
Melati dan ayahnya lalu pergi ke tempat ketemuan mereka dengan Akbar dan ayahnya. Sesampainya di sana Melati dan ayahnya disambut hangat oleh Akbar dan ayahnya.
"Silahkan duduk pak" ucap Akbar sambil tersenyum.
"Terima kasih Akbar" jawab ayah Melati.
Melati sangat gelisah karena dia ingin segera pulang dan melihat isi album itu.
"Melati kamu kenapa?" ucap Ayahnya.
"Enggak kok yah, Melati gak kenapa-kenapa" jawab Melati.
Pelayan pun datang membawakan makanan dan minuman yang sudah dipesan lebih dulu sebelum mereka datang.
"Silahkan dinikmati" ucap Ayah Akbar.
Melati hanya diam saja menatap ponselnya.
"Melati ayo dimakan nak" ucap Ayah Melati.
Melati diam saja dan tak menjawab.
"Melati" ucap ayahnya sambil menepuk pundak Melati.
"Iyah ayah" jawab Melati terkejut.
"Ayo makan nak, sudah jangan main hp terus nanti dingin makanannya" ucap ayahnya.
"Ayah Melati mau pulang saja" bisik Melati pada ayahnya.
"Kamu ngomong apa sih nak" jawab ayahnya sambil berbisik.
"Ini ada apa yah" ucap ayah Akbar.
"Emmm tidak Ada apa-apa, hanya sedikit masalah kecil. No problem" jawab ayah Melati.
"Baiklah" jawab kembali ayah Akbar.
Setelah menyantap hidangan yang disajikan, Melati bergegas menuju mobil tanpa berpamitan sama sekali dengan ayahnya Akbar.
"Melati kamu mau kemana nak" ucap ayah Melati.
"Melati kenapa terburu-buru seperti itu pak?" ucap Akbar.
"Saya juga tidak tahu nak Akbar, maaf yah atas kelakuan Melati yang tidak mengenakkan" ucap ayah Melati.
"Iya pak tidak apa-apa, mungkin Melati ada urusan penting yang harus dia selesaikan sekarang" jawab Akbar.
__ADS_1
Ayah Melati pun pulang ke rumah dan mencari Melati.
"Bi Ijah. Melati sudah pulang?" ucap ayah Melati.
"Sudah pak, tapi tidak tahu sekarang ke mana" jawab Bi Ijah.
"Yasudah saya akan cari sendiri saja" ucap ayah Melati.
Ternyata Melati penasaran dan kembali masuk ke pondok kecil itu. Melati langsung saja mengambil album tersebut dan membukanya secara perlahan. Melati sangat keheranan melihat foto-foto itu.
"Ini foto siapa yah. Kenapa wajahnya tidak asing. Lalu wanita yang menggandeng tanganku ini siapa" gumam Melati.
Melati mulai mengingat kembali, tapi rasanya dia tidak mengenal wanita yang ada di dalam foto itu. Penuh tanya di dalam benak Melati, apakah wanita yang ada di foto itu ada hubungannya dengan dirinya. Yang sangat membuat Melati terkejut adalah ketika ada tulisan di belakang foto itu, "Melati anakku".
"Berarti, wanita ini adalah ibuku. Tapi ayah tidak pernah menceritakan apapun tentang ibu" ucap Melati.
"Melati........." teriak ayah Melati.
"Ayah memanggil ku, aku harus cepat-cepat keluar dari sini" gumam Melati.
Melati bergegas keluar dan menemui ayahnya.
"Iya ayah kenapa?" ucap Melati.
"Kamu dari mana nak?" ucap ayah Melati.
"Melati ayah belum selesai ngomong sama kamu" ucap ayah Melati.
"Melati pasti habis dari pondok itu, aku harus segera menghancurkan pondok itu dan segera membakar album itu" gumam ayah Melati.
~Malam hari~
"Halo, Ardha masih ingat sama Om" ucap ayah Melati ditelpon.
"Iya Om pasti lah itu" jawab Ardha.
"Melati sudah tahu tentang pondok yang ada di belakang rumah" ucap ayah Melati.
"Apaaa" jawab Ardha terkejut.
"Makanya Om minta kamu hancurkan pondok itu, jangan sampai Melati lebih tahu banyak lagi tentang ibunya" ucap ayah Melati.
"Baiklah Om, Ardha sudah tahu apa yang akan Ardha lakukan supaya Melati melupakan apa yang sudah dia ketahui" jawab Ardha.
~Ayah Melati menutup telepon~
Author kasih tahu dulu yah sebelumnya Ardha itu adalah sepupu laki-laki Melati. Ardha baru saja menyelesaikan kuliah S3 nya di luar negeri. Ardha itu adalah anak yang pintar, tampan dan mapan. Ardha banyak disukai oleh para wanita tapi tetap saja dihatinya hanya ada Melati. Dia sudah dari dulu suka sama Melati, karena dari kecil mereka sering bermain bersama. Tapi Ardha belum pernah menyatakan cintanya sama Melati, karena ada sesuatu hal yang nanti akan Author ceritakan sama kalian di episode selanjutnya.
__ADS_1
Melati mencoba memejamkan matanya, tapi rasa penasaran di dalam dirinya tentang wanita yang ada di foto itu juga tentang tulisan "Melati anakku" itu lah yang membuat Melati sangat keheranan.
"Siapa ya wanita itu, apa benar aku anaknya. Tapi aku gak berani tanya sama ayah" gumam Melati sambil memeluk guling nya.
~Pagi hari~
Tok Tok tok tok tok........
"Non, Non Melati" ucap Bi Ijah sambil mengetuk pintu kamar Melati.
"Emmmm" ucap Melati sambil mengucek matanya.
Melati beranjak dari tempat tidurnya dan segera mendekati pintu.
"Bibi. Ada apa bi?" ucap Melati.
"Makanan sudah siap Non. Bapak sudah menunggu Non" ucap Bi Ijah.
"Iya Bi nanti Melati akan segera ke sana, Melati mau mandi dulu" ucap Melati.
"Baiklah Non. Bibi permisi dulu" ucap Bi Ijah.
"Iya iya Bi" jawab Melati.
Melati segera mandi dan menuju meja makan untuk menyantap makanan yang sudah disediakan Bi Ijah.
"Melati lama sekali kamu nak" ucap ayah Melati.
"Oh iya ayah Melati mau tanya sesuatu sama ayah. Tapi ayah jangan marah yah sama Melati" ucap Melati ragu.
"Pasti Melati mau tanyakan soal pondok lagi, aku harus mengalihkannya" gumam ayah Melati.
"Ayo nak sekarang makan dulu nanti saja bicaranya" ucap ayah Melati.
"Iya ayah" jawab Melati.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
__ADS_1