
Dretttt Dretttt Dretttt
"Ayah?" Batin Vian melihat ponselnya yang masih berdering.
"Siapa Vian ?" Tanya Laura yang terbangun karna dering ponsel Vian.
"Ohh, sekertaris ku. Mungkin ada pekerjaan yang mendesak" Bohong Laura.
"Ohh, kalau begitu kamu pergi saja, aku tak apa disini sendiri dulu" Jawab Laura.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya, kalau ada apa-apa biar sekertaris ku kesini untuk menjagamu" Ucap Vian
"Tak usah Vian, disini sudah ada perawat. Biarkan perawat saja yang memjagaku"
"Aku maunya kamu bukan orang lain Vian " Batin Laura.
"Aku pergi dulu Laura " Pamit Vian sambil berjalan cepat keluar. Vian pun menelvon Papa nya saat sudah sampai di dalam mobilnya.
"Halo Pa, Ada apa Pa?" Ucap Vian.
"Kenapa dengan suaramu? Seperti sehabis lari maraton saja" Jawab Pak Handoko.
"Ahhh, it... itu... tadi habis membantu Cinta memasak Pa" Gugup Vian.
"Kamu dirumah Vian ?" Tanya Pak Handoko.
__ADS_1
"Iy...iya Pa. Dimana lagi ka... kalau bukan dirumah" Jawab Vian lagi.
"Ohh, Papa sekarang dirumahmu. Tapi kamu tak dirumah
Vian, Papa tegaskan lagi jika kamu bermain api dibelakang Cinta dan menyakitinya maka Papa yang akan menghukum kamu sendiri" Ucap Pak Handoko dan mematikan ponselnya.
"Sial....." Panik Vian sambil memukul setir mobilnya.
"Jadi Cinta sudah tau semuanya ? Atau bagaimana ? Apa yang harus aku lakukan!". Binggung Vian. Vian pun menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya. Sesampainya dirumah, Vian mencari-cari Cinta.
"Sayang.... Sayang.... kamu dimana?" Panggil Cinta.
"Sayang....."
"Iya?" Jawab Cinta santai di balkon taman belakang.
"Lagi ngadem aja" Singkat Cinta.
"Sayang, aku lapar. Tolong buatin nasi goreng ya" Manja Vian.
"Iya sebentar " Jawab Cinta dan langsung pergi ke dapur. Cinta pun langsung memasakkan permintaan Vian dan gak butuh waktu lama Cinta ke balkon membawa sepiring nasi goreng dan segelas air putih.
"Vi..." Belum selesai Cinta memanggilnya, dilihatnya Vian sudah tertidur pulas. Tak lama kemudian ada notifikasi dari Laura. Dan dibaca oleh Cinta.
Jangan lupa makan ya. Kamu dari semaleman gak makan apapun. Aku takutnya kamu sakit. Isi pesan itu. Begitu sakit dan kesalnya hati Cinta. Susah payah Cinta membuang semua fikiran jelek tentang Vian dengan Laura. Tapi semua kebenaran satu persatu terbongkar. Tak tau apa yang harus Cinta lakukan. Rasanya dia seperti mati rasa saja. Air matanya mengalir begitu saja tapi ditepis olehnya. Dia menahannya agar tak terlihat sakit hati dihadapan Vian.
__ADS_1
"Vian.... Vian" Panggil lembut Cinta.
"Vian...." Cinta menepuk-nepuk lembut pipi Vian.
"Jangan tinggalkan aku Cinta, maafkan aku, aku gak bermaksud " Ucap Vian yang masih tertidur.
"Masalah apa Vian yang kamu lakukan dibelakang ku. Aku gak kuat Vian jika itu tentang wanita lain" Batin Cinta sambil meneteskan air matanya. Kembali Cinta menghapus air matanya dan membangunkan Vian.
***
"Setelah menerima pesan dariku, akan ku pastikan jika Cinta dan Vian sebentar lagi akan pisah. Hahahaha" Ucap Laura sambil tertawa keras.
"Dan setelah itu aku akan menjadi Nyonya Vian seutuhnya. Dan kamu Cinta akan menjadi Mantan Nyonya Vian. Dan tak akan aku biarkan kamu merebut kembali Vian dari pelukan ku"
***
Setelah kepergian Laura dengan kondisi keguguran, Alex sudah mulai melepaskan Laura. Dia sibuk dengan wanita-wanita malamnya dan sudah tak memikirkan Laura lagi. Jika dia berani membuka suara jika yang membunuh bayinya adalah Alex, maka dia juga akan ikut hancur dengan semua Vidio yang direkam Alex akhir-akhir ini.
"Ehhj Lex, kok lu tumben sekarang gak pernah ajak wanita penghibur lu kesini dan kita nikmati bareng-bareng lagi" Tanya temannya.
"Dia udah gak enak lagi, udah longgar. Hahahaha" Jawab Alex.
"Masak sih, kok gue ngerasainnya ketagihan ya? Apa karna gue jarang main sama cewek yang selevel sama lu. Hahaha " Jawan temannya lagi.
"Udahlah, masalah cewek gue bisa cariin yang lebih dari dia. Sekarang mending kita nikmati malam kita dengan wanita-wanita ini" Ucap Vian dan diangguki temannya. Merekapun menghampirinya wanita-wanita yang duduk dengan tubuh se*i Di bar itu.
__ADS_1
...****************...