Suami Pilihan Ayahku

Suami Pilihan Ayahku
Mengetahui


__ADS_3

"Vian". Kaget Cinta saat mengetahui bahwa suaminya sudah berada dibelakangnya entah sudah berapa lama.


"Vian stop Vian ". Tahan Cinta berusaha menahan suaminya yang terus menghajar Bara. Terukir jelas diwajah Vian betapa benci dan marah nya saat ini.


"Vian aku mohon Vian kamu berhenti. Nanti dia bisa mati Vian " Teriak Cinta.


"Biarkan saja dia mati. Karna dia anak kita meninggal Cinta ". Marah Vian dan terus memukuli Bara.


"Vian stop......" Teriak Cinta sambil menangis tersedu-sedu membuat Vian berhenti memukuli Bara.


"Kenapa kamu menangis ? Maafkan aku Sayang, amarah ku menguasai pikiran ku. Maafkan aku yaa, jangan menangis lagi" Peluk Vian membuat Cinta semakin kencang menangis.


"Aku takut Vian, anak kita sudah tiada. Aku gak mau lagi kalau kehilangan kamu jika kamu sampai membunuh orang itu. Sudah cukup anak kita yang pergi, kamu jangan". Tangisnya membuat Vian memeluk lebih erat.


"Maaf Sayang, Maafkan aku yang tidak berfikir terlalu panjang. "


"Kita sekarang pulang yaa" Gendong Vian meninggal kan Bara yang lemas dilantai.


"Urus dia" Perintah Vian kesupirnya.


"Baik tuan" Jawab supirnya.


Vian melajukan mobilnya menuju rumah mereka. Disampainya dirumah mereka, ternyata sudah ada perempuan cantik yang menunggu Vian diruang tamu.


"Vian" Panggil wanita itu membuat Vian terkejut.


"Kenapa Laura bisa tau alamat rumah baruku. Padahal, hanya kluarga ku dan Cinta yang tau. Apa dia tau dari sekertaris ku". Batin Vian.


"Siapa?". Tanya Cinta yang mulai melepaskan genggaman tangan Vian. Sangat jelas Cinta merasa tidak senang. Karna selama ini Vian tak pernah kedatangan tamu apalagi itu perempuan dengan pakaian yang menggoda itu.

__ADS_1


"Dia....-"


"Mantan tunangannya Vian ". Sahut Laura dengan cepat.


Wajah Cinta yang berubah dengan bersamaan melihat kearah Vian seakan-akan menanyakan semuanya.


"Kenapa kamu bisa kesini ? siapa yang memberitahukan alamat rumahku yang baru?". Tanya Vian tanpa menjawab raut wajah Cinta


"Kitakan pernah bersama, dan kamu sendiri yang memberitahukan kalau nanti kita menikah akan membeli rumah disini. Jadi aku hanya menduganya saja, dan ternyata benar kamu tetap memilih rumah yang ingin kita beli ini" Senyum licik Laura.


"Kapan aku-"


"Kalau kamu ingin berbicara dengan suamiku silahkan, tapi maaf saya lelah dan gak bisa menemani kalian berdua. Jadi gak papa kan jika saya tinggal ?". Sahut Cinta yang gak mau berlama-lama melihat sepasang kekasih yang tak sempat menikah ini.


"Sayang". Kaget Vian dengan ucapan Cinta.


"Ohhh, baiklah. Dan juga ada masalah kantor yang harus kita selesaikan. Maaf jika mengganggu waktu istirahat kamu". Jawab Laura senang dan dibalas senyuman oleh Cinta.


"Vian tunggu. Ada yang ingin aku sampaikan denganmu" Tahan Laura membuat vian sedikit kesal .


"Masalah pekerjaan sudah aku serahkan dengan sekertaris ku. Apa kamu gak bertanya dulu ? Dan juga masalah rumah ini, sejak kapan aku pernah berbicara denganmu mengenai rumah ini. Ingat Laura kita pernah dijodohkan tanpa ada rasa suka diantara kita. Kamu sendiri yang bilang kepada Papa ku kalau kamu masih ingin mengejar karirmu dan menunda untuk menikah. Bahkan kamu sama sekali tak memperhatikan ku. Dan kamu juga-"


"Sudah cukup Vian. Oke, aku akui dulu memang aku gak mau sama kamu. Tapi aku sudah sadar Vian kalau kamu lelaki yang pantas untuk aku. Dan aku terlambat menyadari nya. Hatiku sakit Vian saat mendengar kamu membatalkan pernikahan kita dan kamu menikah dengan perempuan lain". Potong Laura.


"Laura, masa lalu adalah masa lalu. Dan masa depanku sudah bersama istriku jadi, aku harap kamu jangan pernah membahas yang lalu didepan istriku. Untuk masalah pekerjaan ini aku akan membatalkan semua antar kerjasama kita, dan aku akan mengganti rugi semuanya. Jadi aku harap tidak ada alasan lagi kamu menemuiku atau istriku kedepannya ". Jawab Vian tegas dan membuat Laura sangat kaget.


"Maksud kamu Vian ? Vian .. Oke, maaf aku memang salah. Aku hanya kebawa suasana saja. Aku harap kamu jangan membatalkan semua ini. Jika kamu membatalkan semua ini, Aku bisa dimarahi habis-habisan sama Papa ku. Kamu tau kan Papa ku orang nya gimana. Aku sudah diberi kesempatan ini, dan jika kamu membatalkan ini maka aku akan...." Tak sengaja Laura melihat Cinta yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Hemmm, jika Vian menolakku. Maka akan aku buat rumah tangga mereka berantakan " Batin Laura.

__ADS_1


"Akan apa?". Tegas Vian.


"Ak... akan.... Sudahlah Vian kamu tak akan mengerti. Dan... Asal kamu tau. Papaku hanya memikirkan bisnisnya tanpa memikirkan perasaan ku. Siapapun yang bisa membuat bisnis Papa ku mendapatkan keuntungan yang banyak, dialah yang akan dinikahkan denganku. Tak peduli dengan sifat atau umurnya. Bahkan, aku... Hampir dinikahkan dengan... Hiks....dengan... hiks". Tangis Laura pecah dan memeluk erat tubuh Vian membuat Vian kaget dan binggung harus apa. Disisi lain Cinta yang tak kedengeran dengan percakapan Meraka apa membuat Cinta cemburu dan kesal dengan perlakuan Vian yang gak menolak pelukan Laura malah membalas memeluknya.


"Aku.... aku hampir dinikahkan dengan... Dengan .... lelaki yang gila s*x Vian. Dan dia juga suka bermain dengan banyak wanita Vian. Hiks... Hiks...." Tangis Laura membuat Vian tak tega.


"Sudahlah Laura, kamu jangan seperti ini. Nanti aku akan bicara dengan Papa biar Papa ku yang akan bicara dengan Papa mu". Jawab Vian sedikir mendorong tubuh Laura.


"Jangan Vian " Teriak Laura dan lebih erat memeluk Vian.


"Jika Papa ku tau, bisa-bisa aku langsung dinikahkan tanpa menunggu ku menyelesaikan syarat dari Papaku"


"Syarat apa memang nya?". Tanya Vian yang mulai panik jika Cinta sampai tau.


"Jika aku bisa berbisnis seperti Papa ku, dan bisa menguntungkan untuk perusahaan Papa ku lebih dari lelaki itu, maka aku boleh mencari suamiku sendiri tanpa harus dijodohkan lagi Vian. Maka dari itu, kamu jangan membatalkan semua ini. Tolong bantu aku sekali ini saja Vian. Aku mohon"


"Baik aku akan bantu kamu. Tapi sebelum itu kamu lepaskan dulu pelukan mu". Jawab Vian.


"Ahhh, maaf Vian. Aku kebawa suasana " Ucap Laura sambil melihat searah Cinta. Dan sangat terlihat diwajah Cinta yang sangat kecewa dan langsung pergi .


"Hemmm, retakan yang aku buat untuk rumah tangga kalian sudah aku berikan. Tinggal menunggu retakan yang lainnya dan tunggu saja". Batin Laura.


"Sudahlah, sekarang untuk masalah pekerjaan kamu gak perlu untuk datang ke rumah ku. Cukup dikantor saja. Dan jika ada yang lainnya kamu bisa menelvon dulu sekertaris ku". Ucap Vian.


"Ahhh, jika aku menghubungi mu biar lebih cepat lagi bagaimana. Bukan bermaksud yang aneh-aneh. Aku juga binggung ingin belajar berbisnis dengan siapa lagi jika bukan denganmu. Jadi sekalian aku ingin menanyakan jika aku menemukan ada yang kurang aku pahami". Jawab Laura sambil menyodorkan ponselnya. Tanpa pikir panjang Vian langsung memberikan nomor telvonnya karna dia ingin cepat-cepat Laura pergi dari rumahnya.


"Makasih yaa Vian dan aku pamit soalnya setelah ini masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. Maaf mengganggu waktunya " Pamit Laura.


"Iya tak apa. Hati-hati dijalan ". Jawab Vian.

__ADS_1


setelah kepergian Laura, Vian langsung masuk ke kamar dan melihat Cinta yang sudah terlelap. Tanpa berfikir yang aneh-aneh Vian menyusul disampingnya dan memeluk tubuh Cinta.


...----------------...


__ADS_2