Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Janggal


__ADS_3

"Sayang, aku istirahat dulu yaa. Kamu jangan capek-capek ya nanti kalau kamu capek gak ada yang manjain aku" Goda Vian


"Iya.... Udah kamu tidur aja dulu" Jawab Cinta


"Jangan malem-malem yaa kalau tidur" Jawab Vian lagi dan mencium kening Cinta.


"Hemmmm" Jawab Cinta lagi. Vian pun meninggalkan Cinta yang masih duduk di sofa ruang tau sambil melihat TV sendiri. Tak terasa air mata Cinta jatuh lagi. Rasanya dia tak bisa menikmati acara TV malam ini. Pikirannya begitu kacau dengan kelakuan Vian dibelakangnya. Tak bisa dia bayangkan jika Vian berselingkuh dengan mantan tunangannya dibelakang Cinta. Bagaimana kehidupan selanjutnya jika Cinta mengetahui yang sebenarnya. Sungguh tak bisa dibayangkan lagi.


"Apa aku harus pergi setelah ini?Tapi..... Kenapa hatiku sangat sakit" Ucap Cinta sambil memegang dadanya.


***


"Yah, kenapa yaa akhir-akhir ini perasaan Bunda gak enak. Selalu kepikiran Cinta. Apa terjadi sesuatu dengan anak kita Yah ? Bunda sangat takut " Kata Bunda sambil membereskan makan malam.


"Mungkin hanya perasaan Bunda saja. Mungkin Bunda hanya kangen dengan anak kita, jadi kepikiran yang aneh-aneh. Kita doakan saja yang terbaik untuk anak kita Bun " Jawab Ayah.


"Semoga begitu Yah " Sahut Bunda.


"Atau Bunda mau menelvon Cinta dan menanyakan langsung dari pada bunda kepikiran yang enggak-enggak " Ucap Pak Bram.

__ADS_1


"Takut Bunda mengganggu mereka nanti Yah. Sekarang juga sudah jam segini. Pasti mereka sudah istirahat. Besok sajalah" Jawab Bunda.


"Iya Bun, lagian kan sekarang juga sudah waktunya tiba juga"


"Tiba apa Yah ?" Binggung Bunda.


"Yaa, itu lho Bun " Goda Pak Bram.


"Itu apa sih Yah, ngomong yang jelas dong " Jawab Bunda lagu.


"Yaa gitu-gituan lah. Masak gak ngerti" Ucap Pak Bram samb memberi kode dengan gerakan kedua tangannya.


"Yaa kan namanya suami istri, ya jelas begitu lah Bun. Kita juga saat masih muda juga gitu, apalagi mereka kan pacaran setelah menikah jadi lebih berbeda lagi"


"Alah, sama saja. Udah ahh Bunda mau beres-beres dulu dan tidur. Udah capek banget mau cepat-cepat tidur " Potong Bunda.


"Gak mau gitu-gituan sama Ayah dulu. Udah lama lho Bun kita gak gitu-gituan lagi" Goda Pak Bram.


"Apa sih, udah tua juga" Ketus Bunda lagi sambil membuang muka.

__ADS_1


"Tapi kan masih perkasa. Bunda mau pembuktian ?" Ucap Pak Bram lagi.


"Udah-udah , Bunda mau cuci piring dulu" Elak Bunda dan ditertawakan oleh Pak Bram.


***


"Sus, kondisi pasien yang bernama Nona Laura sudah membaik, jadi besok sudah bisa pulang ya. Kamu tolong hubungi suaminya ya" Ucap Dokter.


"Baik Dok. Tapi suami Pasiennya yang mana ya Dok ?" Tanya Perawat itu


"Bukannya yang biasahnya menjaganya itu. Kalau bukan suaminya lalu siapa? Atau mungkin pacarnya ?" Tanya balik Dokter.


"Ohh, yang itu. Mungkin masih kekasihnya Dok. Kalau begitu setelah ini akan saya hubungi Dok " Jawab Perawat itu.


Tak lama kemudian Perawat itu menghubungi ponsel Vian. Saat Cinta ingin membaringkan tubuhnya, Cinta melihat ada telvon masuk di ponsel suaminya ini dari nomor telvon rumah. Ingin rasanya Cinta menerima panggilan itu, tapi dia takut jika akan menghasilkan kekecewaan lagi.


"Sayang, tolong kamu angkat ya dan bilang jika aku sedang sibuk" Ucap Vian dengan mata yang masih tertutup. Cinta pun mengangkat panggilan itu.


"Halo? Tuan Vian, saya dari rumah sakit *** Ingin memberitahu kan bahwa Nona Laura besok sudah boleh pulang. Karna kondisinya sudah membaik" Ucap dari seorang perempuan dari seberang sana. Cinta tak dapat berkata-kata saat nama uang disebutkan terdengar di telinga nya. Tubuh Cinta rasanya menegang seketika. Mengapa masalah ini seakan-akan terus ada, bahkan Cinta ingin rasanya gak mau tau. Tapi mengapa malah terus datang kepadanya. Ingin rasanya bagi Cinta ini semua hanya mimpi, dan dia ingin segeralah bangun. Namun ternyata semua ini sangat nyata.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2