mereka terutama Mama Bara. Allah saja hama pemaaf, masa kita hambanya tidak. Kita do'akan semoga beliau diampuni segala dosanya dan ditempatkan disisinya. Ammiin" Potong Pak Bram.
"Iya Yah.... Tapi Yah, kata tetangga juga Bara masih belum sembuh dari gangguan jiwa. Dia kerap marah-marah dan berteriak. Kadang dia memanggil nama anak kita Yah, Cinta. Bunda jadi kasihan dengan Bara, karna kerakusan Ayah nya dia jadi harus menanggung karma ini. Belum lagi Mama nya Bara, rasanya Bunda bersyukur memiliki Suami sekaligus Ayah yang bertanggung jawab dan hebat seperti Ayah. Semoga Vian juga seperti Ayah ya Yah. Menghargai dan selalu mencintai anak kita selalu dan dalam keadaan apapun" Ucap Bunda.
"Ammiin...." Jawab Ayah.
...****************...
__ADS_1